Sebagian kicaumania terkadang menerjemahkan extra fooding (EF) dengan pakan hidup seperti serangga, terutama jangkrik, ulat hongkong  dan kroto. Padahal EF atau pakan tambahan juga bisa berupa sayuran, buah, ikan, dan lain sebagainya. 

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Kandungan gizi beberapa jenis serangga untuk burung kicauan.

Serangga memang menjadi santapan lezat bagi burung-burung pemakan serangga seperti murai batu, kacer, cendet, dan sebagainya. Beberapa jenis burung pemakan buah seperti cucak hijau dan keluarga leafbird lainnya juga sangat menyukai pakan serangga.

Pakan burung kicauan yang berasal dari serangga umumnya memiliki kandungan protein tinggi. Kecukupan protein ini kemudian sering dikaitkan dengan pencapaian kondisi birahi yang optimal, sehingga burung menjadi lebih gacor / rajin bunyi.

Tentu saja ada batasan dalam pemenuhan kebutuhan protein, dan ini juga berkaitan dengan kondisi birahinya, serta sangat mempengaruhi kualitas kicauannya.

Apabila terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi protein, burung gampang sekali mengalami over birahi. Sebaliknya, jika kekurangan protein, burung susah mencapai kondisi birahi optimal sehingga tidak bisa nampil seperti yang kita harapkan.

Di sinilah setiap kicaumania tertantang untuk mencari setelan atau setingan yang pas untuk setiap individu burung yang dirawatnya. Sebab setingan untuk jenis burung yang sama tidak bisa sama persis, tergantung karakter bahkan kebiasaan burung selama ini.

Setiap jenis serangga memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda, baik protein, lemak, energi metabolisme, hingga serat kasar, jenis dan kandungan vitamin, serta jenis dan kandungan mineralnya.

Berikut ini kandungan gizi dari beberapa jenis serangga yang bisa serta biasa dijadikan sebagai extra fooding bagi burung kicauan:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Kandungan nutrisi dalam beberapa macam serangga untuk burung peliharaan

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Perlu diketahui, beberapa jenis serangga memiliki kandungan asam amino esensial (omega 3) serta mineral dalam jumlah lebih banyak daripada hewan ternak seperti ayam, sapi, dan kambing. Coba kita cek beberapa jenis serangga berikut ini:

1. Jangkrik, belalang, dan ulat hongkong

Jangkrik, belalang, dan ulat hongkong merupakan jenis EF paling popular dan banyak digunakan para kicaumania di Indonesia. Kandungan protein yang ada dalam ketiga jenis serangga ini bahkan hampir setara dengan sepotong dada ayam berukuran 100 gram, namun dengan kandungan lemak yang lebih banyak.

2. Kepompong (puppae)

Selama ini, kepompong memang jarang digunakan para kicaumania Indonesia untuk burung kicauan piaraannya. Hal ini berbeda dari kebiasaan rekan-rekan kicaumania di mancanegara. Di beberapa negara, kepompong dari ulat sutra justru menjadi EF popular karena kandungan gizinya yang tinggi dan mampu menggacorkan burung kicauan.

3. Kepik air raksasa (giant water bug)

Sebagaimana kepompong, kepik air raksasa / giant water beetles juga tidak banyak digunakan kicaumania di negeri ini. Namun di beberapa negara, serangga berukuran besar ini menjadi salah satu EF yang popular, karena mampu membantu menjaga stamina dan meningkatkan mental burung.

4. Orong-orong / ga’ang (mole cricket) 

Orong-orong atau orang Sunda menyebutnya ga’ang merupakan jenis serangga yang hidup di dalam tanah. Serangga ini akan mengeluarkan suaranya yang keras, terutama menjelang sore dan malam hari.

Kicaumania di beberapa daerah telah lama mengenal manfaat pemberian orong-orong untuk burung kicauannya di rumah, terutama cendet. Serangga ini memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat bagus jika diberikan untuk jenis burung kicauan lainnya seperti murai batu, kacer, anis merah, dan sebagainya.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.