Om Iman dikenal sebagai salah satu breeder andalan untuk jenis murai batu. Dialah pemilik Raptor BF, sehingga banyak pelanggan yang menyebutnya Om Iman Raptor. Tetapi tahukah Anda, Om Iman justru mengawali hobi dan bisnis sampingan ini dengan beternak perkutut.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Om Iman bersama putrinya.

Bisnis sampingan? Ya! Pasalnya pekerjaan utama Om Iman adalah produser promo on air di Stasiun RCTI Kebon Jeruk. Beberapa program yang sukses ditanganinya antara lain Seputar Indonesia, Hafiz Indonesia (tayang setiap Ramadhan), serta beberapa program religi dan film keluarga.

Om Iman bekerja sangat profesional. Hal ini juga diterapkannya dalam breeding murai batu Raptor Bird Farm. Perkenalannya dengan dunia burung tidak lepas dari jasa kakaknya, H Efendi SH.

“Saat itu, tahun 1990-an, rumah saya berdekatan dengan kakak di Kemanggisan, Jakarta Barat. Kami berdua sering ikut lomba perkutut. Bahkan saya juga pernah menangkar perkutut,” tutur Om Iman kepada omkicau.com.

Nama penangkaran perkututnya pernah berganti-ganti. Awalnya AFF BF, kemudian diubah menjadi Nadira BF, Rinjani BF, Maestro BF, hingga balik lagi menjadi Nadira BF.

“Beternak perkutut penuh liku-liku dan sangat rumit, terutama untuk mencetak anakan berkualitas. Meski sudah menggunakan induk jantan trah jawara serta induk betina trah bangsawan, hasilnya tak selalu seperti yang diharapkan,” jelasnya.

H Efendi (foto kiri), kakak Om Iman yang mengenalkannya pada hobi dan ternak burung.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Namun setelah melakukan berbagai percobaan, Om Iman akhirnya dapat mengembangkan teori F3. Sedikit demi sedikit, beberapa perkutut hasil ternaknya bisa menjuarai even-even besar di seputaran Jakarta.

Pada tahun 2002, H Efendi pindah rumah ke Petukangan. Om Iman tetap bermukim di Kemanggisan. Saat itu sang kakak punya seekor anakan perkutut umur lima bulan, kemudian dibarter dengan tiga burung kicauan: cucakrowo, murai bordan, trucukan, ditambah uang yang jumlahnya lumayan besar.

Burung-burung kicauan tersebut sudah jadi, sehingga menimbulkan suara berisik di rumah baru Om Efendi. “Saat itu saya dan kakai sama-sama kurang menyukai burung kicauan,” tambah Om Imam.

Karena tidak berpengalaman merawat burung kicauan, akhirnya cucakrowo pun mati. Tinggal murai bordan dan trucukan. Om Efendi akhirnya menyerahkan kedua burung itu kepada adiknya.

“Man! Bawa nih burung ke Kemanggisan. Di sini nggak kerawat. Kemarin cucakrowonya mati, tinggal murai sama crukcuk,” ujar Om Efendi. Sang adik pun mengiyakan saja.

Selama beberapa minggu, Om Iman belum sempat ke rumah kakaknya. Akhirnya Om Efendi telepon lagi. “Man mau dibawa nggak burung murainya? Kalo nggak mau, saya lepas aja, kuatir mati lagi!”.

Keesokan harinya, Om Iman pergi ke rumah kakak untuk mengambil murai dan trucukan. Sampai di rumah, murai batu ditaruh di teras lantai dua dan rajin berkicau.

Setelah lama mendengar suaranya, dia baru menyadari bahwa kicauan murai batu sangat indah dan bervariasi. Akhirnya, Om Iman mulai jatuh hati dengan kicauan murai bordan.

“Nah, dari situlah saya sedikit demi sedikit belajar mengenai murai batu. Mulai dari jenisnya, daerah persebarannya, ciri-cirinya, perawatan harian, trik melombakan, sampai membudidayakannya,” kata Om Iman lagi.

