Ramuan herbal untuk burung paruh bengkok

Referensi Wajib Baca

Anda memiliki burung paruh bengkok (parrot) seperti lovebird, kakatua, nuri, amazon, atau macaw? Burung seperti ini biasanya diberi pakan buah-buahan dan sayuran seperti pisang, apel, wortel, selada, dan sebagainya. Sebenarnya ada variasi buah, sayuran, bahkan rempah-rempah yang bisa digunakan, sekaligus menjadi ramuan herbal yang menyehatkan untuk burung paruh bengkok. Lanjut membaca

Info-agro manfaat bawang dayak (4): Kaya kandungan beragam obat

Senyawa aktif naftokuinon disimpan dalam umbiElmer Drew Merrill menyematkan nama ilmiah Eleutherine americana untuk bawang berlian – bawang dengan beragam manfaat pengobatan seperti autis, beragam kanker, stroke, diabetes mellitus dll. Ahli botani dari Amerika Serikat itu meminjam kata eleuthera dari bahasa Yunani yang berarti gratis. Adapun nama spesies americana mengacu pada asal bawang berlian yakni Brasil dan Bolivia di benua Amerika.

Menurut ahli Farmakologi dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Dr Sukrasno MSi, eleutherine terdapat secara khusus pada bawang berlian. Artinya senyawa aktif itu hanya terdapat pada bawang berlian sehingga turut menyumbang nama genus tanaman itu.

Tiga bulan

Kandungan senyawa aktif semakin meningkat seiring bertambahnya umur tanaman

Kandungan senyawa aktif semakin meningkat seiring bertambahnya umur tanaman

Saat ini keruan saja, bawang berlian bukan herbal gratisan, meski harganya juga tak semahal berlian. Pekebun di Bogor, Jawa Barat, Ali Rahman, menjual sekilo bawang berlian segar Rp60.000. Semahal apapun, bagi banyak pasien diabetes mellitus, mag, atau stroke bawang berlian tak ubahnya penyelamat. Umbi tanaman anggota famili Iridaceae itu menjadi panasea alias obat beragam penyakit karena mengandung aneka senyawa aktif seperti triterpenoid dan kuinon.

Ada pula senyawa golongan naftokuinon yaitu eleutherol, eleutherin, isoeleutherin, eleucanacin, dan isoeleutherol. Kandungan senyawa bioaktif pada umbi meningkat secara signifikan dari pekan ke-4 sampai ke-12. Peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Dra Evi Mintowati Kuntorini MSc, menduga tanaman menyintesis senyawa biokatif pada sitosol atau massa semicair di dalam sitoplasma sel.

Tanaman kemudian menyalurkan senyawa itu ke vakuola alias bagian dari sel yang berfungsi menyimpan zat makanan, di umbi dalam bentuk glikosida. Itulah sebabnya dari pekan ke pekan ukuran umbi semakin membesar karena berperan sebagai penyimpan senyawa bioaktif. Bukan saja ukuran yang membesar, kadarnya pun meningkat (lihat infografis). Oleh karena itu pekebun idealnya panen bawang berlian pada umur 3-4 bulan pascatanam. Ketika itu kandungan senyawa aktif pun optimal.

Tiga faktor

Masyarakat Thailand mencampurkan bawang berlian dalam salad untuk memperpanjang daya simpan dan mengurangi kontaminasi bakteri

Masyarakat Thailand mencampurkan bawang berlian dalam salad untuk memperpanjang daya simpan dan mengurangi kontaminasi bakteri

Menurut Robbers James E dalam Pharmacognosy and Pharmacobiotechnology, sintesis senyawa bioaktif pada tanaman dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu keturunan atau genetik, ontogeni atau tahap perkembangan, dan lingkungan. Gen mengatur sintesis metabolit sekunder seperti senyawa naftokuinon melibatkan interaksi antara biosintesis, transportasi, penyimpanan, dan degradasi.

Pengaruh ontogeni terlihat jelas pada sintesis metabolit sekunder, biasanya ada peningkatan dalam isi dengan umur tanaman seperti pada bawang berlian. Sementara faktor lingkungan seperti tempat tumbuh, iklim, dan metode penanaman juga mempengaruhi produksi metabolit sekunder.

Menurut Kuntorini kandungan senyawa naftokuinon pada daun tanaman di dalam rumah kaca dan lahan terbuka relatif sama. Kadar senyawa bioaktif pun tetap dari pekan ke-4 sampai ke-12. Artinya, tanaman mengonsentrasikan penyimpanan senyawa aktif pada umbi.

Kandungan senyawa bioaktif pada umbi tanaman pada rumah kaca lebih besar daripada di lahan terbuka. Namun, jenis senyawa aktif sama saja. Artinya tanaman yang ditanam pada rumah kaca maupun lahan terbuka memiliki senyawa bioaktif naftokuinon. Di lahan terbuka, bawang berlian lebih cocok tumbuh di tanah yang memiliki tekstur lempung berliat sebagaimana riset Hartarto Yusuf dari Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Mancanegara

Menurut K Heyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia, bawang berlian dari Amerika tropis dan menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Bawang berlian juga kondang di mancanegara. Voravuthikunchai dari Fakultas Sains, Prince of Songkla University, Thailand, menyatakan bawang berlian lazim digunakan dalam masakan tradisional, misalnya sebagai bahan salad. Apalagi horm daeng alias bawang berlian terbukti dapat mencegah perkembangan bakteri dan pembentukan asam thiobarbiturat sehingga masakan memiliki daya simpan lebih lama.

Masyarakat Thailand menggunakan horm daeng bersama kencur untuk mengobati batuk pada anak. Masyarakat di Amerika selatan dan Amerika Serikat justru memanfaatkannya sebagai tanaman hias baik di dalam pot maupun di pekarangan. Begitu pula masyarakat Tiongkok membudidayakan ang chang-sebutan bawang berlian di sana-sebagai  tanaman hias, bumbu masak, dan obat tradisional untuk flu, pencahar, dan gangguan jantung. (Susirani Kusumaputri/trubus-online.co.id)

Info-agro manfaat bawang dayak (3): Sajian untuk atasi sembelit sampai kanker darah

Aneka ramuan bawang berlain untuk ragam penyakit berbeda

Aneka ramuan bawang berlain untuk ragam penyakit berbeda - aneka kanker dan strokeMeski diketahui manfaatnya sebagai herbal untuk mengatasi berbagai penyakit mulai sembelit hingga kanker darah, penggunaan bawang berlain atau bawang sabrang alias bawang dayak ini perlu herbal pendamping agar daya dobraknya lebih kuat.

