Jaga nama trah “Golden”, Black Bird Keeping terbuka launching produk

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Black Bird Keeping, kolaborasi penangkaran murai batu punya Om Tony Alamsyah dan DwiTitis Bird Farm (DT BirdFarm) Jogja, kini mulai terbuka dalam launhcing produk mereka. Ada apa di balik semua itu?
Dari omong sana sini, ternyata itu sekadar sebagai pemberitahuan kepada khalayak menyusul banyaknya penangkar lovebird yang menggunakan nama “Golden” di luaran dan disebutkan sebagai hasil penangkaran trah Golden Boy-nya Om Dwi LoveBird Jogja.


“Silakan saja pakai nama Golden, itu kan nama umum, tetapi ya jangan dibranding sebagai trah-nya Golden Boy dari DT BiedFarm,” kata Om Dwi.
Dengan launching secara terbuka demikian, maka publik bisa mengonfirmasikan jika suatu ketika ada orang yang menawarkan LB dengan embel-embel “Golden” atau trah jawara lainnya milik DT Birdfarm.
Hal ini memang bermula dari pertanyaan seorang teman di Batam kepada Om Kicau beberapa waktu lalu. Seusai Piala Presiden yang digelar BnR, ada teman dari Batam yang bertanya apakah dia benar beli Samber Gledek. Ceritanya, dia baru saja membayar LB bernama “Samber Gledek” sekian juta rupiah dari seorang penjual Solo.
Ya maklum saja orang akan percaya karena selama ini LB-LB anakan DT BirdFarm “dibranding” melalui dua jalur, yakni melalui Mas Yuli Pasar Depok Solo yang rajin mengikutkan burung ke arena lomba dan satunya adalah Om Tiony/Bajak Laut Cilacap.
Ternyata memang teman Batam itu tertipui. Karena saat itu, Bledek masih di Cilacap dan kini fotonya mejeng di sini.
Juga menurut kabar yang sudah dikonfirmasikan kebenarannya, ada seekor LB dengan meminjam nama Golden Boy untuk dituliskan di sertifikat sebagai salah satu juara di Lomba Piala Raja beberapa waktu lalu.
“Ya nggak apa-apalah kalau memang itu bisa mengangkat nama pemiliknya. Kalau yang ini, memang sudah minta ijin ke saya, meski baru disampaikan setelah sertifikat ditulis,” kata Om Dwi alias DT suatu ketika.
Apakah dengan launching terbuka ini harganya “turun” dari harga standar jawara? “Ah kalau soal harga, ya biasalah. Peminat serius bisa menghubungi saya atau Om Tony atau Om Yuli Solo.
Ketika ditanya ada kesan bahwa LB dari DT BF mahal-mahal, Om Dwi hanya tersenyum. “Yang dicari LB apa. Itu ada teman jual LB anakan hanya Rp. 500.000 sepasang. Kalau mau, ya silakan saja. Sedangkan untuk LB anakan-anakan dari DT, kita tidak menjanjikan apa-apa kecuali bahwa menyajikan bukti. Lha bagaimana saya tidak sayang untuk melepas LB usia dini dengan harga umum kalau untuk beli indukannya saja saya juga merogoh kocek sampai belasan juta per indukan,” katanya.
Buktinya, kata Om Dwi, anakan-anakan dari DT BF sudah banyak yang berprestasi ketika usia dalam hitungan jari satu tangan. “Kalau ‘yang jelek’ dalam kriteria umum, malah tidak saya jual tetapi saya besarkan untuk saya jadikan indukan. Pengalaman bertahun-tahun menunjukkan burung seperti itu akan beranak LB-LB bagus yang di dalamnya mengalir darah dari kakek atau neneknya.”

Inilah beberapa anakan dari DT BF yang sudah moncer dalam usia dini:

Nah kalau yang di atas itu, kalau cocok harganya tentu dijual. Kalau cocok.

<---maaf menyela sebentar--->

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

-----------------------------------

Kalau belum cocok, bisa pilih yang di bawah ini:

Salam bacok, salam dari Om Kicau.
Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

26 Comments

Komentar ditutup.