Semenjak terjun di dunia breeding cucakrowo sekitar tahun 2008, GRD Bird Farm mlik Sutoto Balikpapan sudah menghasilkan kurang lebih sekitar 300 pasang cucakrowo yang tersebar di Banjarmasin, Samarinda, Tarakan, Berau, Surabaya, Yogya, Jakarta dan beberapa kota lainnya dari total 25 kandang produksi.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Dengan materi 25 pasang indukan cucakrowo asli Kalimantan, yang aktif produksi baru ada 14 pasang. Sisanya, 11 pasang, dipersíapkan untuk regenerasi dan 2 ekor pejantan disiapkan untuk penggantì bila ada salah satu pejantan sudah uzur.

Karena akhir-akhir ini anakan cucakrowo mulai langka di pasaran, kandang GRD milik Sutoto pun mulai kewalahan melayanai pesanan dari berbagai daerah. Oleh karenanya, untuk mendapatkan anakan berkualitas dari kandang GRD Balikpapan, pembeli harus inden dulu 1 – 2 bulan. “Kandang kita tidak mencukupi pesanan, jadi para konsumen mesti inden dulu selama 1-2 bulan,” ujar Sutoto.

Sutoto di gang kandang penangkaran

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Anakan cucakrowonya dilepas ke pasaran pada usia 40 – 45 hari dengan harga Rp. 5,5 – Rp. 6 juta sepasang di Balikpapan. Kalau anakan tunggal baik pejantan atau betina dibanderol dengan harga Rp. 3 juta per ekor. Bila ada pesanan dari luar Balikpapan, Sutoto bisa mengirim antar-airport yang ada penerbangannya dari Balikpapan ke airport tujuan dengan pembeli menambah ongkos kirim yang berlaku

“Bila dalam pengiriman terluka atau mati, kita siap mengganti 100%. Akan tetapi kalau sudah melewati batas waktu atau menginap di airport, maka hal itu bukan lagi tanggung jawab pengirim,” jelas Sutoto.

Dengan 14 pasang yang aktif produksi, produktivitas kandang GRD mencapai 40-60 % keberhasilan (6-8 pasang tiap bulan) mengingat sulitnya menangkar cucakrowo selama ini.

“Kami siap juga untuk nenerima konsultasi bila ada yang mau bertanya tentang breeding cucakrowo by telepon atau bisa datang langsung ke alamat kami, sekalian silaturahim serta tukar informasi dan pengalaman,” sambung Sutoto.

GRD beralamatkan di Jl. Dua No. 4A, RT 011 Gunung Samarinda, Balikpapan, telepun 0542 410152 dan HP 0812 547 68039.

Rahasia sukses

Untuk perawatan harian sebelum bertelur, maka kepada burung wajib diberikan full jangkrik serta diberi vitamin khusus penangkaran dan minyak ikan supaya merangsang hormon agar cepat bertelur. (Catatan Om Kicau: Apa pemacu produksi yang diberikan untuk burung di penangkarannya? BirdMature dengan dampingan BirdMineral produk Om Kicau. Loh?)

Tetapi daripada saya dianggap mau ngecap hehehe, silakan simak sendiri testimoni Om Sutoto di artikel ini: Sukses penangkaran cucakrowo Om Sutoto dengan BirdMature.

Sutoto menambahkan, kebanyakan breeder tidak berani memberikan kroto. “Akan tetapi kita malah memberikannya sebanyak 2 sendok kroto sehari untuk satu pasang meskipun kondisi sedang mengeram ataupun standby,” jelasnya.

Memantau perkembangan anakan dari ruang monitor

Untuk memudahkan perawatan harian dan melakukan pengamatan, setiap kandang diberi CCTV. Hal itu perlu dilakukan karena cucakrowo rawan stress jika terkena gangguan ketika dilihat langsung.

Cucakrowo normalnya bertelur rata-rata 2 butir akan tetapi koleksi indukan kandang GRD di tahun kedua ini untuk kedua kalinya bertelur 3 butir.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Meloloh anakan perlu kesabaran
Anakan dirawat di inkubator bersuhu 32 derajat

Berkaitan dengan adanya indukan jantan yang suka mematuk telur, dia mengatakan pejantan perlu diambil setelah betina bertelur 1 butir pada pagi hari. Si jantan tersebut dimasukkan ke sangkar soliter atau kandang biasa, selama betinanya mengeram (kurang lebih 14 hari) dan selama betina meloloh anakan. Setelah piyikan dipanen, barulah pejantan dimasukkan lagi.

Sekitar seminggu setelah anakan diangkat, menurut Sutoto, indukan bisa bertelor lagi. Karena dia menggunakan model pemacuan produksi, maka setelah indukan menghasilkan 6-7 kali anakan, pasangan cucakrowo segera diistirahatkan di sangkar biasa.

Beberapa indukan diistirahatkan setelah berproduksi 6-7 kali

Berkaitan dengan adanya indukan yang tidak mau meloloh anakan, mau tidak mau piyikan segera dipindah ke inkubator ketika usia masih 6-16 jam. Kalau indukan normal, yakni mau meloloh, maka piyikan baru diangkat pada usia 7-9 hari dan kemudian dipindahkan ke inkubator.

Di dalam inkubator suhu harus benar-benar terjaga pada angka 32 derajat Celcius karena kebanyakan breeder gagal pada tahap ini.

Setelah piyikan bisa bertengger sendiri (usia sekitar 14 hari) baru piyikan dìpìndah ke sangkar dan dianjurkan sangkar yang dipakai tidak terlalu besar. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi risiko kaki patah karena burung sudah mulai belajar terbang. Kaki patah bisa menyebabkan kematian piyikan.

Sutoto dan koleksi cendet langka

Selain penangkar sukses, Sutoto juga salah satu pemain kicauan kawakan di Balikpapan. Salah satu contoh sukses cucakrowo hasil penangkarannya sendiri dengan ring GRD adalah Hantu Mata-mata yang sering masuk koncer di lomba.

Prestasi di tahun 2011 antara lain adalah Juara I Kapolda Cup Kalsel di Banjarmasin, Juara 5 Gubernur Kaltim di Samarinda, Juara 2 Penas Cup di Tenggarong, dan lain-lain. Di antara koleksi kicauan Sutoto adalah cendet albino langka jenis RREA (Real Red Eye Albino).

Sutoto berpesan untuk menjadi penangkar sejati harus berpedoman pada 4 syarat yaitu: semangat, mau belajar, tekun dan sabar.

Catatan Om Kicau:

Kalau dari awal hingga akhir Anda membaca nama GRD, Om Sutoto melalui SMS kepada saya menjelaskan bahwa itu adalah singkatan dari  GARHINDA. “Itu sekedar nama diambil dari suku kata nama anak-anak saya. Tapi sudah salah kaprah orang Balikpapan, dianggap GUNUNG SAMARINDA tempat usaha saya,” katanya.

(Bahan/referensi artikel Agrobur Edisi Minggu II April 2012, foto-foto oleh wartawan Agrobur – dikirim khusus oleh Om Sutoto untuk pembaca omkicau.com – Terima kasih Om Sutoto, semoga sukses selalu dan ditunggu sharing selanjutnya dalam penangkaran burung pada umumnya dan cucakrowo pada khususnya).

Salam dari Om Kicau

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895