Dokter Prapti Utami mengambil sejumput setara 20 gram irisan bawang dayak kering. Lalu mengambil masing-masing 20 g irisan umbi temuputih kering, 20 g rumput mutiara kering, 10 g keladi tikus kering, dan 10 g sambiloto kering. Dokter herbalis itu kemudian memberikan racikan itu kepada pasien penderita kanker rahim. Menurut Prapti bawang dayak, temuputih, dan keladitikus punya khasiat sama sebagai antikanker.

“Khasiat herbal lebih efektif jika dikonsumsi dengan cara dipadukan dibanding jika dikonsumsi tunggal,” kata alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro itu.

Antikanker

Prapti Utami

“Penggunaan bawang dayak bersama herbal lain mesti sebaiknya atas saran para ahli agar herbal bekerja maksimal di dalam tubuh,” tutur Prapti Utami

Penelitian Himawan Budityastomo dari Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, menunjukkan pemberian fraksi etanol bawang dayak dapat menurunkan tingkat ekspresi cyclin-E sel kanker leher rahim HeLa (HPV High Risk Type).

Adanya tekanan pada tingkat ekspresi cycline-E membuat siklus sel kanker terhenti. Penghentian itu memberi kesempatan bagi sel untuk mengenali kerusakan DNA, menginduksi reparasi DNA, serta menginduksi terjadinya apotosis. Pemberian fraksi etanol bawang dayak sebesar 75 µg/ml menurunkan tingkat ekspresi cyclin-E hingga 4%. Artinya hanya 4% dari populasi sel HeLa yang mengekspresikan cyclin-E. Makin rendah angka itu makin baik. Bandingkan dengan kontrol, sebanyak 94% dari populasi sel hela masih mengekspresikan cyclin-E.

Umbi bawang dayak mengandung senyawa naphtokuinonens dan turunannya, seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, dan eleuthernone. Menurut Petr Babula, peneliti di Department of Natural Drugs, University of Veterinary and Pharmaceutical Sciences, Republik Ceko, naphtokuinones merupakan agen antikanker, antimikroba, antijamur, antivirus, dan antiparasit.

Oleh karena multikhasiat, maka bawang berlian juga multimanfaatnya. Herbalis di Balikpapan, Kalimantan Timur, Fuad Abdillah, menuturkan penduduk Borneo kerap menjadikan bawang dayak Eleutherine americana menjadi senjata pamungkas untuk berbagai penyakit setelah pengobatan medis atau herbal lain angkat tangan. “Biasanya bawang dayak manjur mengatasi penyakit akibat pertumbuhan tidak normal sel-sel jaringan tubuh, terutama pada tubuh perempuan, misalnya kista, mioma, dan kanker rahim,” kata Fuad Abdillah.Khasiat lainnya membantu proses pembekuan darah, antiradang, dan imunostimulan.

Patuhi aturan

Umbi bawang berlian juga andal membantu pasien diabetes mellitus, stroke, gangguan pencernaan, hingga kanker darah. Herbalis di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati memadukan bawang dayak dengan dandang gendis untuk pasien diabetes mellitus. “Bawang dayak andal dalam memulihkan metabolisme gula darah,” kata instruktur yoga itu.

Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, meramu bawang dayak, tapakliman, dan pegagan untuk penderita stroke. Untuk pasien berbobot tubuh di atas 50 kg gunakan masing-masing 5 g bahan dan rebus seluruhnya dalam 5 gelas air hingga tersisa setengah.

Dalam mengonsumsi bawang sabrang Prapti Utami menyarankan pasien untuk berkonsultasi dengan herbalis, terutama jika konsumsinya dipadukan dengan herbal lain. Tujuannya agar herbal bekerja maksimal sehingga mampu taklukkan penyakit dalam tubuh. (Andari Titisari/trubus-online.co.id)

Info-agro manfaat bawang dayak (2): Cara penyajian untuk atasi diabetes mellitus, mioma dan mag

Eleutherine dan antosianin bawang berlian mudah larut dan terurai dalam air

Eleutherine dan antosianin bawang berlian mudah larut dan terurai dalam air

Bagi warga Pulau Kalimantan, umbi bawang berlian Eleutherine americana adalah panasea karena selama ini dikenal sebagai penyembuh berbagai macam penyakit. Cara penggunaannya pun bermacam-macam. Mulai diseduh, direbus  dengan api kecil sampai dikonsumsi dalam bentuk kapsul.

Dalam mitologi Yunani, Dewi Panasea dipercaya sebagai dewi yang mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan memperpanjang umur. Oleh karena itu panasea menjadi sebutan untuk obat yang dapat menyembuhkan aneka penyakit. Sosok panasea itu ditemukan warga Pulau Kalimantan pada umbi bawang berlian Eleutherine americana.

Bawang berlian terbukti secara empiris mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, mioma, dan mag. Hasil penelitian Alia Mustika Nur, alumnus Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan umbi tanaman anggota famili Iridaceae itu mengandung senyawa naphtokuinones dan turunannya seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, dan eleuthernone. Naphtokuinones dikenal ampuh sebagai antikanker, antioksidan, antimikroba, anticendawan, antivirus, dan antiparasitik.

Cara penyajian bawang berlian

Serbuk kering

Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, senyawa aktif dalam bawang berlian adalah alisin. “Senyawa itu dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah,” ujar Sidik.

Dr Sukrasno MS, farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, menuturkan bawang berlian juga kaya antosianin, yakni senyawa pewarna alami yang memberi warna merah pada umbi. Prof Sidik menuturkan antosianin berfaedah sebagai antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas. “Di antara senyawa-senyawa aktif itu, kemungkinan eleutherine dan antosianin yang paling banyak berperan,” ujar Sukrasno.

