Ini adalah tulisan pertama mengenai perjalanan saya ke Bali, sejak Sabtu, 25 April 2009 sampai dengan 30 April 2009. Perjalanan ini bisa terlaksana karena memang ada sponsornya. Jadi bisa dibilang bahwa ini merupakan perjalanan gratisan untuk saya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Semua biaya ditanggung oleh seorang sahabat yang sebenarnya relatif baru saya kenal. Hanya saja karena seringnya kami bertelepon ria, juga ber-chat, maka seakan-akan kami sudah kenal lama dan lama sekali.

Sahabat saya itu, Hidayat Ansyah, biasa saya panggil Mas Hidayat. Seumuran saya (tetapi lebih mudaan banyak hehehe), dia adalah pemilik Jegeg Nursery, sebuah outlet bunga di Singaraja, Buleleng, Bali.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Bukan sekadar outlet, Jegeg Nursery juga dikenal sebagai salah satu importir adenium dari Thailand. Selain itu, Jegeg juga melakukan pembibitan sendiri untuk beberapa jenis adenium seperti arabicum, RCN dan masih banyak yang lainnya.
Undangan untuk saya cuma dengan satu tujuan. “Ya mainlah kita bisa bersilaturahmi secara langsung,” begitu katanya.

Maaf karena alasan teknis foto sedang dipindahkan… segera akan diupload lagi.

Singkat kata, kami janjian untuk bertemu di Jember. Sebab, Mas Hidayat akan mengikutkan beberapa adenium andalannya dalam kontes nasional adenium yang digelar di kota itu selama sepekan sejak Minggu, 26 April 2009.
Cerita untuk kontes dan hasilnya, pada gilirannya nanti akan ditulis oleh salah seorang sahabat Mas Hidayat di website omkicau.com ini. Kita tunggu saja.

Nonton lomba di Denpasar
Kami janjian bertemu di Jember pada Sabtu (24/4/2009) malam dan bareng-bareng berangkat menuju Denpasar. “Ada lomba burung di sana. Kita nonton dulu,” kata Mas Hidayat.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Tetapi apa hendak dikata, perjalanan saya terhambat di jalan. Bus Patas Mira yang saya tumpangi terlambat masuk Terminal Bungur (Sidoarjo) Surabaya karena padatnya jalanan Solo-Surabaya saat itu.
Maka melalui kontak telepon, kita janjian langsung bertemu di Denpasar.

Selama perjalanan dari Surabaya-Denpasar, tidak ada hal istimewa yang bisa saya ceritakan kecuali “kengileran” saya ketika melihat ikan-ikan besar berseliweran mengikuti laju kapal fery yang saya tumpangi dalam perjalanan Ketapang-Gilimanuk.

Saya benar-benar “ngiler” untuk mancing di laut itu. Hehehe, maklum, selain maniak burung, saya juga maniak mancing…. “Kapan suatu saat nanti, saya mau mancing di sini,” kata saya dalam hati.

Selama perjalanan darat Gilimanuk-Denpasar, ikan yang berseliweran mengikuti fery terus tergambar di benak saya. Singkat kata, sesampai di Terminal Ubung, Denpasar, saya langsung kontak Mas Hidayat yang kemudian menjemput saya dan bareng-bareng menuju lokasi lomba burung “Bali Mandiri Cup”.

Hehehe, sama dengan lomba burung di manapun, suasana lomba di Denpasar juga bising. Teriakan-teriakan penonton selalu mengalahkan segala suasana dan keadaan.
Untuk ukuran lomba, event Bali Mandiri relatif ramai meski tidak seramai lomba burung besar di kota-kota di Jawa pada umumnya.

Di lokasi itu, saya lebih banyak ngobrol asyik dengan Mas Hidayat dan dua rekannya yang bersama-sama Mas Hidayat berangkat dari Singaraja.

Di lokasi itu, saya bertemu dengan Mas Zaenal, salah seorang pengepul anis merah (AM) dari para penangkar alam di Pupuan. Namun saat itu saya tidak sempat kenalan atau ngobrol dia. Baru dua hari kemudian saya main ke Pupuan dan ngobrol banyak dengan dia. Cerita soal “gudang” anis merah Mas Zaenal, akan saya ceritakan pada bagian lain tulisan ini nanti….
(Bersambung)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895