Kandang breeding murai batu milik Raptor BF.

Tekatnya untuk serius menekuni breeding murai batu terus membuncah. Pada tahun 2005, dia pergi ke Malang, untuk belajar langsung kepada salah seorang peternak murai batu. Selain itu, dia acapkali sharing dan meminta masukan dari rekan-rekan kicaumania, sembari rajin mengikuti lomba di kelas murai batu.

Dua tahun kemudian, 2007, Om Iman memutuskan untuk membudidayakan murai batu trah jawara dengan label Raptor BF. Pengetahuannya mengenai ilmu breeding perkutut sangat membantu dalam beternak murai batu.

Sebagai modal awal, Om Iman memiliki dua induk jantan langganan juara, yakni Raptor dan Bandit. Lalu dia mencari murai betina yang sesuai dengan karakter si jantan, mulai dari katuranggan hingga silsilah / trahnya.

Kendari tidak langsung berhasil, bahkan sering gonta-ganti betina, akhirnya pasangan Bandit bertelur dan telurnya menetas. Sejak itu, Raptor BF rajin menambah induk jantan jawara yang diperoleh dari rekan-rekan kicaumania.

Beberapa materi induk jantan yang menempati kandang Raptor BF antara lain Ayat Kauniyah, Akhir Zaman, dan Misteri Sunami. “Tapi saya ingin fokus pada kualitas. Makanya, jumlah kandang sengaja saya batasi hanya 12 petak,” tukas Om Imam.

Karena tak selalu berada di kandang, Om Iman berbagi tugas dengan istrinya. Dia bertugas memberi pakan setiap pagi dan malam saja. Siangnya, karena masih bekerja, tugas diambilalih sang istri. Kalau ada trotolan, maka tugas meloloh juga ditangani istrinya.

Dukungan keluarga membuat breeding murai batu Raptor BF berjalan lancar.

Teknik breeding murai batu ala Raptor BF

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Beberapa teknik breeding murai batu kerap dijelaskan dalam website omkicau.com (silakan gunakan panel searching omkicau.com di halaman depan, ketik “breeding murai batu”, “ternak murai batu”, atau “penangkaran murai batu”).

Tetapi pada titik-titik tertentu, sering terlihat ada kekhasan tersendiri pada setiap penangkar. Karena itu, tidak ada salahnya kalau omkicau.com menjelaskan secara singkat tentang teknik breeding murai batu ala Raptor BF.

Setiap pasangan induk mendapat asupan pakan utama berupa voer. Tetapi yang digunakan bukanlah voer burung, melainkan voer ayam 511 Hi Provit.

Pakan tambahan / extra fooding (EF) yang paling dominan adalah jangkrik. Serangga ini diberikan secara ad libitum (tak terbatas), alias sepuasnya burung.

“Kalau murai batu masih dalam proses penjodohan, saya tak hanya memberikan jangkrik, tetapi juga cacing tanah dan kroto,” jelas Om Imam.

Proses breeding murai batu Raptor BF, sejak dari telur hingga menetas.

Tatkala induk sudah mengerami telur-telurnya selama 9 hari, EF yang diberikan terdiri atas jangkrik, kroto, ulat hongkong, dan ulat kandang.

Untuk memastikan kecukupan mineral, burung juga diberi tumbukan sotong atau bisa juga kalk yang ditumbuk. Sayuran terkadang berupa jagung manis atau tauge.

Om Iman juga menggunakan Bird Mature: produk spesial Om Kicau untuk penangkaran aneka jenis burung. Tujuannya untuk memacu produktivitas indukan.

Setelah dipanen, anakan murai batu akan diloloh dengan resep khusus. Bahan lolohan berupa voer produksi sendiri, dengan merek “Bongsor”. Pemberiannya bisa mandiri (diencerkan dengan air), bisa juga dicampur dengan kroto.