Menurut Sukrasno eleutherine dan antosianin bersifat mudah larut dan terurai dalam air. Oleh karena itu untuk memperoleh faedah senyawa aktif itu cukup gunakan pelarut air. Caranya dengan menyeduh irisan satu siung (30 gram) bawang dayak menggunakan segelas air panas, atau memanaskan dengan api kecil tapi tidak sampai mendidih. Sebab menutur Sidik, sebagian besar senyawa aktif pada tanaman mudah rusak bila dipanaskan lebih dari 900C. Dokter herbalis di Tangerang, Banten, dr Prapti Utami sepakat. Tubuh lebih mudah menyerap kandungan antioksidan bawang berlian hasil proses perebusan.

Sidik menyarankan untuk mengolah bawang berlian menjadi serbuk. “Dengan membuat serbuk, senyawa masih menyerupai aslinya, tidak terjadi degradasi,” ujarnya. Untuk membuat serbuk, cuci umbi segar, iris tipis 3 mm, kemudian keringkan. Pengeringan bisa menggunakan oven dengan suhu maksimal 400C hingga kadar air kurang dari 10%. Atau cukup kering anginkan irisan bawang dayak, tidak terkena sinar matahari langsung.

Irisan bawang sabrang kering setelah 2-3 hari bila temperatur 28-300C. Selanjutnya giling irisan kering itu menjadi serbuk. Untuk mengonsumsinya kita bisa menyeduh seperti yang disarankan oleh Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat. Sidik mengatakan hindari menyeduh dengan air mendidih, cukup dengan air matang tapi hangat. Serbuk bawang berlian juga dapat dikemas dalam kapsul. Namun, dalam bentuk itu tubuh lebih lama mencerna bawang dayak karena mesti mengurai selubung kapsul dahulu.

Manisan

Olahan lain dalam bentuk manisan seperti dilakukan oleh Ronny Yuniar Galingging dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah. Cara membuatnya mudah. Cuci bersih bawang dayak, potong akar dan daun, lalu iris dengan ketebalan 1-2 mm. Kukus irisan bawang dayak itu selama 5 menit. Setelah itu masukkan ke dalam larutan gula dengan perbandingan gula dan air 1:1. Masak sampai kental dan terbentuk kristal gula.

Lukas Tersono Adi, cara konsumsi bawang dayak bisa dalam bentuk rebusan, seduhan, kapsul, maupun lalapan

Lukas Tersono Adi, cara konsumsi bawang dayak bisa dalam bentuk rebusan, seduhan, kapsul, maupun lalapan

Sukrasno menyarankan sebaiknya saat mengolah gunakan umbi bawang dayak segar. “Bahan segar memiliki zat aktif yang masih lengkap,” katanya. Oleh karena itu herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi menyarankan penyuka lalapan untuk mengonsumsi bawang berlian segar. Konsumsilah 3 umbi berukuran sedang atau   4-5 umbi berukuran kecil saat makan sebanyak 2 kali sehari. Agar umbi segar tahan lama, simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung dengan ventilasi cukup agar udara tidak lembap. “Penyimpanannya seperti bawang merah di dapur. Kalau lingkungan terlalu lembap umbi mudah tumbuh tunas,” ujar Sukrasno.

Namun, cara itu hanya mampu mengawetkan bawang dayak selama sepekan. Sukrasno menuturkan supaya lebih awet simpan bawang berlian dalam bentuk bawang rajang kering. Dalam bentuk kering bawang tahan simpan hingga 2 tahun, asalkan tidak ada infeksi cendawan. Ciri bawang kering rusak jika direbus warnanya tidak merah, melainkan cokelat.

Prapti Utami menyarankan sebaiknya kita mengonsumsi olahan bawang berlian satu jam sebelum makan. “Pada kondisi itu lambung dalam keadaan kosong, sehingga penyerapan herbal lebih maksimal,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu. Bagi pasien yang memiliki gangguan lambung seperti mag, sebaiknya konsumsi herbal dua jam setelah makan. Pada saat itu tubuh telah mencerna sebagian makanan dan sebagian  lambung sudah kosong. (Desi Sayyidati Rahimah, Andari Titisari dan Bondan Setiawan trubus-online.co.id)

Info-agro manfaat bawang dayak (1): Pereda autisme

Alergi Rahardika Teguh Hendrarto berkurang berkat konsumsi bawang dayak

Alergi penderita autis berkurang berkat konsumsi bawang dayak

Jika Anda punya anak, sanak-saudara, kenalan atau tetangga yang menderita autis, maka Anda sudah tahu bagaimana “keanehan” perilaku penderita autis. Ada yang sangat agresif, sebaliknya ada juga yang sangat pendiam. Jika demikian, cobalah berikan informasi tentang manfaat bawang dayak (disebut juga bawang berlian atau bawang sabrang) sebagai pereda autisme ini.

Pagi itu Chusnur Ismiati mengajak anaknya, Rahardika Teguh Hendrarto, memasak nasi goreng di dapur. Chusnur menyediakan semua bahan nasi goreng seperti nasi, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sementara Dika-sapaan putranya-menjadi kokinya. Ia menghaluskan bumbu, kemudian menggorengnya bersama nasi. Beberapa saat kemudian, nasi goreng buatan Dika tersaji di meja makan. Chusnur lalu mencicip sesendok makan. “Nasi goreng racikan Dika cukup enak,” ujarnya.

Bagi Chusnur, nasi goreng buatan Dika itu begitu istimewa. Maklum, Dika adalah seorang individu autistik-sebutan orang yang terkena autisme. Sebelumnya, jangankan memasak, ia hanya bisa mengganggu bila sang ibu sedang mempersiapkan makanan. Kini Dika sudah banyak berubah. Ia lebih tenang dan mudah diarahkan untuk melakukan sesuatu. Di kelas terapi, Dika tidak lagi membuka-buka tas temannya dan meminum minuman tamu yang datang ke rumah. Anak laki-laki berusia 13 tahun itu juga dapat menguasai seluruh materi pelajaran sekolah hanya dalam tempo sepekan, sebelumnya sebulan.

