Setelah sukses mengorbitkan Pesona Kencana, SKC JGJ Team juga berhasil membesut koleksi lainnya ke tangga juara. Namanya Bulldozer, jenis yorkshire (YS) Inggris 2013 dengan postur ngeve (nge-V). Bahkan durasinya saat berkicau juga aduhai: 1 menit 20 detik, alias 80 detik!

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Bulldozer, kenari postur ngeve, moncer 8 kali dalam sebulan terakhir.

Menurut Om Angga, pemilik kenari Bulldozer sekaligus pemilik Sekar Kencana Canary Jogja Bird Farm (SKC JGJ BF), burung ini awalnya akan dijadikan materi indukan di kandang penangkarannya. Tetapi melihat durasi kerjanya yang panjang, rencana itu ditunda dan burung lebih sering diturunkan ke arena lomba.

“Bukan hanya durasinya yang panjang, volumenya juga kencang. Akhirnya, iseng-iseng saya bawa ke Latber Sembego (19/8). Hasilnya, kenari Bulldozer pulang membawa sertifikat koncer C Kelas Kenari Standar B yang diikuti 35 peserta,” ujar Om Angga.

Sejak itulah, Bulldozer mulai kerap dilombakan dan menjadi partner Pesona Kencana yang lebih dulu moncer di lapangan, mengibarkan bendera SKC JGJ Team.

Mau lihat video kenari Bulldozer dengan durasi 1:20 menit? Silakan simak berikut ini:

Beberapa kali turun ke lapangan, kinerja Bulldozer tidak mengecewakan. Berikut ini prestasinya sejak tampil perdana 19 Agustus lalu hingga Selasa (16/9) lalu. Belum genap sebulan, sudah delapan kali moncer dan masuk daftar juara.

Even Tanggal Juara Peserta
Latber Sembego Jogja 19-08-2014 3 35
Latber Sembego Jogja 21-08-2014 2 15
Latpres Sembego Jogja 26-08-2014 4 44
9 40
Latber KMYK Jogja 30-08-2014 1 28
Latpres Bodem Jogja 14-09-2014 2
Latber Sambego Jogja 16-09-2014 3 47
3 42
Beberapa piagam kemenangan kenari Bulldozer.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Melihat bakat kenari Bulldozer, beberapa pemain pun mulai meliriknya, dengan penawaran tertinggi Rp 30 juta. Tapi Om Angga belum ingin melepasnya, karena masih berharap mendapatkan keturunan / anakan dari Bulldozer.

“Saya mau memaksimalkan kinerja dan mentalnya di lapangan, lalu menstabilkan birahinya. Setelah  itu baru masuk kandang ternak. Jadi, untuk sementara biar berkembang dulu bersama SKC JGJ Team, kemudian diternak,” kata Om Angga.

Bulldozer, kenari YS Inggris 2013.

Om Angga memperoleh kenari Bulldozer dari rekannya di Jogja, Februari 2014, dengan harga Rp 15 juta. Awalnya mengenakan ring jepit, tetapi sekarang dilepas karena mengalami iritasi. Sebab postur burung ini mewah, dan dia sangat menyukainya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Saat dibeli, burung sudah gacor dan siap dijadikan pejantan. Tapi apa yang terjadi? Baru 2-3 minggu dirawat, burung langsung mabung total. Bagi Om Angga, ini pengalaman pertama menangani kenari YS impor yang mabung.

Setelah tiga bulan, Bulldozer mulai pulih dari mabungnya. Kondisi bulunya sudah utuh, meski kenari YS ini memang memiliki bulu-bulu yang tipis. Selebihnya tinggal mengkondisikan suaranya biar gacor dor, dan membuat birahinya kembali stabil.

Atas: Bulldozer saat pertama dibeli. Bawah: Setelah beres mabung dan moncer di lapangan.

“Saat mabung total, Bulldozer tetap bunyi alias tidak ngeriwik. Hanya saja tidak serajin ketika sedang fit. Nah, di sinilah saya makin kagum. Sebab kenari jenis YS  umumnya berhenti bunyi saat mabung, tetapi Bulldozer tetap bunyi,” jelas Om Angga.

Untuk perawatan lomba, Om Angga tetap mempercayakan kepada Om Yogi yang selama ini sukses pula memoles kenari Pesona Kencana. Om Yogi sekaligus menjadi koordinator SKC JGJ Team.

Trio SKC JGJ Team: Dari kiri, Om Yogi, Om Angga, dan Om Dian.

Mitos kenari postur ngeve

Di kalangan kenarimania memang beredar mitos bahwa kenari dengan postur ngeve (nge-V) susah ditampilkan ke arena lomba. Dalam mitos yang masih diyakini sebagian pemain, kenari postur ngeve biasanya sering ngetem, durasinya pendek, volumenya tidak kencang, dan sejenisnya.

“Sekarang terbukti sudah, semua mitos itu tidak memiliki alasan yang kuat. Nyatanya Bulldozer telah mematahkan mitos itu, dan saya yakin ada juga kenari dengan postur sejenis yang juga berprestasi di lapangan,” kata Om Angga.

Di kalangan breeder kenari Eropa, kenari ngeve memang dianggap tidak proporsional, sehingga akan selalu tersingkir ketika penangkar melakukan seleksi calon indukan.

Sudah ditawar Rp 30 juta, Om Angga belum berniat menjualnya.

Sebenarnya, banyak juga kenarimania yang menyukai postur ngeve, atau sering juga disebut postur bebek, meski orientasinya bukan untuk dilombakan.

Jadi, buat para kenarimania yang punya gaco dengan postur ngeve, jangan ragu untuk menjajalnya di lapangan. Kenari ngeve juga berhak tampil di lapangan dan berprestasi.

Setiap individu kenari mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang penting fahami karakter dan bakat burung, selebihnya ya merawatnya dengan telaten dan konsisten.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.