Beberapa pekan tak terdengar gaungnya, kacer Dejavu RK besutan Om Atiq (Djakwir SF) kembali mencorong dalam Latber Yudhistira BC di gantangan Jl Sumbodro Gang 5, Kelurahan Slerok, Kota Tegal, Minggu (13/3).

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Suasana Latber Yudhistira BC di Slerok, Kota Tegal, Minggu (13/3).

Tak tanggung-tanggung, kacer Dejavu menyapubersih dua kelas yang dilombakan. Pada Kelas Mega Bintang, burung ini mengungguli Mesin Jahit milik Om Ukhi (Bandasari) dan Apollo kepunyaan Om Ali dari Pegirikan, Talang.

Kacer Dejavu memiliki senjata andalan berupa suara burung rambatan dan tonjolan walang kecek, serta gaya tarung yang nancep plus buka ekor.

Kacer Dejavu RK dua kali juara 1.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Kelas Bintang juga dimenangi Dejavu. Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih kacer Linder Dog orbitan Om Iis (Ekoproyo, Talang) dan Lorenzo andalan Om Mubarok JP dari Kere Kere Hore Tegal.

Om Atiq (kiri), pemilik kacer Dejavu RK.

Bintang lainnya dalam latber ini adalah kenari Chu Yung Fack besutan Om Pandy (PJR Ujungrusi). Burung ini tampil menawan dengan durasi lagu panjang, iramanya naik-turun terdengar mengesankan.

Tim juri pun menetapkan Chu Yung Fack sebagai juara 1 Kelas Mega Bintang, mengalahkan Dorond Park milik Om Pepeng dan Rem Blong koleksi Abah Jen (Duta Bahari BC Tegal).

Kenari Chu Yung Fack juga nyeri juara 1.

Pada Kelas Bintang, Chu Yung Fack sempat keteteran menghadapi perlawanan kenari yang berada di sebelah gantangannya (nomor 15). Namun pada tahap akhir penilaian, sang rival itu turun di dasar sangkar.

Tim juri pun sepakat mengkoncer 3 bendera merah untuk Chu Yung Fack, dan berhak menjadi juara pertama, sekaligus mengukir double winner. Posisi kedua dan ketiga ditempati kenari Setu koleksi Mr Cipe (Dampyak Tegal) dan Doser milik Om Jayenk, kicaumania dari Slerok.

Om Pandy moncer bersama kenari Chu Yung Fack.

“Begitulah perlombaan! Terkadang hal-hal kecil seperti nabrak, turun, ngeruji, didis, atau kontur fisik kurang meyakinkan saat berbunyi atau saat jeda, dapat mempengaruhi hasil akhir,” ungkap Om Marja Assaka, salah seorang juri di Yudhistira BC.

Kelas cucak hijau selalu menyuguhkan persaingan ketat. Kelas utama Mega Bintang yang diikuti 55 peserta dijuarai Megatron. Gaco milik Om Gatot PW (Duta Bahari BC Tegal) ini memang salah satu cucak hijau terbaik di Yudhistira BC. Bahkan Megatron meraih penghargaan Best in the Class (BITC) bulan Februari 2016.

Persaingan kelas cucak hijau di Yudhistira BC selalu alot.

Juara kedua diraih cucak hijau Elegant koleksi Om Fadhil (Jl KH. Mansyur Tegal), sedangkan Pedro milik Om Supar (Jl Poso Tegal) bertengger di posisi ketiga.

Om Fadhil bersama cucak hijau Elegant.
Om Supar bersama cucak hijau Pedro.

Kelas Bintang (44 peserta) dimenangi cucak hijau Seruni. Penampilan burung pendatang baru milik Om Ucup (Brebes) ini memang mengesankan, dengan awalan nyerecet-rapet, tembakan tengkek buto pendek, namun terus ngedur.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Cucak hijau Seruni mampu mengungguli Cetar kepunyaan Om Agus (Jl Poso 15 Tegal) serta Doremi milik Om Widi dari Tembok Luwung. Keduanya harus puas di posisi kedua dan ketiga.