Menurut dokter spesialis kejiwaan di Rumahsakit Metropolitan Medical Centre Kuningan, Jakarta Selatan, dr Melly Budhiman SpKJ, perkembangan Dika seperti itu merupakan perubahan yang signifikan. “Jika sudah terlihat bakatnya, dorong terus dan kembangkan. Itu akan berdampak baik bagi perkembangan Dika,” katanya. Seorang individu autistik bukan berarti tak mampu berprestasi. Salah seorang pasien yang pernah Melly tangani bahkan menjadi sarjana. Melly menceritakan di Singapura ada restoran yang seluruh pekerjanya individu autistik.

Bawang dayak

Rahardika Teguh Hendrarto

Rahardika Teguh Hendrarto

Perubahan positif itu terlihat setelah Dika rutin mengonsumsi kapsul bawang dayak pada 2008. Dika mengonsumsi 2 kapsul bawang berlian itu 3 kali sehari yakni pada pagi sebelum makan, serta siang dan sore setelah makan. “Pada pagi Dika mengonsumsi kapsul sebelum makan karena bawang dayak berefek mengenyangkan,” kata Chusnur. Dengan begitu Dika tidak terdorong jajan di sekolah. Harap mafhum sistem pencernaan individu autistik biasanya sangat peka sehingga mudah terganggu, misal menjadi diare, bila mengonsumsi sembarang makanan.

Setelah 10 hari mengonsumsi bawang sabrang, perubahan positif mulai terlihat. “Dika menjadi lebih tenang dan mudah diarahkan,” kata alumnus Fakutas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu.

Dika diketahui mengalami gejala autis pada umur 2 tahun. Saat itu Chusnur mengajak Dika membeli sayuran ke pasar. Tanpa sebab jelas Dika berjalan menjauh dari sang ibu. Dika tidak hirau ketika Chusnur memanggil agar ia kembali. Dika terus berjalan menjauh.

Semula Chusnur menduga Dika mengalami gangguan pendengaran. Ia lalu membawa Dika ke dokter spesialis bagian telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di salah satu rumahsakit di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Hasil diagnosis dokter fungsi pendengaran Dika normal. Dokter menyarankan Chusnur menemui psikolog setelah mendengar cerita perilaku sehari-hari Dika.

Bawang berlian diduga memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antialergi

Bawang berlian diduga memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antialergi

Hasil diagnosis psikolog Dika menyandang autisme. “Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak, bukan suatu penyakit,” kata dr Melly. Lazimnya autisme muncul pada anak yang memiliki kelemahan genetis. Misalnya alergi tinggi terhadap suatu makanan dan ketidakmampuan tubuh mendetoksifikasi racun. Alergi itu dapat memperberat gejala autisme jika tidak segera ditangani. Kelemahan genetis muncul dari orangtua. Menjaga asupan makanan dan menghindari sumber polusi saat ibu hamil salah satu cara memperkecil risiko anak terkena autisme.

Kasus autisme di Indonesia dan dunia semakin meningkat setiap tahun. Pusat Kontrol dan Penanggulangan Penyaki (CDC) melaporkan dalam dokumen tertanggal 29 Maret 2012 bahwa satu dari setiap 88 anak di Amerika Serikat terdeteksi mengalami autism spectrum disorder (ASD). Perbandingan anak laki-laki dan perempuan yang terkena autis 4:1.

Sayang di Indonesia belum ada sensus individu autistik sehingga jumlah anak yang terkena autisme tidak diketahui secara pasti. Ketika seorang anak menunjukkan gejala autisme, sebaiknya segera periksa ke ahli psikologi. Semakin cepat terdiagnosis, semakin besar peluang anak itu kembali ke jalur perkembangan seharusnya. Gejala autisme biasanya muncul pada umur 3-4 bulan atau pada usia 1-2 tahun.

Antialergi

dr Melly Budhiman SpKJ - autisme adalah gangguan perkembangan pada anak dan bukan suatu penyakit

dr Melly Budhiman SpKJ – autisme adalah gangguan perkembangan pada anak dan bukan suatu penyakit

Pada 2008 Chusnur memperoleh informasi tentang khasiat bawang dayak dari sepupunya yang membaik pascaoperasi tumor kelenjar hipofisis. Chusnur berharap Eleutherina americana juga dapat membantu memperbaiki kondisi Dika. Upayanya  membuahkan hasil positif. Kini ia bisa mencicipi nasi goreng buatan anak tercinta.

Bagaimana duduk perkara bawang  dayak membantu memperbaiki kondisi individu autistik? Melly menduga bawang dayak mampu memperbaiki kondisi invidu autistik karena mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antialergi. Alergi pada individu autisme memperberat gejala autisme seperti hiperaktif dan tak bisa berkonsentrasi. Ketika alergi sudah teratasi, maka otak akan bekerja lebih baik sehingga anak menjadi lebih tenang dan mudah berkonsentrasi.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menduga zat aktif pada bawang dayak bekerja memperbaiki metabolisme pencernaan individu autistik dan bersifat sebagai antioksidan. Evi Mintowati Kuntorini dari Program Studi Biologi dan Maria Dewi Astuti dari Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan menguji efek antioksidan umbi bawang dayak Eleutherina americana.

Hasil penelitian yang termuat dalam jurnal Sains dan Terapan Kimia itu menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol umbi bawang dayak sebesar 25,3339 µg/ml. Nilai IC50 menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, karena memiliki nilai IC50 kurang dari 200 µg/ml. Senyawa antioksidan berperan penting dalam mengurangi risiko berbagai penyakit.

Lukas menambahkan, kasih sayang dan perhatian orangtua turut mempercepat pemulihan anak autisme. Hingga kini Dika masih mengonsumsi kapsul bawang berlian dengan dosis lebih rendah yakni 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. “Saya berharap kondisi Dika terus membaik,” ucap Chusnur sebagaimana ditulis Riefza Vebriansyah dalam sebuah artikel di trubus-online.co.id yang hanya bisa diakses oleh member namun bisa di-sharing dengan menyebutkan sumbernya, trubus-online.co.id. (*)

Tips Herbal (4): Buah okra ampuh turunkan kadar gula darah

Berdasar penggunaan beberapa penderita dan juga berdasar riset ilmiah yang sudah dilakukan, buah okra bisa menurunkan kadar gula darah. Mau bukti?

