Banyak penghobi burung yang menanyakan bagaimana hukumnya memelihara burung lebih dari satu agar semua burung terjaga performanya. Hal ini sebenarnya pernah saya tulis di banyak jawaban atas  pertanyaan teman-teman. Namun ada baiknya saya tulis lagi review-nya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

1. Jangan menempatkan sesama burung fighter dalam satu rumah. Yang termasuk burung fighter (petarung) murni adalah murai batu, kacer (poci/skoci maupun hitam), sulingan/tledekan, dan decu (konin dan ciblek juga sering dikelompokkan sebagai burung fighter). Risikonya, salah satu di antaranya akan ngedrop atau malah kedua-duanya ngedrop.

Dengan demikian, kalau terpaksa memelihara burung fighter lebih dari satu, dipisah jauh sampai keduanya sama-sama merasa tidak diserang wilayah teritorialnya.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Hal ini memang kadang tidak berlaku untuk burung-burung fighter yang sama-sama dipelihara sejak keduanya belum dewasa/bunyi. Kalau burung dipelihara sejak masih sama-sama belum memiliki klaim teritory tertentu, keduanya bisa saling bertoleransi dan tidak saling menyerang. Juga misalnya antara indukan dan anak-anak gerenasi penerusnya selama keduanya tidak pernah berpisah dalam waktu lama. Kalau sudah dipisah lama, kalau dipertemukan lagi akan tetap tarung memperebutkan wilayah teritory (wilayah kekuasaan).

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

2. Jangan menempatkan burung apapun yang masih muda/belum gacor di dekat burung apapun yang sudah gacor. Kalau untuk tujuan pemasteran, burung yang muda dikerodong dan jangan ditempel/gantang berdekatan.

3. Jangan menempatkan burung yang sedang mabung di dekat burung apapun yang gacor. Sama dengan poin kedua di atas, kalau untuk tujuan pemasteran, burung yang mabung dikerodong dan jangan ditempel/gantang berdekatan.

4. Jangan memelihara burung-burung “bersuara setan” atau “suara mati” untuk jenis burung lainnya. Termasuk yang dikenal sebagai “suara mati” untuk burung yang lainnya adalah suara aseli cucak hijau, cucak rowo, perkutut dan suara bervolume rendah lainnya. Jika murai atau kacer Anda bersuara lagu aseli cucak hijau atau cucak rowo, maka dia sering dianggap punya suara setan/tidak disukai. Lain misalnya cucakrowo dimaster suara cucak rowo karena itu adalah lagu yang diharapkan. Cucakrowo yang punya lagu kicauan suara lovebird misalnya, ya akan disebut CR dengan “bersuara mati”.

Jadi apa yang disebut “suara setan” adalah suara/lagu yang lazim dianggap jelek di dunia lomba untuk dimikiki burung-burung jenis tertentu lainnya.

Dengan demikian, kalau Anda memelihara burung dalam jumlah lebih dari satu, selama tidak menyalahi “4 jangan” di atas, secara umum tidak masalah. Enjoy saja.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895