Ingin lomba fairplay? Ikuti FairPlay Cup Solo, didukung SapuRegel Team

Ada yang menarik ketika even Solo Kota Budaya Cup yang rencananya bakal digelar di dalam Taman Balekambang Solo, 1 Maret 2015, berubah nama menjadi FairPlay Cup. Gelaran ini tetap melibatkan IKPBS Solo, bersama Itok Love Bird Shop. Lokasinya di Lapangan Dinakkeswan Balekambang Solo.

Itok LB Shop memang sudah sering menggarap even lomba burung berkicau, mulai dari yang bersifat rutin seperti Bursa Love Bird Solo, sampai insidentil seperti Kapolres Cup Karanganyar.

Kali ini, dalam even FairPlay Cup, ada nuansa baru. Para penggagas menginginkan sebuah even yang benar-benar fairplay, transparan, dan menuntut setiap juri harus mempunyai kemampuan sekaligus integritas.

Setiap juri harus mempunyai keberanian membuat keputusan sendiri, mandiri, dan yang tak kalah penting mampu mempertanggungjawabkan apa yang sudah menjadi pilihannya.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

“Setelah menimbang-nimbang, bertanya ke sana kemari, membandingkan even yang satu dan even lainnya, kami berkesimpulan bahwa sistem yang dianggap bisa mengakomodasi keinginan itu adalah SapuRegel Bird Contest System. Kami segera melakukan kontak ke Cilacap, dan tanpa banyak ribet, langsung terjadi kesepakatan,” jelas Om Itok yang didampingi Om Warjo selaku ketua IKPBS Solo.

Itok LB Shop dan Warjo IKPBS
Om Itok LB Shop (kiri) bersama Ketua IKPBS Solo Om Warjo.

SapuRegel Bird Contest System merupakan software penilaian lomba burung pertama di Indonesia, yang sekarang mulai diadopsi di berbagai daerah di Indonesia. Sistem ini murni rancangan anak-anak muda yang tergabung dalam SapuRegel Team Cilacap.

( baca juga Model penilaian SapuRegel Bird Contest System )

Para personel SapuRegel Team antara lain Om Toni Black, Om Allan Gundul, Om Nundu, Om Eko BS, dan lain-lain. Dalam even FairPlay Cup, SapuRegel akan menurunkan lima personelnya. Tiga personel bertugas sebagai admin atau tim IT. Dua personel lainnya bertugas sebagai juri.

“Kami pun telah menyiapkan enam orang juri. Empat juri bertugas bersama dua juri dari Cilacap, dan dua orang lagi untuk oplosan agar setiap juri punya waktu untuk beristirahat,” imbuh Om Warjo.

Juri-juri yang ditentukan panitia di Solo dipilih yang benar-benar punya jam terbang tinggi, memiliki kemampuan, mental, dan integritas. Pasalnya metode penilaian menggunakan software SapuRegel memang sangat berbeda dari penilaian konvensional.

Punggawa SapuRegel Team
Punggawa SapuRegel Team: (dari kiri) Eko BS, Nundu, Toni Black, dan Allan Gundul.

Dalam even-even yang digelar sebagian besar event organizer (EO), enam orang juri yang bertugas akan didampingi koordinator lapangan (korlap), bisa satu atau dua orang. Bahkan pada sesi lovebird di kawasan Solo Raya, korlap seringkali ditambah untuk membantu memantau burung yang ngekek.

Nah, saat menilai, kita sering melihat dengan sangat jelas dari luar lapangan, juri yang satu dan yang lainnya sering bergerombol, saling berbisik entah apa yang dibicarakan, atau mencoba mengarahkan kepada burung tertentu, dan semacamnya.

Menjelang koncer, korlap juga masih mencocokkan pilihan antarjuri agar “sinkron”. Misalnya juri A memberi nilai mati, sementara juri B malah memberi koncer.

Cantiknya sistem penilaian ala SapuRegel

Hal-hal yang lazim dijumpai pada lomba burung berkicau inilah yang “diharamkan” SapuRegel Team. Lapangan sudah dibuat petak atau zona yang membatasi “area” para juri menjadi 6 bagian. Tiap juri menempati area masing-masing, memantau burung yang ada dalam jangkauannya.

Secara periodik, melalui timer yang mengaturnya, juri harus berputar / pindah ke zona berikutnya. Begitu seterusnya, sampai perputaran dianggap selesai.

Tahap pertama, setiap juri harus memilih dan mengusulkan 10 burung terbaik. Ini keputusan pribadi, nggak pakai diskusi, bertanya, bisik-bisik, atau mengajak dan mbujuki juri lainnya.

Usulan 10 burung itu lantas di-entry dalam sistem melalui gadget (cukup menulis nomor gantangan). Setelah masuk semua, nggak pakai lama, petugas IT tinggal mencet Enter saja, dan keluarlah urutan nominasinya. Logikanya, burung yang bagus dan menonjol tentu akan dipilih oleh lebih dari satu juri.