Datang ke negeri jiran, Singapura, Sandra Riswati-bukan nama sebenarnya-bermaksud untuk menjalani operasi usus buntu. Namun, sebelum operasi pasien menjalani pemeriksaan kondisi seluruh tubuh. Ketika itulah dokter mengungkap kadar gula darahnya tinggi, hingga 180 mg/dl. Menurut dr Reno Gustaviani Rustam, SpPD di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kadar gula darah berkisar 140-199 mg/dl berada pada toleransi glukosa terganggu (TGT).

Toleransi glukosa terganggu merupakan tahapan menuju diabetes mellitus. Setelah 5-10 tahun kemudian, sepertiga kelompok TGT akan berkembang menjadi diabetes. Seseorang menderita diabetes jika kadar gula dalam keadaan puasa lebih dari 126 mg/dl, atau kadar gula darah sewaktu-waktu diperiksa lebih dari 200 mg/dl. Penderita TGT berkaitan dengan resistensi insulin. Ia beresiko menderita aterosklerosis lebih tinggi dibanding kelompok normal.

Riset membuktikan okra Abelmoschus esculentus dapat menurunkan gula darah

Riset membuktikan okra Abelmoschus esculentus dapat menurunkan gula darah

Ciri 3P

Reno Gustaviani Rustam mengatakan TGT sering berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan dislipidemia. Pantas, kadar kolesterol Sandra juga tinggi, mencapai 300 mg/dl, kadar normal kurang dari 200 mg/dl. Begitu juga kadar asam urat, mencapai 7 mg/dl, kadar normal kurang dari 7 mg/dl. Karena akan menjalani operasi, kadar gula darahnya mesti normal.

Menurut dr Hendarto Natadidjaja MARS SpPD di rumahsakit Royal Taruma, Jakarta, penderita berkadar gula darah tinggi tetap bisa menjalani operasi, asal kadar gula darahnya dikendalikan dahulu. “Operasi dalam keadaan gula darah tinggi, mempermudah terjadinya infeksi dan memperlama  proses penyembuhan,” ujarnya. Belum lagi jika terdeteksi ternyata kadar gula darah yang berkomplikasi ke jantung atau ginjal. Itu justru meningkatkan risiko operasi.

Dokter Hendarto mengatakan bahwa tingginya kadar gula darah dalam tubuh karena kekurangan hormon insulin. Kekurangan itu terjadi karena produksi hormon insulin di pankreas berkurang atau absolut. Namun, kekurangan insulin bisa saja terjadi meski produksi cukup tetapi tidak berfungsi dengan baik karena reseptor insulin di dalam jaringan kurang alias kekurangan relatif.  “Insulin berfungsi memasukkan glukosa dalam darah ke jaringan tubuh untuk dijadikan bahan bakar agar sel dapat beraktivitas,” kata Hendarto.

Berkurangnya produksi insulin bisa diakibatkan penurunan secara genetik, kelainan, maupun pola makan dan hidup yang memicu munculnya diabetes. Pola makan pemicu diabetes seperti konsumsi makanan mengandung gula dan lemak. Sementara pola hidup pemicu diabetes seperti banyak duduk dan kurang aktivitas. Data Profil Kesehatan Indonesia menunjukkan, pada 2005-2006 diabetes berada pada peringkat ke-9 penyakit tidak menular penyebab kematian di rumahsakit di seluruh Indonesia. Pada 2007, posisi itu naik menjadi peringkat ke-6 dengan jumlah kematian 5,7%.

Dr Hendarto Natadidjaja MARS SpPD menjelaskan, kadar gula darah yang tinggi itu nantinya dikeluarkan lewat urine. Itulah sebabnya jumlah air kemih yang dikeluarkan lebih banyak dan penderita mengalami dehidrasi. Akibatnya, penderita menjadi sering haus. Gula yang tidak masuk dalam jaringan menyebabkan jaringan kekurangan asupan energi, akibatnya timbul rasa lapar. “Sering  kencing, haus, dan lapar, menjadi gejala utama dari diabetes. Atau yang dikenal dengan 3P, polidipsi, poliuri, dan polifagi,” ujarnya.

Selain gangguan metabolisme karbohidrat, terjadi pula gangguan metabolisme lemak dan protein yang dapat menimbulkan kolesterol tinggi. Akibatnya, terjadi  penyumbatan pembuluh darah, baik pembuluh makro maupun mikro. Efeknya berupa disfungsi ereksi, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan penyakit rongga mulut. Paru-paru orang diabetes mudah terkena tuberkulosis.

Seringkali penderita diabetes tidak memberikan gejala klinis, terutama pada orang tua. Setelah beberapa tahun baru diketahui bahwa kadar gula darahnya tinggi. “Seringkali penyakit diabetes ditemukan secara kebetulan,” ujar Hendarto. Itu seperti yang dialami Sandra. Ia sebelumnya ia tidak mengalami gejala seperti haus, lapar dan sering kencing seperti yang dialami penderita kadar gula darah tinggi.

 

Buah okra

Untuk mengatasi kadar gula darah tinggi, Sandra mengonsumsi obat penurun gula darah yang diberikan dokter. Meski telah mengonsumsi obat dokter, kadar gula darahnya tidak juga turun. Ia juga berpantang dengan gula agar kadar gula darahnya tidak semakin tinggi. Demi gula darah stabil, ia mengonsumsi 100 gram nasi per hari. Ketika itulah, pada Oktober 2011, ia mendapat informasi bahwa konsumsi okra menurunkan kadar gula darah.

Berharap mendapat kesembuhan, ia menuruti saran dari sang rekan. Ia mencuci 3 buah okra berukuran besar, panjang 15 cm atau 6 buah okra berukuran sedang (10 cm), kemudian memotongnya menjadi potongan 3 cm. Ia lalu merebus okra tanpa kupas kulit dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas air. “Panci berbahan tembikar lebih aman untuk perebusan,” ujar Sandra.

