Sebelumnya Om Kicau sudah menurunkan artikel berjudul Jangan lakukan 4 hal ini pada burung yang baru dibeli. Lalu apa yang harus dilakukan terhadap burung yang baru dibeli? Tentu saja perlu mengkondisikan burung yang baru dibeli agar cepat bunyi. Bagi penggemar burung kicauan yang sudah berpengalaman, hal itu tidaklah sulit. Namun bagi pemula, yang biasanya kurang sabaran (he.. he.. he..), semoga panduan ini bisa bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung yang baru dibeli butuh proses adaptasi terhadap lingkungan baru sebelum mau bersuara.

Kicaumania pemula, apalagi jika baru kali pertama membeli jenis burung kicauan yang selama ini belum pernah dimilikinya, biasanya mudah menjatuhkan vonis terhadap gaco anyarnya ketika tak segera bunyi. Padahal, dia membelinya bukan dari pasar atau toko burung, melainkan dari even latber atau bahkan dari even lomba.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Kunci utama setiap membeli burung baru, baik dari pasar burung, milik teman, atau dari hunting di arena latber / lomba, adalah memberi kesempatan kepada burung untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk dengan pemilik dan perawat barunya.

Dalam beberapa kasus, beberapa burung juara yang dibeli pemilik baru terkadang masih didampingi oleh perawat lamanya untuk beberapa waktu, bahkan ada juga yang permanen. Ada juga yang dititipkan dulu ke pemilik lama, seperti kacer Adipati.

Kali ini, Om Kicau ingin berbagi ilmu tentang bagaimana mengkondisikan burung yang baru dibeli. Tips ini berlaku untuk burung yang sudah mapan, atau burung yang baru dibeli di pasar burung.

Khusus untuk burung yang dibeli dari pasar burung dan dalam kondisi masih liar, hal pertama yang mesti dilakukan adalah melakukan proses penjinakan. Bagaimana cara menjinakkan burung, silakan lihat arsip lama di sini.

Ada beragam cara yang bisa dilakukan dalam mengkondisikan burung baru. Semuanya itu bertujuan untuk membiasakan burung dengan situasi dan lingkunan baru, sehingga burung cepat bunyi seperti di tempat sebelumnya.

Sebab tidak sedikit burung lomba yang pernah berprestasi, mendadak macet bunyi di tangan pemilik baru. Padahal, pemilik baru sudah menerapkan pola perawatan seperti di tangan pemilik lama. Artinya, tinggal meneruskan pola perawatan sebelumnya, alias tidak ada perubahan setingan.

Hal ini terjadi akibat burung belum mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk belum terlalu mengenal perawat atau majikan barunya.

Proses adaptasi ini berlaku untuk semua jenis burung kicauan, baik yang memiliki mental bagus maupun burung yang masih dalam kondisi bakalan. Dengan adaptasi, burung menjadi lebih tenang, mengenali, dan memiliki sifat kuasa (teritori) atas lingkungan barunya.

Ada lima hal utama yang termasuk dalam rangkaian mengkondisikan burung yang baru dibeli agar cepat bunyi. Berikut ini rinciannya.

1. Jangan buru-buru ganti tenggeran / sangkar 

Biasanya setelah membeli burung, sebagian kicaumania ingin segera memindahkannya ke sangkar baru atau sangkar lain yang dianggap cukup bagus untuk ditempati jagoan anyarnya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Namun jika kita terlalu buru-buru melakukannya, burung cenderung merasa tertekan / stres. Apalagi jika burung sudah merasa nyaman dalam sangkar lamanya. Hal sepele ini bisa membuat burung macet bunyi selama beberapa hari.

Hati-hati pula dalam menggunakan sangkar bekas pakai, meski modelnya mewah dan harganya mahal. Sebab kalau sangkar pernah digunakan burung yang ditakuti gaco anyar Anda, burung bisa gelisah.

Misalnya bekas sangkar burung pentet yang masih ada sisa kotoran digunakan ciblek yang baru dibeli. Si ciblek biasanya akan merasa gelisah yang berujung pada stres, karena mencium aroma predator dalam sangkarnya.

