Sikap rendah hati ditunjukkan Om Ferry Yong, pemain dan breeder lovebird Kurnia BF Banjarnegara. Meski gaconya mampu mengalahkan lovebird Kusumo hingga tiga kali dalam even Kebumen Award di Stadion Candradimuka Kebumen, Minggu (23/8), Om Ferry tetap menganggap burung milik H Sigit WMP itu sebagai lovebird terbaik nasional saat ini.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Kebumen Award merupakan gelaran perdana PBI Cabang Kebumen pimpinan Om Billy. Para pemain papan atas dari berbagai blok hadir dalam even ini. Ini bisa dimaklumi, mengingat Om Billy memiliki jaringan persahabatan yang sangat luas di kalangan kicaumania Indonesia.

Pemain dari Blok Timur yang hadir antara lain Om Ming Basket, Om Bambang Honda, Om Benny AP, H Bayu, dan lain-lain. Kemudian dari Blok Barat ada Om Yogi Naga Hitam, Om Edy PLN, dan Om Joko Ireng. Blok Tengah jangan ditanya. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY.

Yang paling ditunggu penonton dan peserta tentu saja kelas lovebird, karena Kusumo tampil di sini. Panitia yang diketuai Kompol Purwanto Hae Widodo, dengan Ketua Pelaksana Om Billy, membuka 4 kelas lovebird.

Kejutan besar terjadi di kelas utama PBI Kebumen. Lovebird Jibaku milik Om Ferry Yong (Duta Anniversary GBA) tampil sebagai juara pertama. Lovebird Kusumo dipaksa berada di peringkat kedua, disusul Wulandari milik Om Tri Purwanto (Purwokerto).

Om Ferry kembali meraih juara satu, melalui penampilan cantik lovebird Opium. Jawara Plaza Cup 3 di Semarang (18/1) itu mengalahkan lovebird Kusumo di Kelas Arumbinang. Kusumo meraih juara 2, lovebird Jepun milik Om Tri Purwanto di posisi ketiga.

Lovebird Opium meraih double winner di Kebumen Award.

Opium dan Kusumo bertemu lagi di Kelas Kolopaking. Untuk kali kedua, Opium memenangi duel seru itu, dengan posisi yang sama seperti sesi sebelumnya. Juara ketiga diraih lovebird Wulandari.

Namun Kusumo tetap menunjukkan kehebatannya dengan menjuarai Kelas Jendral M Sarbini. LB Opium berada di peringkat ketiga di bawah lovebird Roro Jonggrang milik Om Faizin DM (Duta Piala Raja).

Meski dua gaconya mengalahkan lovebird Kusumo hingga tiga kali, Om Ferry Yong tak mau jumawa. “Dari dulu sampai sekarang saya tetap mengidolakan lovebird Kusumo. Pada penampilan terbaiknya, Kusumo tetap lovebird terbaik yang pernah saya kenal,” kata Om Ferry.

Om Ferry Yong (kanan) tetap rendah hati, meski LB Opium dan Jibaku mampu ungguli Kusumo.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Menurut dia, setiap individu lovebird mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Bahkan Om Sigit WMP pernah menyebut beberapa kekurangan Kusumo melalui omkicau.com.

“Tetapi secara keseluruhan, saya menganggap Kusumo masih yang terbaik dan paling lengkap. Kalau dalam kondisi top-form, sulit mengalahkannya. Sudah puluhan kali burung saya menyerah kalah dari Kusumo,” tambah Om Ferry.

Cucak hijau Rimba Sakti cetak hattrick

Bintang lapangan kali ini adalah cucak hijau Rimba Sakti. Burung jawara milik Mr Kurniawan (Putra Kurma Sragen) ini menjadi satu-satunya peserta yang mampu mencetak hattrick.

Cucak hijau Rimba Sakti sukses meraih kemenangan hattrick.

Om Kurniawan yang memperkuat Duta Piala Raja menurunkan cucak hijau Rimba Sakti pada semua (3) kelas yang dilombakan. Tiga kali pula gaconya mendapat perlawanan ketat dari Astra Jingga milik Om Teguh (Walet SF), langganan juara di Blok Barat.

Namun Rimba Sakti mampu mengatasi perlawanan Astra Jingga. Kelas Arumbinang, Kolopaking, dan Jendral M Sarbini berhasil dimenanginya. Astra Jingga, peraih double winner dalam even akbar Royal Cup 2015 di Lapangan Banteng Jakarta, 2 Agustus lalu, harus puas tiga kali menjadi juara kedua.

Kacer Hipnotis milik Om Bambang Honda (Duta Jaya Lestari) sukses meraih double winner. Hipnotis menjuarai Kelas Kolopaking, unggul atas Hard Rock milik H Bayu (Duta Piala Raja) dan Suster Kramas besutan Dr Mo / Sapta (Kambing Hitam).

Kacer Hipnotis menjuarai dua kelas.