Air rebusan itulah yang ia minum sehari sekali setelah makan. Setelah 3 bulan rutin mengonsumsi okra, kadar gula darahnya turun. Itu dibuktikan dengan kadar gula darah di angka normal, 103 mg/dl. Agar dapat mengontrol gula darah sewaktu-waktu ibu 5 anak itu memiliki alat periksa gula darah sendiri.

Okra Abelmoschus esculentus berasal dari Asia Tenggara. Namun lebih populer di India, Afrika Barat, dan Brasil. Para pekebun di Indonesia, mulai menanam okra sejak 1877. Teysmann mewartakan dalam het Natuurkunding Tijdschr v.N.I. jilid 38 halaman 55 bahwa ketika kunjungannya ke Makassar pada 1877 melihat biji okra diperdagangkan dengan nama kopi jawa dan dikirim ke Singapura sebagai pengganti (surogaat) kopi. Buahnya yang panjang melancip dari eksemplar-eksemplar dimakan mentah sebagai sayuran, penduduk memakannya sebagai lalap.

Meski kondisi kadar gula sudah menurun, Sandra masih rutin mengonsumsi okra dengan dosis sama. Badannya juga terlihat segar. “Punya penyakit gula tapi kok terlihat segar,” ujarnya menirukan ucapan rekan. Saat melakukan pemeriksaan gula darah pada awal Juli 2012, gula darah puasanya 98 mg/dl, setelah makan 122 mg per dl. Padahal ia baru saja makan nasi 3 kali, dan kue manis. Operasi yang dilakukan Sandra pun akhirnya lancar. Selain kadar gula darahnya yang turun, kolesterol dan asam urat yang ia derita juga ikut membaik.

Riset

Khasiat okra sebagai penurun gula darah terbukti dalam riset Uraku A.J. bersama rekan di Departemen Biokimia, Ebonyi State University, Nigeria. Mereka membagi 60 tikus albino ke dalam 4 kelompok. Grup A sebagai kontrol normal, B kontrol diabetes, C perlakuan ekstrak air okra, dan D perlakuan ekstrak etanolik okra. Mereka menginduksi tikus dengan aloxan dosis 75 mg per kg bobot tubuh, kecuali kelompok kontrol normal, agar menjadi diabetes.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak okra memiliki efek hipoglikemik dan dapat digunakan dalam pengobatan diabetes. Penurunan glukosa darah tertinggi pada grup yang mengonsumsi 800 mg ekstrak per kg bobot tubuh, yakni 38,7 mg/dl. Bandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi 400 mg ekstrak air dan 800 mg ekstrak etanol per kg bobot, penurunannya 35 mg/dl.

Periset menduga adanya senyawa tertentu dalam okra yang bisa mempercepat lintasan metabolisme dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam darah. Dari riset juga terbukti bahwa okra tidak memberikan efek racun pada enzim hati melalui ALP (alkaline fosfatase) dan serum aminotransferases (AST). Dalam 100 gram okra mengandung air 90 gram, 2 gram protein, 1 gram serat, 7 gram karbohidrat, dan 70-90 mg kalsium.

Herbalis di Jakarta Utara, Maria Margaretha Andjarwati, meresepkan okra untuk panas dalam. Bahkan, ia sendiri memetik khasiatnya ketika mengalami panas dalam seperti sariawan dan bibir pecah-pecah. Ia merebus 5-6 buah okra, satu siung bawang putih plus sedikit garam ke dalam 2 gelas air hingga mendidih. Ia meminum rebusan air okra sehari 2 kali. Hasilnya, pada hari ketiga panas dalam yang ia rasakan hilang. Lukas Tersono Adi, herbalis di Bintaro, memanfaatkan okra untuk rematik. Bagi penderita diabetes, okra bisa digunakan sebagai sayuran. (sumber: artikel terproteksi khusus untuk member di  trubus-online.co.id yang boleh di-share dengan menyebut sumbernya)

Rangkaian artikel tips herbal bulan Agustus 2012:

ARTIKEL LENGKAP TERLAMA-TERBARU

Tips Herbal (3): Bibimbap ampuh gempur batu ginjal

Lobak dapat dinikmati dengan cara dibuat menjadi salad bersama dengan wortel

Lobak dapat dinikmati dengan cara dibuat menjadi salad bersama dengan wortel

Pernah dengar istilah bibimbap? Ini adalah makanan (nasi campur) ala Korea. Makanan inilah yang sangat disukai Ihsana (23 tahun). Bibimbap bukan sekadar nasi campur pengenyang, tetapi makanan yang lezat ini juga berkhasiat untuk pengobatan.

Bibimbap campuran nasi hangat serutan lobak, umbi wortel, daging, telur, dan sambal khas Korea yang menyengat. Alumnus Departemen Biologi Universitas Indonesia itu menyantap habis semangkuk bibimbap, termasuk serutan umbi lobak Raphanus sativus. Tanpa disadari, Ihsana sudah mencegah pembentukan batu ginjal. Mayo Foundation for Medical Education and Research, Amerika Serikat menyatakan, risiko setiap orang terkena batu ginjal 10%.

Umbi lobak yang putih itu memang mujarab mengatasi batu ginjal sebagaimana pengalaman kerabat Dra Maryati Kurniadi MSi Apt, dosen di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Narayana, sebut saja begitu, semula mengeluhkan sakit pada kedua sisi pinggang pada 2008. Dokter yang memeriksa dia mendiagnosis Narayana positif batu ginjal.

Untuk mengatasi gangguan itu, Narayana memarut satu umbi lobak bersih, menambahkan air matang dingin, lalu memerasnya. Ia minum air perasan umbi tanaman anggota famili Brasicaceae itu dua kali sehari. Setelah tujuh hari rutin mengonsumsi air lobak, batu ginjal terlihat larut bercampur dengan urine saat ia berkemih. Sakit pinggang pun tak pernah ia rasakan lagi.

