Perawatan kenari Pesona Kencana

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Kenari Pesona Kencana tidak membutuhkan kandang umbaran.

Untuk perawatan harian, kenari Pesona Kencana bukan termasuk burung yang ribet, justru sangat gampang dikondisikan. Pakan tambahan / extra fooding (EF) yang diberikan tidak jauh berbeda dari kenari pada umumnya. Pesona Kencana juga tidak membutuhkan kandang umbaran.

Untuk perawatan menjelang lomba, ada dua kebiasaan utama yang sering diterapkan kepada Pesona Kencana, yaitu disimpan di ruang karantina dan ditaruh di atas lantai. Berikut ini uraiannya:

1. Disimpan di ruang karantina

Yang dimaksud karantina di sini adalah mengkondisikan burung tetap dalam keadaan fit atau berstamina penuh. Kebetulan di rumah Om Angga terdapat sebuah ruangan yang dipakai sebagai gudang.

Nah, 1-2 hari sebelum lomba, burung disimpan dalam ruangan tersebut. Hal ini dilakukan sekitar pukul 10.00, setelah burung dijemur dan dianginkan terlebih dulu.

“Lampu ruangan dimatikan, sehingga ruangan dalam kondisi gelap. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar kenari Pesona Kencana tidak terlalu banyak berkicau. Kalau digantang di tempat biasanya, burung gacor minta ampun,” jelas Om Angga.

Kalau burung terus-menerus bunyi menjelang lomba, dikhawatirkan staminanya terkuras sehingga tidak bisa tampil maksimal pada saat dilombakan.

“Pesona Kencana kita masukkan dalam ruangan gelap itu sejak jam sepuluh pagi hingga jam empat sore. Setelah itu, sangkarnya kita pindah ke tempat biasanya di dalam rumah untuk istirahat sampai keesokan harinya,” tambahnya.

2. Ditaruh di atas lantai

Pesona Kencana punya kebiasaan ditaruh di atas lantai sebelum digantang.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Ketika tiba di arena lomba, kenari Pesona Kencana masih dalam dikondisikan steril, dijauhkan dari burung sejenis, dan ditaruh di atas lantai, bukan digantung / dicantol.

Burung dalam kondisi dikerodong. Bahkan kerodongnya agak tebal, sehingga kondisi di dalamnya gelap, tidak terlalu tembus cahaya atau tidak bisa melihat kenari lainnya.

Dalam kondisi demikian, burung sekali-sekali memang tetap bunyi. Apabila terus bunyi, kerodong dielus-elus, dan biasanya burung akan diam sehingga tidak terlalu banyak energi yang dikeluarkannya sebelum digantang.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Metode 3C untuk kenari induk agar tetap berprestasi

Selain dua kebiasaan utama yang selalu diterapkan pada Pesona Kencana menjelang lomba, ada tiga hal lain yang wajib diterapkan pada kenari jawara ini. Om Angga sering menyebutnya 3C: cukup istirahat, cukup kawin, dan cukup gizi.

1. Cukup istirahat

Prinsipnya hampir sama seperti disimpan dalam ruangan karantina, tetapi lebih difokuskan pada jarak lomba yang akan diikutinya. Misalnya hari Minggu mau mengikuti lomba, maka sejak 2 hari sebelumnya burung harus diistirahatkan dulu dan tidak melakukan proses reproduksi / kawin (Ingat, Pesona Kencana juga dijadikan pejantan di kandang SKC JGJ BF).

2. Cukup kawin

Karena Pesona Kencana masih digunakan sebagai pejantan utama di farm, tentu perawat harus faham jadwal kawinnya. Misalnya ada lomba di hari Sabtu atau Minggu, maka burung hanya diberi kesempatan mengawini seekor induk betina saja. Jadwalnya Senin sampai Rabu / Kamis. Setelah itu, Kamis / Jumat, istirahat dari tugasnya sebagai pejantan.

3. Cukup gizi (pakan bijian utama)

Menurut Om Angga, burung yang gacor belum tentu sehat, tetapi burung sehat sudah pasti gacor (rajin berkicau dan stabil di lapangan). Agar kenari tetap sehat, sehingga gacor, Om Angga tidak asal memberi pakan, khususnya pakan utamanya (biji-bijian).

“Sudah satu tahun ini saya berikan Special Gacor untuk Pesona Kencana,” kata Om Angga. Special Gacor adalah pakan khusus kenari berprestasi produk CV Sekar Kencana Mandiri yang tidak lain milik Om Angga.

Note: Info lebih detail tentang Special Gacor, termasuk info keagenan, bisa menghubungi 0838.6751.9119, atau kunjungi FB: SEKAR KENCANA CANARY

Meski memiliki sejumlah kenari berprestasi di arena lomba, Om Angga mengaku bukan pemain lomba murni. Basis utamanya tetaplah seorang breeder (peternak) dengan ring SKC JGJ BF. Itu sebabnya, untuk urusan lomba, semua dipercayakan kepada Om Yogi bersama kru SKC JGJ Team lainnya.

SKC JGJ Team: (dari kiri) Om Hengki, Om Angga, dan Om Yogi.

“Saya main lomba hanya untuk kepuasaan hati saja. Ada rasa kepuasaan tersendiri jika burung kita bisa berprestasi di lapangan. Selain itu, yang terpenting lagi, dapat menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan kicaumania. Selalu saja ada teman baru ketika datang ke lomba,” tutup Om Angga.

Kembali ke Halaman Awal

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2