Selain terkenal dengan suaranya yang khas, burung poksay yang terdiri atas beberapa jenis itu juga dikenal sangat giras. Apalagi jika burung merupakan hasil tangkapan hutan atau bakalan. Banyak kicaumania mengaku kewalahan dalam perawatannya, sehingga burung pun dirawat seadanya. Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut ini cara menjinakkan burung poksay yang terlalu giras.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Poksay genting /mandarin, salah satu jenis burung poksay yang popular di Indonesia.

Indonesia memiliki beberapa spesies burung poksay lokal, antara lain poksay kuda yang dilindungi, poksay jambul sumatera, poksay genting, poksay hitam, dan poksay mantel. Selain poksay lokal, ada tiga jenis poksay impor yang pernah popular di Indonesia, yaitu poksay hongkong, poksay jambul, dan poksay samho.

Meski memiliki perbedaan warna, penampilan, dan bentuk, secara umum beberapa jenis burung poksay itu memiliki kesamaan karakter, yaitu susah jinak / giras. Saking girasnya, banyak kicaumania yang kesulitan merawat, bahkan tidak sedikit burung yang sering mengalami luka di bagian kepala atau paruh akibat terlalu grabagan.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Untuk membuat perawatannya lebih mudah, poksay harus dibuat jinak terlebih dulu. Berikut ini tips menjinakkan burung poksay yang terlalu giras.

Memberikan terapi lapar

Poksay termasuk jenis burung yang sangat rakus memakan serangga dan buah yang diberikan. Memberikan terapi lapar selama beberapa jam setiap hari mampu membuat poksay menjadi cepat jinak. Cara memberikan terapi lapar adalah sebagai berikut:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  • Pada malam hari, cepuk tempat pakan dicabut dan burung dibiarkan beristirahat sampai keesokan paginya.
  • Pagi hari, cepuk pakan diberikan untuk memberi kesempatan burung sarapan terlebih dulu.
  • Saat burung akan dimandikan dan dijemur, tempat pakannya diangkat dan burung dibiarkan tanpa pakan selama 3-4 jam.
  • Setiap satu jam sekali, burung hanya diberi pakan serangga (diberikan langsung menggunakan tangan kita).
  • Setelah 3-4 jam kemudian, pakan dan buah bisa disajikan lagi selama 30 – 45 menit.
  • Setelah itu, pakan kembali diangkat untuk memberikan terapi lapar sambil tetap melakukan pemberian pakan serangga setiap satu jam sekali menggunakan tangan kita.
  • Setelah terapi berjalan beberapa hari, biasanya burung mau mengambil pakan langsung dari tangan kita. Jika burung sudah tidak terlalu giras atau tidak gerabagan lagi, cepuk pakan bisa diberikan seperti biasanya.

Memandikan sampai basah

Menjinakkan poksay juga bisa dilakukan dengan cara memandikannya hingga basah kuyup. Ada beberapa macam cara memandikan poksay agar cepat jinak, antara lain:

  • Memandikan burung dengan cara disemprot menggunakan sprayer hingga basah kuyup. Dalam kondisi masih basah, burung diberi pakan kesukaannya, misalnya jangkrik atau ulat hongkong. Lakukan terapi mandi ini 2-3 kali sehari selama seminggu.
  • Memandikan burung dengan cara dipegangi. Caranya, pegang burung pada bagian tubuhnya dengan tangan, lalu dicelupkan ke baskom berisi air. Seluruh tubuh burung dicelupkan dalam air, namun posisi kepala tetap di atas. Pada saat bersamaan, Anda bisa memandikannya dengan cara diusap-usap sambil diguyur sedikit air. Lakukan terapi ini setidaknya 2-3 kali sehari selama seminggu.
  • Memandikan burung dengan cara dihujan-hujankan. Jika turun hujan yang tak terlalu lebat, pindahkan poksay ke sangkar lain untuk menjalani terapi hujan-hujanan. Biarkan burung hujan-hujanan selama beberapa menit sampai kondisinya basah kuyup. Setelah itu angkat, lalu dianginkan.
  • Berikan pakan kesukaannya saat burung dianginkan. Setelah bulu-bulunya mulai mengering, pindahkan dalam sangkar hariannya, lalu berikan kembali pakan serangga dengan menggunakan tangan. Harap diingat, waktu menghujan-hujankan yang baik adalah saat hujan turun pada pagi hingga siang hari. Hujan sore hari cenderung mengandung asam dan tidak baik bagi kesehatannya.

Menggantang sangkar pada posisi rendah

Penempatan sangkar ternyata berpengaruh terhadap kegirasan burung poksay. Jika digantang di tempat tinggi dan jauh dari keramaian, burung susah beradaptasi dan tetap merasa ketakutan sehingga kondisinya tetap giras kendati sudah lama dipelihara.

Sebaliknya, apabila sangkar ditempatkan dalam posisi rendah, bisa membantu burung dalam beradaptasi terhadap keramaian, lingkungan, dan sekelilingnya.

Selain itu, sangkar bisa digantang di lokasi yang ramai (misalnya depan rumah), tapi tidak terlalu berisik (misalnya dekat jalan raya yang cenderung ramai dengan suara bising kendaraan).

Itulah beberapa metode menjinakkan burung poksay yang terlalu giras. Setelah burung jadi jinak, tentu perawatan berikutnya akan menjadi lebih mudah.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.