Kelas Jendral M Sarbini juga dimenangi kacer Hipnotis. Posisi kedua dan ketiga masing-masing diraih kacer Rambo milik Om Edy PLN (279 Team) dan Hard Rock.

Hard Rock yang dikawal H Budi Kediri menjadi kacer terbaik di kelas utama PBI Kebumen. Tiga kacer hebat dilampauinya, yaitu Suster Kramas, Rambo, dan New Predator milik Mr Kurniawan. Kelas Ring PBI dimenangi Malvinas, kacer andalan Om Albert RJM Jogja.

Kacer Hard Rock juara di kelas utama PBI Kebumen.

Murai batu Arjuna milik Om Ming Basket Surabaya (Duta Piala Raja) tampil gemilang dalam even ini. Burung ini menjuarai Kelas Ring Kebumen, unggul atas Glamor milik Tom’s Adinda (Duta Jaya Lestari) dan Dahlia besutan Om Yudi Voltus (Jakarta).

Kendati burung ring, MB Arjuna mampu bersaing dengan murai-murai tangkapan hutan. Ini terbukti saat tampil di kelas utama PBI Kebumen, Arjuna mampu bertengger di posisi ketiga.

Kelas ini dijuarai MB Kawaguci milik Mr King (Kambing Hitam). Murai batu Bellator milik Mr Yono Plaza Semarang (Duta Jaya Lestari) meraih juara kedua. MB Maestro milik Om Ali SS berada di posisi keempat.

Mr King (berdiri, 3 dari kanan) siap turunkan MB Kawaguci ke Piala Raja.

Namun laju Maestro pada dua kelas lainnya tidak mampu dibendung lawan-lawannya. Maestro yang terus berprestasi dalam beberapa bulan terakhir ini sukses meraih double winner, dengan menjuarai Kelas Arumbinang dan Jendral M Sarbini.

Di Kelas Arumbinang, Maestro mampu mengatasi perlawanan Bellator yang kembali harus berada di posisi kedua. Juara ketiga diraih MB Ababil milik Ansel SF Pejaten, Jakarta Selatan.

Murai batu Maestro nyeri juara pertama.

Hasil nyeri juga diraih anis merah Raja Lenong milik H Mansur (Muntilan) yang memperkuat Kambing Hitam. Salah satu anis merah terbaik di Blok Tengah ini dua kali mengalahkan The Hero milik sahabat dekatnya, Om Sapta / Dr Mo, juga dari Kambing Hitam.

Kenari Algojo memborong dua gelar juara 1. Gaco langganan juara milik Om Yogi Naga Hitam (Duta Piala Raja) ini menjuarai Kelas Kolopaking dan Jendral M Sarbini. Algojo dua kali mengungguli kenari Wapres milik Han’s Oli (Walet SF) yang harus puas dua kali di posisi runner-up.

Penampilan menawan juga ditunjukkan cendet Moratta. Gaco milik Om Benny AP (Duta Jaya Lestari) ini dua kali mengungguli Rock Speed andalan Om Temox’s (Walet SF) dan Centini koleksi Om Esnawi (Duta Piala Raja).

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Om Edy PLN merasa senang bisa kembali ke kampung halamannya, Kebumen. Selain itu, dia dapat memanfaatkan Kebumen Award ini untuk mensosialisasikan even akbar Jaya Lestari Cup di Jakarta, 25 Oktober 2015.

Om Edy PLN (tengah) bersama Om Joko Ireng (kiri) dan Om Billy Kebumen.

Seperti diberitakan (silakan cek di sini), Jaya Lestari Cup merupakan kolaborasi PBI DKI Jakarta pimpinan Om Deny Halim, PBI Kebumen yang digawangi Om Billy, serta 279 Team yang dikomandani Om Edy PLN.

Secara keseluruhan, even Kebumen Award berlangsung lancar dan sukses. Gelar juara umum single fighter diraih Walet SF, sedangkan Duta Piala Raja meraih gelar juara umum BC. (Waca)

Om Teguh / Walet SF Tangerang (2 dari kiri) juara umum single fighter.
Om Yogi Naga Hitam (4 dari kiri), mewakili Duta Piala Raja, menerima trofi juara umum BC.
Soedirman BC Purwokerto juara 1 dan 2 kelas cucak jenggot.
Mr King meraih doorprize sepeda motor.
Om Budi (kiri): Kacer Hard Rock siap tampil di Piala Raja.
Kru Kurniawan Putra Kurma bersama cucak hijau Rimba Sakti.
Om Andri Komplong (kiri) dari Kabar SF Banjarnegara moncer bersama kenari Cello.
Om Sapta (topi putih) akan menggelar even akbar Kambing Hitam Cup, 11 Oktober 2015.
Om Sutar (kiri), Om Benny Pesona, dan Om Hartono (kanan) siap membentuk kepengurusan baru PBI Cabang Banyumas.

Hasil Lengkap Kebumen Award (klik di sini)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2