Berikut ini adalah artikel kelima (baca dulu artikel pertama, kedua, ketiga dan keempat, ya) dari rangkaian artikel pro-kontra perawatan burung fighter atau petarung yang saya ambil dari Tabloid Agrobis Burung. Perlu saya tekankan, bahwa isi artikel ini tidak mewakili pandangan pengelola blog, Om Kicau. Silakan Anda cermati dengan seksama, khususnya untuk para pemula. Untuk mereka yang sudah malang melintang di dunia burung, ditunggu masukannya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Mengikuti lomba memang tidak selalu mudah. Tak sekadar menenteng burung ke lapangan kemudian menggantungkannya. Ada banyak aturan main tidak tertulis yang mesti dipatuhi bila si burung ingin tampil maksi di lapang.

Pantangan umumnya berlaku untuk burung-burung tipe fighter total, seperti murai batu, kacer, tledekan, juga jenis cucak hijau yang sudah umum diketahui. Memiliki burung murai termasuk banyak pantangan sehingga cukup merepotkan. Selain sangkar ukuran jumbo yang membuatnya lebih makan tempat bila hendak lomba, juga burung murai diyakini pantang untuk dipelihara dalam satu rumah lebih dari satu.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Demikian pula menjelang lomba, jangan sampai kecampur sesama murai batu, juga dianjurkan menghindari berdekatan dengan jenis burung cucak hijau, kacer, dan tledekan.

Kenapa cucak hijau juga termasuk pantangan berdekatan dengan murai batu? “Soalnya cucak hijau kalau kita perhatikan, selama dikerodong di mobil biasa mengeluarkan lagu-lagu maut yang berpotensi membuat murai akan mengeluarkan semangat tempur. Efek dominonya, performa si ekor panjang bisa drop.

Menurut Danang, juri PBI Cabang, Sragen, saat di rumah cucak hijau biasa memainkan lagu-lagu pamungkas, yang amat berbahaya bila didekatkan dengan murai batu. Jenis burung lain yang juga sebaiknya dihindari berdekatan adalah murai dengan kacer, atau murai dengan tledekan. Demikian sebaliknya, bila kita membawa burung tledekan, sedapat mungkin juga mesti dijauhkan dengan kacer dan murai batu.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Cucak hijau memiliki pantangan yang berbeda. Umumnya, cucak hijau pantang dibangungkan ketika sedang tidur, sebab bila terlalu sering dibuat kaget, bulunya biasanya akan jatuh.

Bila perjalanan jauh, cucak hijau umumya juga pantang berangkat malam hari dari tempat asal. Pantangan yang berlaku umum hampir untuk semua jenis burung adalah hindari naik kendaraan yang menggunakan AC, apalagi bila perjalanan cukup jauh. Paling tidak, pasang pada suhu yang tidak terlalu dingin.

Burung bila hendak dilombakan ke luar kota dan dibiarkan terpapar AC secara langsung dengan temperatur dingin, bisa berakibat langsung pada burung, yakni kondisinya bakal drop, mungkin terkena semacam masuk angin, sehingga burung akhirnya malas untuk tampil maksimal.

Mereka yang berhasil mengorbitkan banyak jenis burung dalam berbagai even, biasanya memiliki perawat lebih dari satu. Seorang menangani seekor burung saja. Misalnya ada perawat khusus murai, khusus anis merah, khusus kacer, dan lain-lain.

Tanpa kita tahu, seringkali tidak hanya memilki perawat yang berbeda, tapi bahkan juga memiliki rumah burung

Apapun jenis burung Anda, bagaimanapun rawatan Anda, jangan lupa berikan asupan pakan yang berkualitas, bukan asal banyak.

Burung terlalu banyak makan, cenderung malas bunyi. Burung sedikit makan akan kekurangan tenaga, mudah gembos, dan penyakitan. Okre? Gunakan asupan pakan yang baik, berikan penambah tenaga yang terpercaya.

ANY CHARACTER HERE

yang berbeda, sehingga sehari-hari burung-burung itu menjadi jarang bertemu langsung, dan bila sekali ketemu bisa langsung tarung.

Jadi, ada yang bertugas khusus merawat kenari, merawat murai batu, merawat anis merah, dan Iain sebagainya. Intinya, satu orang umumnya hanya bisa fakus pada satu atau dua jenis burung. (Habis)

Artikel terkait:


Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895