Perbanyak minum

Menurut dr Putri Halleyana, dari Klinik Padjadjaran Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, batu ginjal alias batu saluran kemih adalah molekul tertentu yang mengkristal dan mengendap di saluran kemih. Endapan itu terjadi di sepanjang saluran kemih, mulai dari ginjal, hingga ke ujung luar saluran, termasuk kandung kemih. Sebanyak 75% endapan batu ginjal adalah kalsium oksalat. Sisanya, magnesium amonium fosfat alias batu struvit, asam urat, hidroksiapatit, brusit, dan sistin.

Putri Halleyana menyebutkan faktor utama dari kristalisasi adalah jenuhnya kandungan urin akan suatu zat. “Apa yang kita makan dan minum menyumbang sebagian besar kandungan urine,” kata dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu. Putri menyatakan makanan maupun minuman yang mengandung banyak oksalat seperti cokelat, teh, atau bayam jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan risiko pembentukan batu kalsium oksalat di saluran kemih.

Makanan lain yang mengandung kalsium tinggi misalnya ikan salmon, sarden, keju, susu, es krim, dan kol. Makanan itu rata-rata mengandung lebih dari 100 mg kalsium per porsi. Adapun bayam, ikan kering, dan cokelat tergolong makanan yang mengandung kalsium sedang. Cara lain untuk mencegah batu ginjal, kurangi konsumsi garam. Setiap peningkatan 100 mg garam dalam makanan, meningkatkan 25-30 mg kalsium dalam urine. Oleh karena itu mencegah kelebihan asupan kalsium berarti mencegah batu ginjal.

Faktor lain yang meningkatkan risiko pembentukan kristal adalah lambatnya aliran cairan dalam saluran kemih. ”Aliran cairan yang lambat dan statis memberikan waktu bagi zat-zat untuk berinteraksi dan membentuk kristal,” ujar Putri. Oleh karena itu asupan cairan ke dalam tubuh harus selalu dalam keadaan cukup untuk mencegah terjadinya statis aliran dalam saluran kemih.

“Kita harus mencegah kondisi-kondisi yang menyebabkan kurangnya asupan cairan alias dehidrasi,” ujar Putri. Selain itu tubuh yang terlalu banyak diam pada suatu posisi, misalnya duduk terlalu lama, juga dapat memperlambat aliran cairan pada saluran kemih. Selain itu, beberapa gangguan metabolisme dan konsumsi obat-obatan juga dapat memicu pengendapan zat pada saluran kemih. Para penderita batu ginjal sebaiknya mengonsumsi air putih untuk memperlancar pencernaan dan mengurangi beban ginjal.

 

Lobak manjur

Kesembuhan Narayana kebetulan belaka? Maryati tertarik untuk membuktikan khasiat Raphanus sativus sebagai penggempur batu ginjal. Dalam penelitiannya, ia menggunakan umbi-umbi lobak putih sepanjang 22-24 cm, berdiameter 4-5 cm, dan berbobot 300-350 g per umbi. Selain itu ia memanfaatkan batu ginjal kalsium jenis kalsium oksalat-asam urat, kalsium oksalat-magnesium ammonium, dan kalsium oksalat fosfat. Ketiganya dalam dua bentuk, utuh dan gerusan.

Perempuan yang 38 tahun menjadi dosen itu menghancurkan lobak sehingga mendapatkan sari. Ia membagi sari lobak menjadi tiga dosis, yaitu 100 ml, 200 ml, dan 400 ml. Sebagai kontrol positif ia menggunakan eliksir yang lazim untuk mengatasi batu ginjal. Master Farmasi alumnus Universitas Indonesia itu merendam ketiga jenis batu ginjal kalsium itu dalam tiga konsentrasi sari lobak dan eliksir. Total jenderal terdapat 24 sampel percobaan.

Durasi perendaman selama 3 jam dalam suhu 37oC dan dilakukan pengadukan setiap 30 menit sesuai suhu dan kondisi optimal ginjal manusia. Setelah perlakuan, Maryati melakukan sentrifugasi dan destruksi sari lobak, kemudian mengukur kadar kalsium terlarut dengan menggunakan alat spektrofotometer serapan atom (SSA). Maryati melakukan destruksi atau perusakan menggunakan asam nitrat pekat dan asam perklorat dengan perbandingan 5 : 1.

Tujuan destruksi untuk mengubah ikatan kovalen pada sari lobak menjadi ikatan ion. Hasilnya menggembirakan. Sari lobak ternyata efektif melarutkan batu ginjal kalsium, setara dengan eliksir. Hasil terbaik diberikan oleh sari lobak dengan dosis 400 ml. Menurut Maryati, umbi lobak mengandung asam-asam seperti alil isotiosianat, asam pektat, glakturonat, fitin, dan pelargonidin. “Asam-asam itu dapat berfungsi sebagai pelarut,” ujar Maryati. Dengan begitu, lobak dapat melarutkan batu ginjal.

Hasil riset Maryati sejalan dengan penelitian Vargas S dari Departemen Sistem Biologi, Universidad Autónoma Metropolitana-Xochimilco, Meksiko. Vargas membuktikan pemberian ekstrak air Raphanus sativus  mampu menurunkan bobot batu pada tikus yang mengidap batu ginjal. Selain itu terjadi peningkatan volume urine pada tikus dalam waktu 24 jam. Begitu juga riset Vaishali Mute dari Jayawantrao Sawant College of Pharmacy and Research, India.

Kandungan flavonoid di dalam lobak terbukti dapat meningkatkan fungsi diuretik atau peluruh urine pada tikus yang telah diinduksi dengan garam. Anand Tiwari dari Modern College Of Pharmacy, Maharastra, India, menyatakan mekanisme penyembuhan batu ginjal ada beberapa macam, yaitu meningkatkan volume urine, mengurangi aktivitas pengapuran, menyeimbangkan inhibitor dan promotor pada proses kristalisasi dalam urine, mengatur metabolisme oksalat, menyeimbangkan koloid kristaloid, dan sebagai antioksidan pada jaringan ginjal.

