Tips mencetak trucukan berprestasi — Kelas trucukan / trucuk belakangan ini makin naik daun. Sejumlah event organizer (EO), khususnya di Blok Barat dan Blok Tengah, mulai mengakomodasi aspirasi penggemar dan komunitas burung trucukan dengan membuka kelas tersendiri.
Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.
Namun, perlu diingat, tidak semua trucukan bisa dilombakan. Perlu formula yang tepat supaya burung bisa tampil, berprestasi, sampai akhirnya bisa juara. Untuk itu, omkicau.com mencoba merangkum tips dari para pemilik burung trucukan yang sering meraih juara, khususnya dari Blok Barat dan Blok Tengah.
Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.
Tips dan trik ini disarikan dari pengalaman Om Apoyz (Kobam SF), Om Nanok / Pasukan Ropel Mania Jogja (PRMJ), Om Tholibi (Petrock Maco Pekalongan), Om Ricky / Trocok Mania Community (TMC), Om Nody dari Ropel Mania Bekasi Raya (RMBR), Om Anis / Komunitas Trucuk Tangerang (KTT), dan Om Kedip dari Trucuk Mania Jakarta(TMJ).
Tentu saja tips yang mereka berikan ini bukanlah tips sembarangan. Semuanya melalui proses, diskusi, dan pengalaman langsung di lapangan.
Tips membeli / memilih trucukan kualitas lomba
Jika mau membeli trucukan untuk tujuan lomba, pastikan burung memiliki sifat fighter / petarung. Cirinya, ketika ditempel dengan trucukan lainnya, tubuhnya cenderung tegak dan mengeluarkan bunyi uplik-uplik, nggaruda (bunyi 1 nada, sambil mengangkat sayap), dan / atau ropel (bunyi mirip cucakrowo).
Perhatikan pula umurnya. Idealnya, umur yang tepat untuk melombakan trucukan minimal 1-2 tahun.
Tips perawatan harian
- Burung rutin diembunkan selama 1-2 jam, bisa dimulai pukul 05.00.
- Penjemuran burung dilakukan selama 15 menit – 2 jam (bisa dimulai pukul 07.00).
- Usai diembunkan dan dijemur, sangkarnya dikerodong penuh.
- Jadwal mandi cukup 1-2 kali per minggu, menggunakan cepuk besar, atau bisa juga mandi di dalam karamba.
- Pakan buah-buahan bisa diselang-seling setiap dua hari sekali, antara pisang dan tomat.
- Porsi ulat hongkong dan jangkrik jangan berlebihan, sebab trucukan bukan burung murni pemakan serangga. Porsi harian cukup 1/1 atau 2/2 saja.
- Malam hari, burung bisa diberi kroto secukupnya (opsional).
- Air minum wajib diganti setiap hari. Berikan pula larutan penyegar (opsional) pada cepuk terpisah.
- Madu yang dicampur air bisa diberikandua kali seminggu.
- Sangkar wajib dibersihkan setiap hari.
- Pemasteran burung selama 15 menit, bisa dengan audio nada bebas (opsional).
Tips saat mau digantang / dilombakan
- Jika tidak ada lomba / latber yang membuka kelas trucukan, biasakan burung menjalani gathering / ditrek bersama trucukan-trucukan lain yang sudah ropel, minimal seminggu sekali.
- Jika kesulitan melakukan gathering, trucukan bisa dipancing dengan burung untulan (opsional).
- Sebelum digantang, porsi jangkrik dan ulat hongkong dilebihkan, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Biasanya sekitar 4-6 ekor.
- Kenali karakter burung trucukan tipe basah dan kering. Jika bertipe basah, burung bisa dimandikan sebelum digantang. Kalau bertipe kering, burung tidak perlu mandi saat mau digantang.
Tentu saja rangkuman tips dan trik di atas tidak bersifat mengingat, dan disesuaikan dengan kondisi burung masing-masing. Tips itu pula yang diterapkan Om Nanok terhadap trucukannya yang bernama Mbah Mistis (konon sudah berumur lebih dari 30 tahun).
Tips serupa juga sudah dipraktikkan terhadap trucukan Ninja Perak (milik Om Tholibi), Fakizal (Om Ricky), Jagad (Om Nody), Tapak Dewa (Om Anis), Ken Arok (Om Kedip), dan Jamban Reot (Om Apoyz).
“Sejatinya, trucukan itu burung unik. Sebab dia bisa saja gacor di rumah, tapi pas digantang cuma ngedidis atau rapihin bulu,” tutur Om Apoyz.
Burung trucukan yang dibeli dengan harga mahal pun belum tentu mau bunyi di tangan pemilik baru. Mesti ada ikatan batin antara pemilik / perawat dengan burung momongannya. Tapi hal tersebut jangan dijadikan kendala, justru menjadi tantangan bagi penggemar trucukan agar jagoannya mau bunyi tatkala digantang,” tandas Om Apoyz. (neolithikum / kalm)