Sekitar 600 ekor burung mengikuti lomba burung berkicau Angkasa Cup bersama Drs H Abdullah Sani di LapanganBakung Team, Jalan RA Siagian PasirPutih, Kota Jambi, Minggu (15/1). Bintang lapangan kali ini adalah kacer Black Jack yang memperkuat Lion SF pimpinan Om Arun.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Suasana kelas lovebird dalam lomba burung berkicau Angkasa Cup bersama Drs H Abdullah Sani di Lapangan Bakung Team, Kota Jambi, Minggu (15/1).

Lomba dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Drs H Abdullah Sani, yang sekaligus membuka even ini, ditandai dengan penggantangan burung murai batu secara simbolis di Kelas Angkasa. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota berharap agar kegiatan ini bisa bermanfaat bagi para kicaumania Jambi dan sekitarnya.

“Hari ini kita bisa kumpul bersama di lapangan ini. Semoga even ini juga bisa memupuk dan mempererat tali silaturahmi serta persaudaraan, tanpa membedakan suku dan agama,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Jambi, Drs H Abdullah Sani.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Kacer Black Jack tampil sangat meyakinkan. Kelas utama Angkasa berhasil dimenanginya, mengalahkan kacer Monster andalan Om Aan Lie (Ozone BC) yang sering berprestasi dalam even-even besar di Pulau Sumatera maupun Jawa. Monster harus puas di urutan kedua, disusul kacer Bahar milik Om Imam Bahar (Bahar SF).

Juara 1, 2, dan 3 kacer kelas utama Angkasa.

Gelar kedua diraih Black Jack di Kelas Bintang. Dua gaco Om Aan Lie, yakni Ziro dan Monster, menempel di posisi kedua dan ketiga.

Black Jack melengkapi kemenangannya dengan menjuarai Kelas Favorit. Juara kedua dan ketiga diraih kacer Noah koleksi Jangkar SF dan Solikin milik KPKJ Team. Noah terbaik di Kelas Sejati, disusul Tentara Langit milik Om Adi.

Kacer Black Jack mencetak hattrick di Angkasa Cup Jambi.

Lion SF tidak hanya mendominasi kelas kacer. Murai batu pun dikuasai single fighter pimpinan Om Arun, setelah murai batu Maha Dewa yang dikawal Om Dedy Jaya Ban sukses menjuarai dua kelas.

Maha Dewa terbaik di Kelas Angkasa, mengalahkan Baron yang memperkuat Jangkar SF dan Sajam milik Om Ucok / Om Aan Lie (Ozone BC). Kelas Bintang kembali dimenangi Maha Dewa. Uniknya, posisi kedua dan ketiga juga ditempati burung yang sama pada sesi sebelumnya, yakni Baron dan Sajam.

Murai batu Maha Dewa dua kali juara 1.

Murai batu Baron dan Sajam akhirnya sama-sama kebagian gelar juara 1 pada dua sesi berikutnya. Kelas Sejati dimenangi Sajam, sedangkan Kelas Favorit dijuarai MB Baron.

Juara 1-3 murai batu Kelas Angkasa.

Sajam merupakan murai batu milik Om Aan Lie dan Om Ucok. Om Aan Lie tak bisa menurunkan jagoan-jagoan terbaiknya, seperti Hercules, Raja Bintang Selatan (RBS), dan Pandawa.

“Ketiganya kebetulan sama-sama dalam kondisi mabung. Makanya saya turunkan murai batu Sajam dan sukses meraih juara pertama, sekali runner-up, dan dua kali juara ketiga,” kata Om Aan Lie.

Om Aan Lie juga moncer bersama kapas tembak Petir. Burung ini memenangi Kelas Sejati, mengalahkan Cleopatra milik Om Nurman (Sukarejo) dan Baday besutan Uda Jok (Nusantara BC).

Om Aan Lie menang di kelas murai batu dan kapas tembak.

Petir nyaris double winner, tapi dikandaskan kapas tembak Buntang Kaleng di Kelas Umum yang meraih juara pertama. Gaco milik H Sobri (Oyong SF) itu memaksa Petir di posisi kedua. Juara ketiga diraih Ken Arok milik Om Arun (Lion SF).

Lovebird Monalisa makin bersinar di tangan Om Ferry Killer Love, yang kali ini memperkuat Lion SF. Dua kelas berhasil dijuarainya, yakni Favorit dan Sejati. Kelas Umum dimenangi LB Pilot, gaco lawas milik Om Said BH (Brother BC).

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Lovebird Monalisa andalan Om Ferry Killer Love.
Juara 1-3 lovebird Kelas Angkasa.

Kemenangan kacer Black Jack, murai batu Maha Dewa, dan lovebird Monalisa membuat perolehan poin Lion SF tak terkejar kontestan lainnya, sehingga dinobatkan sebagai juara umum single fighter. Ozone BC menjadi juara umum BC, sedangkan KPKJ Team meraih gelar juara komunitas.

Lion SF juara umum single fighter.
Ozone BC juara umum bird club.
KPKJ juara umum komunitas.

Kontes yang digawangi Om Aan Yap (ketua pelaksana), Om Heru Ladon (ketua panitia), serta Om Buheri (pelindung) ini memang dikemas apik.

Seluruh kru panitia konsisten tidak menurunkan burungnya. Sikap ini dipuji para peserta, bahkan tak ada yang komplain terhadap penilaian yang diampu Juri BnR Indonesia (JBI).

Om Aan Yap, ketua pelaksana lomba Angkasa Cup.

Panitia juga mendapat donasi dari PT Buyung Poetra Sembada, produsen beras cap Belido dan Topi Koki. Donasi ini berupa uang tunai yang dijadikan doorprize dan diundi di sejumlah sesi. Nominalnya masing-masing Rp 1,25 juta (kacer dan murai batu Kelas Angkasa), Rp 750 ribu (murai batu dan kacer Kelas Bintang), serta Rp 500 ribu untuk sesi murai batu, kacer, lovebird, dan kenari di Kelas Favorit.

Om Aan Yap mengucapkan terimakasih atas dukungan para kicaumania Jambidansekitarnya. “Mohon maaf jika masih ada kekurangannya selama pelaksanaan lomba,” tandasnya. (Kelana Lana)

Selanjutnya, baca Daftar juara lomba burung berkicau Angkasa Cup Jambi (klik saja).

Om Aan Yap (kanan) menyerahkan doorprize uang tunai Rp 1,25 juta kepada Om Bani (peserta kacer Kelas Angkasa).
Drs H Abdullah Sani (kanan) menyerahkan doorprize uang tunai Rp 1,25 juta kepada Om Nando (peserta murai batu Kelas Angkasa).
Drs H Abdulah Sani bersama juara 1-3 kelas pleci.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.