Menurut Koordinator Kelas Internasional Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr rer nat Sophi Damayanti, lobak putih juga bersifat antioksidan. “Lobak putih bersifat antioksidan dan antidiabetes,“ ujar Sophi. Menurut alumnus Jurusan Farmasi, Universitas Dusseldorf, Jerman, itu  lobak putih umumnya dipakai untuk mengatasi penyakit degeneratif karena mengandung antioksidan. “Antioksidan yang dimaksud adalah glucosasinolates dari golongan polifenol,” tutur Sophi.

Glucosasinolates itu hanya ada pada keluarga Barsicaceae. Sebagai antioksidan, glucosasinolates mampu menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat berasal dari polusi udara, stres, maupun konsumsi zat-zat pengawet. Selain itu, lobak putih juga berkhasiat sebagai penurun kadar glukosa dalam darah.

Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, kerap meresepkan lobak untuk mengatasi gangguan ginjal, hipertensi, dan diabetes mellitus. Pasien menghaluskan satu umbi lobak lalu menambahkan 200 ml air putih. Ramuan itu untuk satu kali konsumsi termasuk ampasnya. Sebagai pencegahan, Lina menyarankan untuk mengonsumsi lobak dalam sup. (sumber: artikel terproteksi khusus untuk member di  trubus-online.co.id yang boleh di-share dengan menyebut sumbernya)

Rangkaian artikel tips herbal bulan Agustus 2012:

ARTIKEL LENGKAP TERLAMA-TERBARU

Tips herbal (2): Riset membuktikan petai atasi lemah jantung

Buah bau pelindung jantung

Buah bau pelindung jantung

Buah petai sebagai obat mujarab dan itulah yang dibuktikan Sembiring yang sejak lima tahun lalu acap merasakan nyeri di dada kiri. Jika ia kurang tidur, kelelahan, atau menempuh perjalanan jauh, rasa nyeri kian hebat. “Rasanya sampai seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum,” kata pria 62 tahun itu. Puncaknya suatu hari, usai bermain tenis, Sembiring pingsan. Beruntung rekan-rekannya segera membawa Sembiring ke rumasakit. Paramedis mendiagnosis ayah 3 anak itu mengidap penyakit jantung koroner akibat penumpukan plak di pembuluh darah jantung. Sembiring mesti menjalani rawat inap selama 14 hari. Lanjut membaca

Tips Herbal (1): Lawanlah berbagai penyakit dengan menu harian di meja makan

Apakah Anda selama ini memperhatikan betul jenis dan bahan makanan yang Anda santap? Jika tidak, mulailah mencermati apa saja yang Anda konsumsi. Sebab, hidup sehat berawal dari meja makan. Hal inilah yang diyakini benar oleh Ir Hj Azanti Moeis. Oleh karena itu Shanti-sapaannya-menghitung benar setiap kali hendak mengolah, menyajikan, dan mengonsumsi makanan. Mulai dari menu yang dipilih, jenis bahan makanan yang digunakan, porsi, dan cara penyajian. Lanjut membaca

Intermezo Tips-Sehat: Meramu obat herbal pencegah keguguran kandungan

Ramuan herbal pencegah keguguran kehamilanBanyak ibu atau calon ibu mengalami keguguran karena  infeksi TORCH (Toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex virus). Jika hal itu yang Anda atau kerabat Anda alami, gunakan ramuan herbal yang terbukti bisa mengatasi infeksi TORCH yang menjadi penyebab kegagalan kehamilan. Sekadar catatan, artikel ini saya ambil dari trubus-online.co.id yang hanya bisa diakses oleh member Lanjut membaca

Intermezo Tips-Sehat: Kulit semangka manjur atasi diabetes mellitus

Kulit semangka manjur atasi diabetes mellitusKulit semangka manjur atasi diabetes mellitus. Ya, padahal selama ini masyarakat hanya menyantap daging buah semangka yang kuning atau merah merona, kulit mereka campakkan di keranjang sampah. Padahal di kulit itulah terdapat beragam senyawa aktif yang tokcer mengatasi berbagai penyakit termasuk penyakit maut seperti diabetes mellitus. Itu terbukti secara ilmiah sebagaimana riset Sugiyanta, peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Lanjut membaca

Intermezo Agro-Topik: Jeruk nipis tangguh atasi mag

Buah jeruk nipis tangguh atasi penyakit magSakit mag kronis yang diderita Arifin Sobirin kini sembuh berkat jeruk nipis. Jeruk yang berasa sangat masam ini, semula dianggap bakal meremas-remas perutnya yang sangat peka terhadap rasa ekstrim seperti masam/lecut, pedas, asin dan sebagainya. Ternyata, tidak. Sakit mag tidak pernah lagi menghampirinya setelah dia mengonsumsi jeruk nipis. Lanjut membaca

Intermezo: Atasi hidrosefalus dengan kombinasi temulawak, mengkudu, sambiloto, dan ciplukan

Temulawak sebagai obat hidrocefalusHidrosefalus atau masuknya cairan ke otak bisa menyerang orang semua umur. Jika Anda sering pusing dan muncul beberapa gejala seperti gejala stroke, bisa jadi itu adalah hidrosefalus atau hidrocefalus. Obat herbal kombinasi rimpang temulawak, buah mengkudu, daun sambiloto dan ciplukan ternyata bisa atasi penyakit itu. Benarkah hifrosefalus bisa diatasi dengan cara herbal yang murah dan terbukti mujarab tersebut? Simak artikel intermezo ini. Lanjut membaca

Download free 106 artikel peluang usaha, agrobisnis, tips sehat dan ragam hobi flora-fauna

Referensi Wajib Baca

Download free 106 artikel peluang usaha, agrobisnis, tips sehat dan ragam hobi flora-fauna Ketika googling, saya menemukan banyak artikel tips kesehatan, peluang usaha agrobisnis, dan berbagai kiat di seputar perawatan tanaman dan hewan peliharaan. Foto-foto ilustrasi yang indah menghiasi atikel-artikel populer kesehatan, tips sehat, ragam peluang usaha dan dunia hobiis flora dan fauna tersebut. Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.615 pengikut lainnya.