Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Sampul buku memelihara dan menangkar burung lovebird oleh Om Budi Prawoto

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Beberapa waktu terakhir ini saya memang menunggu kehadiran sebuah buku yang mengupas hal ikhwal tentang burung lovebird. Di pasaran, ada memang beberapa buku tentang burung paruh bengkok yang berasal dari Afrika ini. Namun, buku yang ditulis oleh penangkar yang sekaligus penghobi burung masih terbatas.

Kali ini, teman saya, Om Budi Prawoto, meluncurkankan sebuah buku berjudul “Memelihara & Menangkar LOVEBIRD”, dengan rincian spesifikasi secara lengkap sebagai berikut:

Judul Buku: Memelihara & Menangkar LOVEBIRD

Penulis: Budi Prawoto

Halaman/Kertas : 76 halaman; eksclusive art paper 80gr; full colour

Ukuran: 140mm x 210mm

Penerbit: KITA Yogyakarta

ISBN: 9786029897203

Harga + ongkos kirim: Rp 50.000,- (Jawa) Rp. 55.000,- (Luar Jawa)

Sebagaimana ditulis dalam email yang dikirim Om Budi, disebutkan bahwa Buku “Memelihara & Menangkar LOVEBIRD” mengupas tuntas tentang lovebird, mulai dari pengenalan sembilan (9) jenis lovebird, meliputi kehidupan mereka di alam liar, habitat, endemik, kebiasaan dan fakta-fakta biologi yang dimiliki oleh tiap-tiap jenis lovebird tersebut.

Pengetahuan tentang tabiat dan tingkah laku asli mereka di alam liar dapat menjadi rujukan untuk memahami lovebird ketika mereka berada di lingkungan rumah kita sebagai burung peliharaan ataupun burung yang kita tangkarkan.

Selain itu, kiat-kiat memilih lovebird yang memiliki “katuranggan” bagus sebagai calon indukan lovebird pun diuraikan dalam buku ini. Bagaimana menjodohkan lovebird, suplai makanan yang pas, menyediakan tempat dan suasana yang tepat bagi mereka sangat perlu untuk dipahami bagi mereka yang tertarik untuk menangkarkan lovebird. Mutasi warna sebagai salah satu daya tarik lovebird, khususnya mencetak Lutino dibahas dalam Bab Menangkarkan Lovebird, berikut beberapa contoh mutasi warna yang ditemukan pada berbagai jenis lovebird yang umum terdapat di Indonesia, mulai dari jenis Roseicollis, Fischeri dan Personata.

Hand feeding atau membesarkan anakan lovebird dengan bantuan tangan manusia diulas mulai dari umur penyapihan, perlengkapan melakukan HF, hingga meracik ramuan dan jadwal HF terdapat dalam buku ini pada sub bab Hand Feeding Lovebird.

Tentunya terdapat beberapa kendala dalam memelihara dan menangkarkan lovebird. Beberapa kendala penangkaran hingga penyakit yang umum menyerang lovebird diulas pada bagian akhir buku. Tentunya bukan hanya informasi, namun juga bagaimana mengatasi kendala-kendala dan penyakit tersebut.

Buku ini semakin nyaman dan mudah untuk difahami, karena pada bagian-bagian informasi yang penting dilengkapi dengan image atau foto-foto yang representatif.

Oke, berikut ini beberapa nukilan dari buku tersebut:

Nukilan I

Nyasa Love Bird (Agapornis Lilianae)
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Order : Psittaciformes
Family : Psittacidae
Genus : Agapornis
Species : A. lilianae
Binomial name : Agapornis lilianae

Fisik dan warna bulu

Ukuran panjang burung ini sekitar 13 cm. Nyasa lovebird atau Agapornis Lilianae, sering disebut juga Lilian’s lovebird. Lovebird ini memiliki warna bulu dominan hijau, hijau muda pada bagian pantat dan hijau tua pada bagian punggung dan sayap. Bulu bagian kepala berwarna merah kekuningan, cenderung ke orange. Bulu jidat berwarna lebih cerah, namun lebih muda pada bagian leher, tenggorokan dan dada atas. Kulit putih melingkar sekeliling mata berwarna putih. Paruh berwarna merah dan kaki abu-abu.

Endemik
Populasi Nyasa lovebird terdapat di Tanzania Selatan, bagian Barat Laut Mozambique, Malawi, bagian Tenggara Zambia dan Zimbabwe Utara.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Habitat
Nyasa lovebird sering berada di daerah yang banyak ditumbuhi pohonpohon Mopane (colophospermum mopane). Sering pula lovebird ini mendiami tempat yang banyak ditumbuhi pohon-pohon Akasia di tepian danau dan sungai….

Nukilan II

TINGKAH LAKU LOVEBIRD
Mengamati tingkah laku lovebird, selain mengasyikkan, sekaligus dapat membantu memahami kebiasaan lovebird. Hal tersebut bermanfaat bagi siapa saja yang berkeinginan memelihara ataupun menangkarkan lovebird.

Dalam bagian awal pengenalan tingkah laku lovebird dipaparkan beberapa kebiasaan yang mereka lakukan pada masa pra kawin. Dalam bagian selanjutnya akan diuraikan beberapa bahasa tubuh lovebird yang dapat Anda baca sebagai bahan pengamatan sebelum atau setelah Anda memelihara lovebird.

