Melanjutkan cerita tentang murai blacktail Ancaman, yang sukses menjadi juara 1 dan juara 2 di even Valentine Jogja, kali ini saya ingin share tentang metode perawatan yang dilakukan Om Giyono Gembul dari Cilacap Team. Kemungkinan besar, Om Ming Basket yang sudah take-over burung ini akan meneruskan pola perawatan yang selama ini diberikan Om Giyono kepada Ancaman, atau mungkin sedikit memodifikasinya. Satu hal yang membedakan Ancaman dari murai batu lainnya adalah asupan jangkrik yang mencapai 15 ekor per hari.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Om Giyono Gembul bersama murai blacktail, Ancaman. [ foto: agrobur]

Metode perawatan terhadap burung apapun memang hak mutlak dari pemilik. Terkadang hampir sama atau bahkan sama dengan apa yang dilakukan kicaumania lain, tetapi bisa juga mendobrak tradisi lama. Nah, Giyono Gembul nampaknya berani “melawan arus”, tetapi hasilnya memang positif.

Jika murai batu biasanya diberi asupan jangkrik dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore, Om Giyono justru memberikannya 3 kali dalam sehari, masing-masing sebanyak 5 ekor. Dengan demikian, dalam sehari Ancaman menyantap 15 ekor jangkrik.

Adakah menu lain? Hanya kroto ! Dua menu pakan inilah yang sehari-hari dikonsumsi Ancaman, sehingga bisa gacor dan mampu mengalahkan Seruling Raja di Kelas Murai Batu Bintang Asmara.

Berikut ini detail perawatan Ancaman selama berada di tangan Om Giyono:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  • Pagi hari, burung dikeluarkan dari gantangan dan langsung dimandikan.
  • Usai mandi pagi, langsung disodori kroto dan 5 ekor jangkrik.
  • Setelah sarapan, burung dijemur hingga pukul 10.00.
  • Sekitar pukul 10.00, burung diangkat dari jemuran dan diangin-anginkan sebentar di teras. Saat itulah, burung mendapat menu jangkrik tahap kedua, juga sebanyak 5 ekor.
  • Jika sarapan kedua sudah selesai, burung langsung dikembalikan ke gantangan semula dan dikerodong untuk istirahat.
  • Sore hari, kerodong dibuka dan burung kembali mendapat menu jangkrik (sarapan ketiga), sebanyak 5 ekor.
  • Habis sarapan ketiga, burung kembali dikerodong sampai pagi.

Perawaran ekstra hati-hati

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

“Perawatannya simpel. Menu pakan hanya kroto dan jangkrik. Merawat murai ekor hitam memang harus ekstra hati-hati, tidak boleh kasar. Jangan sampai burung takut. Kalau burung sampai takut, maka susah untuk menampilkannya kembali,” kata Om Giyono, seperti dikutip Agrobur.

Dengan perawatan seperti inilah Ancaman bisa menghasilkan prestasi demi prestasi, mulai dari lomba lokal, regional, dan terakhir bisa masuk papan atas dalam lomba nasional seperti Valentine Jogja.

Sejak awal, Giyono Gembul memang sudah optimis jagoannya bisa mencetak prestasi bagus di Valentine. “Saya tidak coba-coba, karena saya tahu kualitas Ancaman. Terbukti dia akhirnya mampu berbicara di level nasional, dengan menyingkirkan puluhan murai jawara dari berbagai blok,” tambahnya.

Kini, setelah berada di tangan Ming Basket, para kicaumania ingin melihat apakah prestasi MB Ancaman makin meningkat atau justru sebaliknya. Kita tunggu saja penampilannya dalam even-even berikutnya.

—-

UPDATE (6/3/2013):

Setelah berada di tangan Ming Basket, Ancaman kini berganti nama menjadi Bintang Asmara. Informasi penggantian nama ini berasal dari Tabloid Agrobur yang terbit hari ini: No 669 / Minggu II Maret 2013.

SeteS

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.