Gandung diringkus setelah coba melarikan diri.

Sindikat pencuri burung kenari dan lovebird di wilayah Jogja terbongkar. Sejumlah korban serta anggota Polsek Berbah Sleman berhasil menangkap tiga pelaku, yaitu Andre alias Gandung, Sartono dan Gondrong, serta penadah bernama Darto. Sindikat pencuri burung ini sudah lama beraksi. Ironisnya, sebagian pelaku dan korban sebelumnya sudah saling mengenal. Waspadalah!

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Hobi memelihara dan beternak burung kenari serta lovebird belakangan ini memang marak. Permintaan yang meningkat pesat membuat para peternak kewalahan memenuhinya. Harga pun kian melambung, terutama kenari jenis yorkshire (YS) impor dan lovebird eksotik.

Di sisi lain, naiknya pamor kenari dan lovebird membuat kedua jenis burung ini kerap menjadi incaran para maling. Tidak heran jika korban pencurian burung didominasi peternak / pedagang kenari dan lovebird, selain murai batu tentu saja.

Terkadang yang dicuri hanya satu-dua ekor burung lomba, namun sering juga terjadi pencurian besar-besaran di mana sindikat maling membawa puluhan ekor burung induk berharga mahal.

Terbongkarnya sindikat pencuri yang terdiri atas Gandung, Sartono, Gondrong dan penadah bernama Darto di Jogja ini bermula dari kejadian yang dialami Rudi Harto, warga Desa Jongke, Kecamatan Mlati, Sleman, dan beberapa kasus lain di kemudian hari.

Empat bulan lalu, Om Rudi kehilangan sekitar 40-an ekor kenari postur gede dari kandang ternak miliknya. Dua bulan kemudian, tepatnya 9 Mei 2014, Om Eko alias Penyo yang tinggal di Berbah Sleman juga disatroni pencuri.

Enam ekor penjantan YS serta 34 ekor betina F2 dan F3 di kandang breedingnya ludes digasak maling . Tak lama berselang, sindikat maling juga nekat “membersihkan” sekitar 25 ekor anakan lovebird trah juara milik Nanang Kusuma di Proliman, Kalasan.

Jumat (11/7) lalu, salah seorang breeder kenari berinisial A mendapat broadcast iklan via BBM, yang isinya menjual piyik kenari. Breeder yang kebetulan juga tinggal di Jongke, atau masih satu desa dengan Om Rudi, itu tertarik karena memang membutuhkan piyik F1 dan F3.

A lantas meluncur ke lokasi pengiklan, yaitu di Desa Kepoh Pakem, di sebelah utara RM Boyong Kalegan Jalan Raya Pakem-Turi, Kecamatan Pakem, Sleman, untuk melihat langsung piyik kenari yang ditawarkan.

Sampai di lokasi, ternyata A sudah mengenal lelaki yang mengiklankan kenari via BBM. “Kamu to Ndung. Ternyata kamu ternak kenari juga,” sapa A kepada Gandung yang dulu pernah mukim di Pringgokusuman, Jogja.

Gandung lalu menyilakan A masuk ke kandang kenari. A memotret koleksi kenari milik Gandung dengan menggunakan kamera ponsel, sebagian juga direkam dalam bentuk video.

A menjelaskan, yang mau beli piyikan adiknya, sehingga dia harus menunjukkan dulu fotonya. Tapi ini hanya dalihnya, karena dia menyimpan segudang curiga pada Gandung.

Tiba di rumah, A menghubungi Eko Berbah yang pernah kehilangan kenari. “Sepertinya mirip sekali dengan pejantan kenari milikmu.”

Setelah melihat hasil jepretan A, Eko pun sangat yakin kalau itu burungnya yang hilang dicuri.

Sabtu, 12 Juli lalu, keduanya berkumpul untuk menangkap Gandung yang diduga mencuri, atau paling tidak menyimpan burung hasil curian. Eko bersama lima temannya, didampingi seorang serse menuju ke tempat Gandung di Pakem.

Setelah melihat langsung, Eko meyakini bahwa inilah burungnya yang dicuri. Eko marah-marah sambil menuding-nuding Gandung. Tentu saja Gandung mengelak. Dia mengaku beli di pasar.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Eko memastikan burung di tempat Gandung adalah miliknya yang hilang.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Merasa aksi pencuriannya bakal diketahui, Gandung pamit mau buang air sebentar. Rupanya ini sekadar alibinya untuk mencoba kabur. Terjadilah aksi kejar-kejaran. Gandung pun tertangkap setelah berlari sekitar 700 meter dari kandang.

Gandung diringkus setelah coba melarikan diri.
Gandung akhirnya berkicau soal dua eksekutor.

Satu unit mobil dari Polsek Pakem pun didatangkan untuk meringkus Gandung. Lelaki muda ini kemudian digelandang ke Mapolsek Pakem bersama 6 ekor kenari sebagai barang bukti.

Polsek Pakem Sleman saat membawa Gandung dan barang bukti.

Sore harinya, kasus ini dilimpahkan ke Polsek Berbah guna penyelidikan lebih lanjut. Setelah diinterogasi, Gandung akhirnya “berkicau” juga. Dia tak melakukannya sendirian, karena masih ada dua temannya sebagai eksekutor, yaitu Sartono dan Gondrong.

Malam harinya, sekitar pukul 21.00, kedua pelaku diciduk di rumah masing-masing, yaitu Rusun Jogoyudan (Gondrong) dan Pringgokusuman (Sartono), tanpa perlawanan.

Setelah diinterogasi lagi, Gandung dan kedua temannya kembali berkicau, burung-burung hasil curian dijualnya ke penadah di Kampung Sendowo Jogja. Malam itu juga, sekitar pukul 23.00, sang penadah yang bernama Darto itu langsung diringkus petugas Polsek Berbah.

Maka waspadailah. Terkadang pencuri itu bukanlah orang yang jauh dari kita. Paling tidak, bila punya niat jahat, ia bisa saja menjadi informan. Waspadalah… waspadalah…

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.