Awalnya, sebagian kicaumania Jogja dan sekitarnya mendatangi Grand Launching Penny Jaya karena tak bisa mengikuti lomba yang jaraknya cukup jauh seperti BnR Award; kebetulan sama-sama digelar Minggu (7/6). Ada juga yang tak enak hati lantaran sudah kenal dengan H Jaya, pimpinan Penny Jaya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Tetapi tak sedikit juga yang penasaran ingin melihat  gantangan burung yang berada di Jalan Gedong Kuning (depan Kantor HAM Jogja) itu. Begitu sampai di lokasi, mereka pun terkesiap. Gantangan berdiri megah, tinggi, dan kokoh; lebih tinggi ketimbang gantangan-gantangan lain di Jogja dan sekitarnya. Strukturnya kuat, demikian pula rangka tenda yang menaungi gantangan.

Gantangan Penny Jaya di Jl Gedong Kuning Jogja terlihat tinggi, gagah, dan kokoh.

Belum lagi layout untuk pedok peserta, panitia, dan keperluan peserta lainnya seperti warung makan dan minum, MCK, dan sebagainya. Semuanya sudah tersedia dan tertata secara apik.

“Bagus sekali. Secara umum sangat bagus. Meski even perdana, sebagian besar panitia merupakan muka-muka lama yang sudah berpengalaman mengurusi lomba di lain tempat. Jika masih ada sedikit kekurangan, ya masih dalam batas wajarlah,” ujar H Suwadi yang datang dari Klaten.

Launching Penny Jaya juga dihadiri Kapolsek Banguntapan, AKP Suharno SH. Penjurian secara umum memuaskan peserta. Maklum, sejak awal H Jaya meminta para juri agar bekerja secara apa adanya, menggunakan hati nurani.

H Jaya bersama Kapolsek Banguntapan, AKP Suharno SH, yang berkenan hadir dalam launching Penny Jaya, Minggu (7/6).

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

“Saya bilang jangan mengharap bonus dari peserta. Bonus dari saya saja selaku panitia. Insya Allah saya masih bisa memberi lebih, tapi mereka (juri) harus bekerja dengan benar. Ini even perdana, dan akan berlanjut pada kontes-kontes berikutnya. Kalau kesan peserta pada even perdana bagus, tentu hal ini akan berimbas pada kontes regular berikutnya,” tandas H Jaya.

H Jaya memberi briefing kepada para juri sebelum bertugas.

Rentetan kegiatan Grand Launching Penny Jaya sudah dimulai sejak Sabtu (6/6) malam. Ratusan kicaumania hadir mengikuti welcome party atau semacam syukuran pembukaan lapangan baru ini. Yang hadir bukan sekadar kicaumania, tetapi juga masyarakat umum termasuk kolega H Jaya.

Sejumlah kicaumania ikut meramaikan welcome party Penny Jaya, Sabtu (6/6) malam.
H Jaya (3 dari kiri) bersama kolega dalam acara welcome party.

Hadirin dihibur oleh OM Swara Jaya yang juga pimpinan H Jaya. Acara pun berlangsung hangat dan meriah, hingga selesai menjelang tengah malam.

Welcome party dimeriahkan hiburan OM Swara Jaya pimpinan H Jaya.

Cendet Samsung dan cucak hijau Slep nyeri

Dalam even perdana ini, cendet Samsung dan cucak hijau Slep sukses menjuarai dua kelas alias nyeri juara pertama. Cendet Samsung besutan Om Alvin (Pipo Londo) menjuarai Kelas Penny Jaya, unggul atas Ramones milik Om Didik (Pamong SF) dan Brandal kepunyaan Om Hans Oli.

Cendet Samsung borong dua gelar juara 1.

Samsung kembali tak terkalahkan di Kelas Panembahan Senopati. Juara kedua diraih cendet Sukhoi milik Om Yudi Basuki BF yang memperkuat Handayani BC.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Om Alvin, pemilik cendet Samsung.

Cucak hijau Slep juga nyeri juara 1. Gaco andalan Om Yunianto dari Baciro, Sanggrahan, ini terbaik di Kelas Penny Jaya. King Master milik Om Andi (Prambanan) dan Bintang Kecil milik Om Ibnu (Pogung) berada di posisi kedua dan ketiga.

Kelas Panembahan Senopati juga dimenangi Slep. Kali ini dia mengungguli Queen WTC, cucak hijau milik Gus Ali dari Gunungpring, Muntilan, yang juga pemilik lovebird Shakira. Juara ketiga ditempati cucak hijau King Master.