Tetapi hal ini biasanya hanya terjadi pada burung yang pernah hidup di hutan, karena secara naluriah dia bisa membedakan aroma kotoran burung dari jenis lain. Jika burung murni hasil penangkaran, hal tersebut tak perlu dicemaskan.

Karena itu, jika ingin menggunakan sangkar bekas maupun baru, sebaiknya bersihkan dulu dari kotoran. Basahi dengan air bersih untuk menghilangkan aroma baik dari bekas kotoran burung maupun bekas cat / pelituran. Cara terbaik membersihkan sangkar adalah menggunakan desinfektan seperti FreshAves.

2. Menggantang burung di tempat tenang

Burung begitu tiba di rumah sebaiknya jangan digantang di lokasi yang ramai atau terlalu dekat dengan burung lain yang bersuara lantang / keras. Berikan kesempatan kepada burung untuk menenangkan diri di tempat yang tenang, dan biarkan burung beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Dengan menggantang di tempat yang tenang, burung lebih mudah beradaptasi tanpa terganggu burung lain, apalagi yang memiliki sifat teritorial atau bersuara lantang.

Selain itu, menggantang di tempat tenang juga membantu burung untuk menumbuhkan sifat teritorialnya terhadap sangkar dan lingkungannya, terutama untuk burung bertipe fighter seperti ciblek, kacer, murai batu, atau semifighter seperti cucak hijau, cucak ranting, cucak hijau kepala emas, dan sejenisnya.

3. Berikan kerodong

Bagaimana jika kita tidak memiliki lokasi yang memadai sehingga burung baru terpaksa digantang dekat burung lain yang bersuara keras? Satu-satunya cara adalah memberikan kerodong, sehingga jagoan gres Anda tidak melihat langsung keberadaan burung lain di dekatnya.

Dengan kondisi full kerodong, burung akan lebih cepat merasa tenang, dan itu bisa mempercepat proses adaptasi burung. Jika burung sudah terlihat tenang, mulai berani mengeluarkan suaranya, kerodong bisa dibuka secara bertahap.

4. Berikan full extra fooding (EF)

Selain mengatur lokasi gantangan, atau pemberian kerodong, dan burung menjadi lebih tenang, kita perlu memperhatikan pula aspek pakan khususnya extra fooding (EF). Kalau perlu, manjakan burung yang baru dibeli dengan EF kesukaannya. Dengan begitu, burung tidak mudah stres, gelisah, atau bingung melihat situasi dan kondisi yang berbeda dari lingkungan lamanya.

Memberi full EF sebaiknya dilakukan saat burung baru tiba hingga beberapa hari kemudian. Kalau burung sudah mulai rajin, maka hari-hari berikutnya diberikan perawatan harian.

5. Tanyakan setelan harian kepada pemilik lama

Jika Anda membeli burung dari teman, atau pemain, jangans segan-segan untuk menanyakan setelan atau setingan harian kepada pemilik lama.

Meski spesiesnya sama, setiap individu burung memiliki karakter yang tidak selalu sama, apalagi berada di tangan orang yang berbeda. Karena itu, pada tahap awal, sebaiknya Anda meneruskan dulu pola rawatan seperti saat masih di tangan pemilik lama.

Jadi, jangan segan-segan menanyakan jadwal mandi, durasi dan waktu penjemuran, jenis dan porsi EF, dan berbagai bentuk perawatan lainnya, termasuk perawatan semasa mabung nantinya.

Dalam perkembangannya, ketika burung sudah beradaptasi dengan baik termasuk sudah menyatu dengan perawat / pemilik baru, perubahan pola rawatan bisa dilakukan secara bertahap.

Itu pun hanya dilakukan jika performa burung terlihat menurun dibandingkan saat masih di tangan pemilik lama. Kalau setelan lama tetap membuat burung berprestasi, untuk apa dilakukan perubahan setelan?

Itulah lima hal yang perlu dilakukan untuk mengkondisikan burung yang baru dibeli agar cepat bunyi.

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.