Setelah meninggalkan usia remaja (umur 10 sampai dengan 12 bulan), lovebird jantan sering terlihat tergesa-gesa untuk melakukan ritual perkawinan sepasang lovebird saling menyisir bulu mereka, maka lovebird jantan akan berhenti menyisir bulu, menyuap makanan dan mencoba untuk mengajak kawin pasangannya.

Karena alasan tertentu lovebird pasangannya akan menolak ajakan tersebut. Penolakan tersebut dilakukan dengan cara mendekat dari arah samping, memukulkan paruh kepada pasangan. Dengan paruh terbuka lovebird tersebut akan mengeluarkan suara desisan.

Lovebird jantan akan melindungi diri dengan gerakan-gerakan mematuk atau mundur. Apabila dalam beberapa waktu selanjutnya, pasangan tersebut tidak dapat rukun, atau tidak melakukan proses kawin, maka dapat….

Bagi telinga awam, mungkin suara lovebird tidaklah begitu nyaman untuk dinikmati dibanding burung-burung kicauan yang lain. Lovebird memiliki suara khas cerecetan dan lengkingan. Selain itu mereka juga memiliki variasi suara yang lain. Masing-masing suara tersebut memiliki makna tersendiri. Dari beberapa pengamatan, suara-suara tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:

Nada panggilan
Suara cerecetan lengkingan sering terdengar sebagai tanda panggilan kepada pasangan atau anakan. Cerecetan melengking sering dilantunkan lovebird untuk menjaga mereka tetap dalam satuan kelompok. Di alam liar ataupun kandang ternak suara tersebut sering terdengar, meskipun mereka terlihat bergerombol dalam daerah tempat minum atau makanan.

Nada tersebut juga berfungsi untuk menjaga kesatuan kelompok. Jika terdapat burung pendatang baru dalam sebuah kelompok, maka kehadirannya akan mudah segera terdeteksi. Dalam keadaan biasa dan selama persediaan makanan berlimpah dan terdapat lovebird remaja yang belum memiliki pasangan, maka kehadiran pendatang tidak akan dianggap sebagai ancaman. Sebaliknya, bila dalam kelompok tersebut masing-masing sudah berpasangan, maka pendatang baru akan ditolak karena mengganggu ketenangan kelompok tersebut.

Nada peringatan
Lovebird memiliki kicauan suara ketikan pendek-pendek keras sebagai sinyal peringatan. Mereka melantunkan nada tersebut ketika…..

Nukilan III

Bab II Menangkar Lovebird

Memilih Lovebird
Memilih calon indukan lovebird memerlukan kejelian. Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam memilih calon indukan lovebird adalah kesehatan burung, umur, ukuran dan jenis kelamin. Memilih lovebird yang sehat dapat dilakukan dengan mengamati kecerahan bulu, mata, dan gerakgerik burung tersebut. Bulu yang cerah dan kering menandakan terpenuhinya gizi yang cukup pada burung tersebut.

Sangat perlu untuk memegang burung tersebut guna merasakan kepadatan tubuh burung. Burung yang sehat memiliki daging tubuh yang gempal berisi atau padat. Selain warna bulu dan kepadatan tubuh, perlu dipertimbangkan pula untuk memilih lovebird yang memiliki volume suara keras, kasar, dan panjang. Gerakan yang lincah dengan suara yang keras adalah indikator lovebird sehat.

Proses Penjodohan dan Pengeraman

Apabila telah mendapatkan lovebird yang sehat dan cukup umur maka proses penjodohan dapat dimulai. Bila memungkinkan, sediakan sekelompok burung dalam satu kandang. Dengan cara sepeti itu burung-burung tersebut akan memilih pasangannya sendiri-sendiri. Proses penjodohan dengan menyediakan satu ekor lovebird jantan dan satu ekor betina dalam satu kandang sering mengalami kegagalan. Mengapa terjadi demikian?

Sepasang lovebird belum dapat menjadi garansi bahwa pasangan tersebut adalah pasangan jodoh. Apabila dalam beberapa waktu pemantauan telah terlihat sepasang burung yang selalu berdekatan, saling menyisir bulu, sering berada dalam satu glodok, maka sementara dapat diasumsikan burung tersebut adalah satu pasangan yang telah jodoh.

Bila Anda akan menggunakan kandang kecil (individual; 1 kandang untuk 1 pasang lovebird) maka pasangan tersebut dapat segera dipisah dan dimasukkan dalam kandang individual. Kandang yang dimaksud biasanya berukuran sekitar 80cm x 40cm x 40cm.

Kandang-kandang individual seperti ini dapat dibuat sendiri atau dapat pula didapat di pasar-pasar burung, tempat penjualan bahan makanan burung, atau di petshop. Setelah pasangan lovebird berada dalam kandang penangkaran, maka dibutuhkan asupan makanan yang memicu hormon reproduksi burung tersebut. Selain biji-bijian (kenari seed, milet putih) makanan yang dibutuhkan adalah biji bunga matahari dalam takaran secukupnya, jagung muda, sawi, kangkung, dan touge. Makanan tambahan tersebut terbukti dapat memicu birahi burung…

Catatan tambahan Om Kicau:

Oke teman, meskipun di pasaran sudah tersedia banyak buku tentang lovebird namun Anda perlu memiliki referensi yang satu ini mengingat isi dan kompetensi penulisnya.

Oke, untuk memesan buku ini, silakan Anda kontak langsung ke Om Budi Prawoto di nomer telepun 085725175333.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895