Murai batu Ueno San dan pleci Stroom Boy kembali menunjukkan ketangguhannya dalam even-even di Jabodetabek. Berlaga dalam Latpres Taman Radja Team di lapangan permanennya, Jl Warung Jati Barat 1, Buncit Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (1/4), kedua burung tersebut sama-sama nyeri juara 1 alias double winner.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Suasana Latpres Taman Radja, Sabtu (1/4): Persaingan ketat terjadi hampir di semua sesi.

Murai batu Ueno San yang pernah menjuarai even nasional Piala Raja 2016 di Candi Prambanan berhasil memenangi kelas utama Adventure. Gaco andalan Om Dyaz Takahashi (Tebet) ini mengungguli Arjuna milik H Andri (Laskar 212 SF), Barracuda orbitan Mr Cipto (Jakarta), serta Viking jagoan Om Roby Doda (Ansel Pejaten 45).

Usai mabung, murai batu Ueno San kembali ke top form.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Di Kelas Radja, Ueno San bertahan di posisi pertama, sedangkan Ajuna kembali membuntuti di peringkat kedua. Juara ketiga diraih murai batu Sapu Jagad kepunyaan Om Rudi (Inyong BC).

Sepanjang pekan ini, MB Ueno San meraih kemenangan beruntun. Minggu (26/3) lalu, Ueno San sukses menjuarai Kelas RnB B dalam Launching Balitro di Bogor. Seminggu sebelum tampil di Balitro, burung ini juga memenangi even di Rusun BCI Jakarta.

Om Dyaz (2 dari kanan) orbitkan kembali murai batu Ueno San.

MB Ueno San mengawali debutnya saat menjadi runner-up dalam even Royal Cup di Lapangan Banteng Jakarta, 24 Juli 2016. Kemudian menjuarai even akbar JBI Cup di TMII Jakarta (31 Juli 2016), dan juara 1 Kelas Pariwisata A dalam Piala Raja di Candi Prambanan, 4 September 2016.

“Setelah itu, Ueno San istirahat lumayan lama karena mabung. Setelah rampung mabung, pertengahan Maret lalu mulai dijajal kembali di lapangan, dan ternyata selalu moncer hingga akhirnya double winner di Taman Radja,” kata Om Dyaz Takahashi.

Meski selalu gagal menandingi Ueno San, penampilan murai batu Arjuna orbitan H Andri (Laskar 212 SF) juga terbilang stabil. Arjuna dua kali menjadi runner-up, sekaligus membuktikan ketangguhannya selama ini.

Om Andri (Laskar 212 SF): Murai batu Arjuna dua kali runner-up.

Burung  lain yang meraih double winner hari itu adalah pleci Stroom Boy milik Om Anton Tegal (Formula 123). Dikawal mekanik andalannya, Om Agus, Stroom Boy tampil dua kali, yakni Kelas Panglima A dan B. Kedua kelas itu pun berhasil dimenanginya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Pleci Stroom Boy raih double winner.

Di Kelas A, Stroom Boy mengalahkan Jaaz orbitan Pakem (PCMI) dan Kaka milik Om Abby Iman (Dt MJP). Di Kelas B, Stroom Boy mengungguli pleci Siluman besutan Pakem (PCMI) serta King Cobra milik Om Tio (www.ngoceh). Jaaz terbaik di Kelas C.

Om Agus sukses mengawal pleci Stroom Boy.

Persaingan seru terjadi di kelas lovebird, terutama antara lovebird Edane milik Om Hendri (Buser SF) dan Dorce kepunyaan Caksis (Dapsus). Keduanya saling mengalahkan. Kelas Radja dimenangi Edane, disusul Dorce dan Siboy milik Uyut (Polos). Namun Kelas Ratu dijuarai Dorce, disusul Edane dan Neng Kece milik Om Bayhaqi (Blok S).

Dua kelas baby juga berlangsung ramai. Lovebird Dewa, debutan anyar milik Rinjani (PGM SF), terbaik di Kelas Baby B, mengalahkan Lulu koleksi Abi Azka (OBC Team) dan Koplak besutan Om  Adit (Ps Rumput). Kelas Baby A dimenangi Cemillah milik Anggie (Cipete), disusul Borju orbitan Dorry (Buncit) dan Dewa.

Lovebird Dewa juara 1 dan 3 kelas baby.

PGM SF juga moncer di kelas murai batu melalui aksi Junior milik Om Izul yang masuk empat besar Kelas Radja dan juara 7 Kelas Adventure. PGM SF selama ini memang dikenal tangguh di kelas murai batu dan lovebird.

Secara keseluruhan, Latpres Taman Radja yang dimotori Om Ubai berlangsung ramai (diikuti sekitar 700 peserta), lancar, dan sukses, tanpa komplain dari peserta. (d’one)

PGM SF sukses di kelas lovebird dan murai batu.

Selanjutnya, baca Daftar Juara Latpres Taman Radja Jakarta, Sabtu 1 April 2017 (klik saja).

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.