“Pakan lolohan spesial ini bisa mendukung pertumbuhan trotolan murai batu sehingga selalu dalam kondisi sehat, cepat besar, serta kaki kekar dan tidak pengkor,” jelas Om Imam.

Selain membuat voer untuk burung pemakan serangga, Om Iman juga menyediakan varian Bongsor untuk burung pemakan biji.

Pakan Bongsor mempunyai beberapa kelebihan, antara lain bersih dan higienis, tekstur sangat halus, tidak mengendap pada tembolok (crop), serta dilengkapi dengan aneka vitamin dan mineral.

Pakan “Bongsor” produks Raptor BF.

Dengan kekhasannya itulah, trotolan murai batu hasil breeding Raptor BF digemari para kicaumania, khususnya kalangan pemain. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 4,5 juta per ekor.

Wilayah pemasarannya cukup luas, mulai dari beberapa kota di Pulau Jawa, hingga wilayah selatan Pulau Sumatera, khususnya Bengkulu, Lampung, dan Padang.

“Raptor BF hanya menjual trotolan murai batu jantan, umur dua bulan, sehat, tidak cacat, dan sudah ngepur total,” tandas Om Imam.

Kandang trotolan murai batu sebelum dipasarkan.

Tips untuk breeder pemula

Sebagai peternak, banyak suka dan duka yang telah dilalui Om Iman Raptor. Sukanya, apabila semua induk bisa produksi bareng, anakan tumbuh sehat dan cepat besar, dan pembeli merasa puas karena burungnya moncer di lapangan.

Dukanya, tentu saja apabila induk macet produksi, banyak induk yang mabung, burung tiba-tiba sakit dan mati. Tetapi semua itu sudah menjadi risiko dan selalu dialami setiap penangkar burung.

Untuk pembaca setia omkicau.com, terutama yang ingin beternak murai batu serta breeder pemula, Om Iman Raptor memberikan beberapa pesan sebagai berikut:

  • Utamakan kualitas! Jangan asal membudidayakan saja. Pilih induk yang benar-benar punya karakter jawara.
  • Kalau mempunyai modal, lebih bagus membeli burung yang sudah berkali-kali juara sebagai calon induk.
  • Pilihlah calon induk jantan yang bertubuh atletis, paruh sedang-panjang dan lurus, sobekan paruhnya lebar, mata besar melotot, sangar, kepala papak-cepak, volume dorr, punya style main, dan sebagainya.
  • Awali beternak murai batu sebagai hobi. Artinya, kita harus mencintai burung yang diternak. Jadi bukan semata-mata mendahulukan profit (motif ekonomi). Dengan bekal mental seperti ini, maka hasil yang diperoleh biasanya lebih memuaskan.
Salah satu trotolan murai batu produksi Raptor BF.
  • Jangan pantang menyerah, terutama jika menghadapi kendala dalam beternak. Percayalah, jika mau berusaha, pasti ada jalan. Di balik kesulitan, pasti ada kemudahan (inna ma’al usyri yusro).
  • Seringlah sharing dan konsultasi dengan para senior yang terlebih dulu berkecimpung dalam dunia murai batu.
  • Gunakan adab menuntut ilmu, agar ilmu breeding menjadi berkah. Jangan sombong tatkala sudah berhasil, karena kesombongan adalah awal kehancuran.
  • Berdoa kepada Allah Ta’ala agar dimudahkan segala urusannya, diberi rezeki yang luas, serta diberi ilmu yang bermanfaat. (neolithikum)

Breeding murai batu Raptor BF

Kontak: HP / WA 0899-2133-173 | Website: raptorbf.blogspot.co.id

Alamat: Jalan Kemanggisan Ilir No 35 Gg 2 RT 16 / RW 8, Kemanggisan, Jakarta Barat

(belakang Pom Bensin Shell).

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.