Kelas yang paling banyak dilombakan dalam even ini adalah kenari (6 kelas), lovebird (4), dan murai batu (4). Murai batu perlu mendapat catatan tersendiri, karena panitia membuka kelas ring. Selama ini kelas murai ring hanya dibuka pada even-even nasional, terutama yang dikemas PBI dan BnR.

“Bukan karena ingin dianggap berbeda, tetapi kami juga ikut peduli pada pelestarian burung, kendati untuk sementara baru jenis murai batu dulu. Nanti kita lihat responnya. Kalau bagus, bisa ditambah anis kembang ring dan cucakrawa ring,” kata H Jaya.

Kelas murai batu ring dimenangi Arjuna milik Mr Andre / Mr Deing dari Hijrah SF Jogja. Murai batu Begal milik Mr SWD (Begal Team) harus puas di urutan kedua.

Kedua murai hasil penangkaran ini juga moncer di kelas umum. MB Begal, misalnya, menjuarai Kelas Panembahan Senopati. Begal unggul atas murai batu Kancil milik Mr Munir (Diponegoro BC).

Murai batu Begal juga menjadi runner-up Kelas Penny Jaya, di atas MB Arjuna yang berada di posisi ketiga. Juara pertama diraih Lombok Rawit milik Mr Koco dari Argomulyo Team.

Satu kelas lagi, Kyai Gedongan, dijuarai murai batu Junior PPLD milik Mr Beye dari Jogja. Junior PPLD masih sangat muda, namun daya tempur dan mentalnya sangat kuat.

Om Beye bersama murai batu Junior PPLD.

“Lihat saja kakinya, benar-benar masih mulus. Bulunya juga masih muda, dan burung juga pakai ring. Sudah lumayan bisa buat main. Besok saya coba turunkan lagi dalam Piala Pakualam, semoga tampil lebih bagus lagi,” jelas Om Beye.

Dalam even ini, murai batu Begal meraih juara 1, 2, dan 2. Menurut pemiliknya, Om Suwadi (SWD), Begal memang sedang dalam kondisi fit. Bahkan belakangan ini sering diturunkan di berbagai even. Om Suwadi dikenal sebagai penangkar murai batu berkualitas di Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Klaten.

Selain membawa Begal, Om Suwadi juga menurunkan pleci andalannya, Supernova. Gaco yang baru dibeli dari Om Bowo (Boyolali) seharga Rp 35 juta ini sudah memberi puluhan trofi kepada Om SWD.

Om Suwadi kembali moncer bersama pleci Supernova.

Dalam Grand Launching Penny Jaya, pleci Supernova juga meraih juara pertama. Juara 2 dan 3 diraih pleci Putra Mataram milik Windra NV 88 (PCMI JAS) serta Proyek milik Mr WE / Leax juga dari PCMI JAS.

Persaingan seru terjadi di kelas kenari. Meski dibuka enam sesi, tidak ada seekor kenari yang mampu menjuarai lebih dari satu kelas. Kelas utama Penny Jaya dimenangi kenari Godam, gaco lawas milik Mr Hasan dari Jagapati SF Sleman.

Godam kembali moncer setelah menjalani masa istirahat cukup lama. Juara kedua dan ketiga diraih kenari Narnia milik Rian Team dan Basudewa orbitan Redy SF (Duta Redy Cup).

Kenari Super Scotch milik Om Yunus dari Harpindo SF menjuarai Kelas Standar Kalitan Panembahan Senopati, diikuti Raja Siyow milik Pasar X (X-Cell) dan Speedy orbitan Redy SF.

Kelas Standar Kalitan Kyai Gedongan dijuarai kenari Kapten milik Om Fatkhan. Burung ini unggul atas Raja Show milik Om Patar P (Jogja) dan Gajayana milik Om Lucky Chandar dari Iphel 99 SF.

Kenari Kapten, juara 1 Kelas Standar Kalitan Kyai Gedongan.

Penampilan kenari Kapten belakangan ini memang sangat menawan. Sebelumnya, burung ini meraih hattrick dalam even di Pasar Tegalrejo.

Setelah launching, Penny Jaya akan mengadakan kontes rutin di tempat yang sama setiap Jumat dan Minggu mulai pukul 14.00. “Untuk kemasannya, tunggu saja pengumuman resmi dari kami,” kata Lik Man Doro, salah seorang panitia. (Waca)

Spanduk ajakan agar kicaumania mau memberi kritik kepada pengelola Penny Jaya.

Hasil Launching Penny Jaya (klik di sini)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2