Murai batu legendaris Happy Birthday (HBD) akhirnya masuk kandang breeding juga. Om Herjohan, atau akrab disapa Om Akia, memutuskan untuk menangkar HBD mengingat umurnya sudah tua. Dia ingin ada keturunan HBD yang kelak mewarisi kehebatan sang legenda.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Om Akia bersama murai batu HBD kesayangannya.

Murai batu HBD termasuk salah satu jawara terbaik yang pernah dijumpai di Indonesia, selain Suara Sakti milik Om Andy Donk (Jogja) dan Natalia milik Om Gunawan (Solo). Namun Natalia sudah tiada, sedangkan Suara Sakti masih ada di tangan Om Andy Donk.

Sepanjang tahun 2012 – 2013, murai batu HBD hampir selalu menjuarai even-even besar di Jawa dan Sumatera. Tak heran jika namanya termasuk dalam daftar murai terbaik nasional Indonesia, bersama Pelor Mas, Racun, Killer, Gobi, Sensasi, Natalia, dan Suara Sakti.

Pada tahun 2014, ada seorang kicaumania yang mendekati Om Akia, dan mengajukan penawaran Rp 600 juta untuk mengambilalih HBD. Tetapi karena hubungan batinnya dengan HBD sangat dekat, Om Akia yang juga pengusaha elektronik di Kota Jambi ini menolaknya.

Happy Birthday (HBD), salah satu murai batu legendaris di Indonesia.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

HBD sempat macet bunyi cukup lama. Namun dengan kesabaran tingkat tinggi, Om Akia mampu menampilkannya kembali sang legenda ini, sehingga tetap bisa berprestasi sampai tahun ini.

“Sebenarnya HBD masih bisa dilombakan dan masih sering berprestasi. Namun mengingat burung ini sudah lumayan tua, saya ingin mendapatkan anakan-anakannya,” jelas Om Akia.

Om Akia: Sudah lama saya ingin mendapatkan anakan HBD.

Untuk mainan di lapangan, Om Akia masih mempunyai seabrek murai batu jawara seperti Togar dan Ucil. Ada juga kacer Metalica. MB Ucil baru saja mencetak hattrick di Batam, Minggu (2/10). Om Akia bakal menurunkan kembali Ucil dan Togar dalam gelaran Merangin Chirpy Cup II di Bangko, Minggu (9/10) lusa.

Berkunjung ke kandang breeding murai batu HBD

Om Kicau pun berkesempatan mengunjungi kandang breeding murai batu HBD di ruko berlantai tiga milik Om Acek Mohiang, salah satu sahabat Om Akia di Jambi. Kandang penangkarannya cukup gede, dengan panjang 3 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 2,5 meter.

Kontruksi kandangnya sangat kokoh, karena menggunakan rangka besi. Dinding depan dan belakang, serta sisi kiri dan kanan, menggunakan kawat ram. Dengan konstruksi dan desain seperti ini, sirkulasi udara bisa mengalir lancar.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Ini dia kandang breeding murai batu HBD.

Bagian dasar kandang ditaburi pasir sebagai alasnya, yang mampu menyerap tumpahan air dan feces / kotoran burung. Di dalam kandang terdapat tempat pakan dan air minum, tangkringan yang kokoh, gelodok / tempat sarang yang ditempakan pada ketinggian 2 meter, serta ember untuk mandi.

“Pakan utama untuk HBD dan pasangannya berupa kroto dan jangkrik yang diberikan setiap pagi dan sore hari,” kata Om Aceh Mohiang yang ikut menangani penangkaran murai batu legendaris itu.

Menurut Om Akia, menangkar burung jawara memang harus hati-hati. Sebab kalau sampai gagal, dia tidak mungkin mendapat anakan dari sang jawara, bahkan ada kemungkinan gagal menampilkannya kembali di lapangan.

Pasalnya, banyak penangkar yang mengalami kegagalan dalam proses penjodohan murai batu jantan dan betina. Bahkan dalam berbagai kasus, burung tewas dihajar calon pasangannya, baik jantan atau betina.

Murai batu HBD di kandang ternak.

Supaya kualitas anakanya bisa setara, atau syukur-syukur melebihi bapaknya, Om Akia harus selektif mencari induk betina yang akan dijodohkan dengan HBD. Induk betina mesti berkualitas dan berasal dari trah jawara pula.

Akhirnya, dia menjodohkan HBD dengan murai batu betina dari Batang Asai, salah satu kecamatan di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. “Indukan betina benar-benar bagus, baik dari asal-usul atau silsilahnya, maupun berdasarkan katuranggannya seperti ekor, mata, dan bodi,” tutur Om Akia.

Induk betina pasangan HBD berasal dari Batang Asai.

Proses penjodohan dilakukan dengan mendekatkan sangkar HBD dan murai betina selama seminggu. Setiap hari mesti dipantau perkembangannya. Setelah benar-benar berjodoh, kedua indukan dilepas ke kandang breedng.

“Meski kelihatannya sudah berjodoh dan disatukan dalam kandang breeding, kami tetap harus rutin memantau perkembangannya. Ini untuk memastikan tidak ada burung yang tewas dihajar oleh calon pasangannya,” tambah Om Akia lagi.

Kini keduanya sudah berjodoh. Om Akia pun lega, karena berpeluang besar untuk mendapat anakan-anakan murai batu HBD. Tentu tak semua anakan akan dikoleksinya. Dia pun ingin berbagi dengan muraimania lainnya. (Kelana Lana)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.