Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps) merupakan salah satu spesies burung prenjak yang ada di Indonesia. Selain cinenen kelabu, jenis burung prenjak lainnya meliputi cinenen pisang (Orthotomus sutorius), cica koreng (Megalurus palustris), prenjak jawa alias ciblek (Prinia familiaris) dan cici padi (Cisticola juncidis). Cinenen kelabu, cinenen pisang, dan cica koreng termasuk keluarga Sylviidae, sedangkan ciblek dan cici padi berasal dari keluarga Cisticolidae. Cinenen kelabu dikenal sebagai burung imut yang sulit dalam perawatannya. Tetapi jika sudah terbiasa, pasti Anda bisa !

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung cinenen kelabu rentan mengalami stres.

Cinenen kelabu sering juga disebut sebagai prenjak kepala merah, karena bagian wajahnya berwarna merah karat (semacam oranye tua).  Adapun warna bulunya didominasi abu-abu. Wilayah persebaran di Indonesia sangat luas, karena burung ini memiliki beberapa subspesies atau ras, yaitu :

  • Orthotomus ruficeps cagayanensis : Cagayan Sulu (tepi utara pulau Kalimantan).
  • Orthotomus ruficeps cineraceus : habitat di ujung selatan Myanmar (Tenasserim selatan), wilayah selatan Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Pulau Bangka, dan Pulau Belitung.
  • Orthotomus ruficeps baeus : habitat di Pulau Nias dan Kepulauan Pagai (Aceh).
  • Orthotomus ruficeps oncinnus : habitat di Kepulauan Siberut dan Sipura (tepi barat Sumatera).
  • Orthotomus ruficeps borneoensis: habitat di Kalimantan.
  • Orthotomus ruficeps ruficeps : habitat di Jawa.
  • Orthotomus ruficeps baweanus : habitat di Pulau Bawean (utara Pulau Jawa).
  • Orthotomus ruficeps palliolatus : habitat di Kepulauan Kangean dan Kepulauan Karimunjawa.

Habitat dan kebiasaan

Burung cinenen kelabu sering terlihat di hutan terbuka, pinggir hutan, hutan mangrove, semak-semak tepi pantai, perkebunan, tumbuhan sekunder dan rumpun bambu. Mereka sering terlihat berpasangan. Burung jantan memiliki suara panggilan dan kicauan yang saling bersahut-sahutan dengan pasangannya.

Membedakan jantan dan betina

Penampilan burung jantan dan burung betina sepintas hampir sama. Tetapi jika diperhatikan dengan seksama akan terlihat jelas perbedaannya, antara lain :

  • Burung jantan yang memiliki warna merah yang lebih terang daripada burung betina.
  • Burung jantan memiliki warna tubuh yang lebih gelap daripada burung betina yang warna tubuhnya lebih terang.
  • Ekor burung jantan lebih panjang daripada ekor burung betina.
Cinenen kelabu jantan (kiri) dan betina.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Dari segi suara, burung jantan berkicau lebih bervariasi, dengan suara panggilan dan nyanyian. Sedangkan kicauan burung betina sangat terbatas.

Untuk mendengarkan suara cinenen kelabu di habitatnya, silakan dengar dan download suaranya di sini :

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  • Suara kicau sepasang cinenen kelabu | Download


Perawatan cinenen kelabu

Beberapa penggemar burung mengeluh, karena cinenen kelabu yang baru atau sudah lama dipeliharanya mati. Ya, keluhan ini memang sering terdengar. Sebab, seperti judul artikel ini, cinenen kelabu merupakan burung imut yang sulit dirawat.

Sebagian besar cinenen kelabu yang dipelihara dalam sangkar tidak berumur panjang. Rata-rata hanya bertahan 8 – 10 bulan. Hal ini biasanya karena kurang perrawatan atau perhatian terhadap kebutuhan pokok mereka, seperti serangga, mandi, jemur, dan sebagainya. Apalagi burung ini juga mudah stres.

Keberadaannya masih banyak terlihat dipekarangan sekitar kita

Namun jika Anda telanjur membeli cinenen kelabu, dan ingin merawatnya untuk jangka panjang, misalnya sebagai masteran bagi burung kicauan, poin-poin berikut bisa diterapkan sebagai perawatan rutin atau hariannya :

  • Untuk burung bakalan yang baru dibeli, sebaiknya burung jangan langsung disemprot / dimandikan selama beberapa hari, sebelum burung benar-benar beradaptasi dengan sangkar, pakan, dan lingkungan sekitarnya. Stres yang muncul akibat burung disemprot atau dimandikan bisa membuat burung malas makan, dan beberapa hari kemudian akan mati.
  • Berikan kroto setiap hari sebanyak 1/2 sendok teh, meski burung sudah makan voer total. Pemberian kroto dimaksudkan untuk mencegah burung cepat lemas, atau untuk menjaga staminanya.
  • Berikan jangkrik berukuran kecil, dengan porsi 3 – 4 ekor pada pagi dan sore hari. Jika ukuran jangkrik besar, sebaiknya hanya bagian perutnya saja yang diberikan. Kaki dan kepala tidak perlu diberikan.
  • Multivitamin (BirdVit) sangat dianjurkan untuk menjaga kondisi fisiknya agar selalu fit. Berikan 2x dalam seminggu.
  • Untuk menjaga kekurangan mineral, burung bisa diberi asupan BirdMineral, cukup 1x dalam seminggu.
  • Burung yang sudah beradaptasi dengan sangkar, pakan, dan lingkungannya akan sering terlihat mandi di dalam wadah air minum. Jadi, begitu digunakan mandi oleh burung, segera ganti air minum dengan air yang baru dan bersih.
  • Hindari pemberian ulat hongkong secara berlebihan. Pengalaman saya, pemberian ulat hongkong berlebihan pada cinenen kelabu bisa membuat mata burung menonjol seperti mau meletus. Sebelum diberikan kepada burung, kepala ulat dipotong dulu. Agar lebih aman lagi, ulat hongkong bisa diberikan pada sayuran hijau atau buah-buahan daripada dicampur dalam voer.
  • Untuk burung yang belum makan voer, silakan dilatih dulu (cek penjelasannya di sini).

Dengan membaca artikel ini, apakah Anda tetap berniat memelihara burung cinenen kelabu sebagai piaraan di rumah, dengan risiko tidak berumur panjang? Jika Anda bukan termasuk orang telaten dan konsisten dalam merawat burung, sebaiknya pilih jenis burung lain, dan nikmati suara cinenen kelabu di alam liar, atau melalui suara MP3 di atas. Setuju?

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.