SapuRegel Team
Komputer di dekat lapangan untuk mengolah input dari tim juri.

Mungkin ada burung yang dipilih full oleh semua (6)  juri, namun bisa juga hanya lima, empat, dan seterusnya sampai ada yang diiusulkan hanya oleh seorang juri saja.

Apabila ada burung yang dipilih juri dalam jumlah yang sama, penentuan urutan ditentukan dengan cara memanggil juri untuk berembug dalam waktu cepat, mana burung yang lebih baik.

Setelah itu di-entry lagi, tekan Enter, langsung keluar urutan 10 besar. Sepuluh burung terbaik inilah yang akan diberi bendera nomisasi.

Tahap kedua bisa disebut sebagai babak final. Juri kembali diminta menilai dan membandingkan ke-10 burung nominasi tadi, kemudian langsung mengurutkan juara 1 sampai 10. Hasilnya dimasukkan lagi ke dalam sistem.

Setelah selesai, tinggal tekan Enter, dan langsung keluar urutan juaranya. Apabila ada burung yang dipilih oleh juri dalam jumlah yang sama, maka juri kembali diundang untuk menentukan mana yang posisinya lebih baik.

Jadi, tidak ada tos-tosan model konvensional. Begitu ada burung yang nilainya sama, maka juri yang diminta memutuskan burung mana yang lebih baik; bukan peserta dipanggil untuk hompipah, he.. he.. he…

Secara teknis, konsep penilaian SapuRegel Bird Contest System ini lebih mudah bagi juri, tetapi tidak mengurangi akurasi penilaian. Namun, semuanya tetap membutuhkan kesiapan dan ketelitian SDM di lapangan.

Lonba Burung Berkicau Bupati Cup Cilacao
Personel SapuRegel Team saat bertugas di even Bupati Cup Cilacap.

Cepat selesai jika peserta tak saling tunggu

Selama ini ada kesan waktu penilaian SapuRegel terlalu lama. Bahkan ada yang menganggap sistem ini kurang menguntungkan bagi burung yang tidak memiliki materi cukup bagus, alias lebih bermodal tenaga ekstra dan kuat sampai akhir penilaian, khususnya pada babak krusial usai bendera nominasi ditancapkan.

Tetapi masalah waktu penilaian sebenarnya tergantung kesepakatan dengan panitia lokal. Memang, apabila waktu penilaian lebih lama, bukankah penilaian menjadi lebih teliti dan presisi?

Yang membuat lomba menjadi lama, tidak lekas rampung, biasanya karena panitia kurang sigap dan kirang tegas, sehingga terjadi aksi saling tunggu saat hendak menggantang burungnya.

“Jadi, asalkan peserta cepat dalam menggantang burung, maka dalam sehari bisa selesai 20 – 23 sesi. Ini terlihat dalam even Kudus Cup (28 September 2014),” jelas Om Toni Black kepada omkicau.com.

SapuRegel Team
Toni Black (kaos hitam) dari SapuRegelTeam sering dipercaya mensupport penilaian lomba.

Menurut dia, waktu penilaian minimal 30 detik x 6 area penilaian x 2 putaran, atau sekitar 6 menit untuk memilih nominasi. Setelah itu penentuan juara, di mana setiap juri harus mengurutkan mulai dari juara 1 dan seterusnya. Apabila pantauan untuk menentukan urutan juara diasumsikan 5 menit, maka hanya butuh sekitar 11 menit untuk menilai satu sesi.

Kalau jeda waktu tunggu menurunkan burung sekaligus menggantang bisa 4 menit, total dalam satu sesi bisa rampung sekitar 15 menit.

Untuk lebih jelasnya, silakan ikuti atau saksikan gelaran FairPlay Cup di Balekambang Solo, Minggu 1 Maret 2015. Nikmati sensasi penilaian lomba burung berkicau yang jauh lebih fairplay daripada even konvensional lainnya.

Panitia FairPlay Cup membuka 20 kelas (lihat brosur), sehingga membutuhkan waktu 300 menit atau sekitar 5 jam. Apabila lomba dimulai tepat pukul 10.00, maka diprediksi bisa rampung sekitar pukul 15.00.

Brosur Lomba Burung Berkicau FairPlay Cup, Solo, 1 Maret 2015

Brosur bisa diunduh di Halaman Brosur Lomba Burung. Klik saja link tersebut, sampai muncul browser baru. Kemudian cari brosur yang dikehendaki, dengan melihat judul lomba dan tanggal pelaksanaannya. Klik judul terpilih, sehingga muncul browser baru lagi berisi gambar brosur ukuran besar. (Waca)

Semoga bermanfaat.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.