Cucak hijau Doremi, juara 2 Kelas Bintang.
Om Widi, pemilik cucak hijau Doremi.

Kelas lovebird masih menjadi primadona di Yudhistira BC. Panitia pun membuka tiga kelas, baik pada latber Rabu maupun Minggu.

Lovebird Dolphin milik Om Sopan (PSG Tegal) tampil sebagai juara di Kelas Mega Bintang. Burung ini dulunya milik Om Sanjaya (Aneka Jaya SF). Juara 2 dan 3 diraih lovebird Castini orbitan Om Anam (Slerok) dan Koslet koleksi Om Syarief WK ( BSF Tegal).

Om Anam (kanan): Lovebird Castini runner-up Mega Bintang.

Kelas Bintang dimenangi lovebird Ayin, new comer  besutan Om Susworo (Kere Kere Hore Tegal). Burung ini mengalahkan Lea milik Om Hajud TM (Jl Blimbing Gg. 5 Tegal) dan Ji’ex andalan Om Ragil (Poetra Family SF), yang Januari lalu masuk 3 besar peraih BITC.

Om Susworo orbitkan lovebird Ayin.

Lovebird Putri Ayu koleksi Om Hammam Humam (Gudang Manuk SF Family) terbaik di Kelas Favorit, unggul atas Naga Kecil besutan Om Ken Algrasia (D’Purple) dan Pangeran milik Om Cakra CBSF (Team IKLI Tegal).

MB Maha Dewa pimpin klasemen BITC Maret

Kelas murai batu yang bulan ini memasuki masa penghitungan poin BITC makin bergairah. Persaingan makin sengit. Murai batu Maha Dewa milik Om Fariz Aziz (Kalibuntu BC) nyaris double winner.

Murai batu Maha Dewa nyaris double winner.

Di Kelas Bintang, Maha Dewa meraih juara pertama, disusul The Rock milik Om Alex (Duta Bahari BC Tegal) dan Zorro andalan Om Eko Gibran (Gibran SF).

Kelas Mega Bintang dimenangi murai batu Matador. Gaco milik Om Topik (Bedug, Pangkah) ini mengalahkan Maha Dewa yang nangkring di posisi kedua. Juara ketiga diraih murai batu Tape milik Abah Jen (Duta Bahari BC Tegal).

Om Topik: Murai batu Matador juara 1 di kelas utama.

Berdasarkan hasil latber Rabu dan Minggu sejak awal bulan hingga 13 Maret 2016, murai batu Maha Dewa untuk sementara meraih nilai tertinggi (350 poin). Posisi berikutnya ditempati MB Matador (300 poin), Satria koleksi Mr Hakim Arif Tegal (175 poin) dan Ganesha milik Om Triyono dari Duta Bahari BC Tegal (100 poin).

Kelas pleci tetap terjaga di Yudhistira BC, meski di beberapa tempat juga ada latberan khusus pleci. Om Adi. plecimania dari Kaliber SF, sukses bersama pleci Semar. Gaco ini menjuarai Kelas Mega Bintang, diikuti Satria milik Om Enang (Mawar Biru FC) dan Omes besutan Om Zaki (W-Road Team).

Kelas Bintang dimenangi pleci Begal Motor milik Om D’dien NV 88 (Jatibarang, Brebes). Juara 2 dan 3 diraih pleci Satria dan Sianida milik Om Rizal Kuper (Apache SF).

“Sudah lama pleci Begal Motor tidak mengunjungi teman-temannya di sini,” kata Om D’dien, kicaumania asli Kuningan, sambil tersenyum. (Julis Nur Hussein)

Om Jayenk bersama kenari Doser, juara 3 Kelas Bintang.

Hasil Latber Yudhistira BC Tegal (klik di sini)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2