Perawatan pleci, khususnya untuk dilombakan, tentu membutuhkan beberapa faktor pendukung agar burung tampil maksimal di lapangan, sesuai dengan kapasitas terbaik dari pleci itu sendiri. Faktor pendukung, atau bisa disebut sebagai x-factor,  inilah yang mesti dikuasai plecimania. Sedikitnya ada lima faktor yang perlu mendapat perhatian, dan semuanya berkait berkelindan, yaitu 1) perawatan harian dan lomba, 2) kualitas burung, 3) pengecasan, 4) sangkar dan tenggeran, serta 5) nomor urut gantangan. Bagaimana rinciannya? Ikuti tips Om Kicau berikut ini.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Lomba pleci : Diperlukan beberapa x-factor agar burung tampil maksimal.

Beberapa faktor tersebut, terutama perawatan, bahkan sangat bervariasi tergantung kebiasaan yang diterapkan pemilik atau perawat terhadap burungnya. Soal pakan, misalnya, ada yang tidak menggunakan voer tetapi konsisten dengan extra fooding (EF) dan buah-buahan saja. Tetapi ada juga yang memberikan voer, ditambah EF lengkap, dan ada lagi yang memberikan pakan khusus sebelum lomba, seperti yang dilakukan Om Romzy dengan pemberian doping ulat hongkong (UH) terhadap pleci jawaranya.

Oke, berikut ini rincian dari beberapa x-factor agar pleci andalan Anda bisa tampil maksimal di lapangan.

1. Faktor perawatan

Pola rawatan terbagi menjadi dua bagian yaitu pola rawatan harian dan pola rawatan untuk lomba. Hal ini sangat berguna untuk mengontrol kondisi birahi burung sebelum dilombakan.

  • Pola rawatan harian
    Perawatan harian jelas sangat mempengaruhi penampilan/performa burung di lapangan. Perawatan harian ini sebenarnya tergantung kebiasaan dan karakter dari burung itu sendiri. Tetapi perlu diketahui, pleci termasuk burung pengisap nektar. Ini yang selalu tercukupi di alam liar. Karena itu, biasakan memberikan nektar kepada pleci untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya (bagaimana cara membuat nektar sudah dijelaskan di sini). Jadi, selain ketersediaan buah dan EF seperti jangkrik, ulat kandang, dan sebagainya, kebutuhan nektar juga harus dipenuhi. Selain itu, kebutuhan pakan bergizi juga bisa dilakukan dengan membuat pakan olahan sendiri yang cara membuatnya bisa dibuka lagi di sini.
  • Pola rawatan lomba
    Berbagai variasi perawatan khusus lomba sudah banyak diterapkan plecimania di seluruh Nusantara. Ada yang berbaik hati untuk berbagi perawatan lomba, tetapi tidak sedikit juga yang menyembunyikan pengalamannya atau dirahasiakan sendiri (nah, Anda termasuk yang mana, he.. he.. he..). Perawatan khusus lomba itu sendiri lebih banyak diterapkan dari segi pemberian EF, yang bertujuan memainkan birahi burung agar saat dilombakan birahinya mudah naik tetapi stabil (tidak over birahi).

2. Faktor burung berkualitas

Burung berkualitas merupakan faktor yang mendukung apakah pleci akan tampil prima di lapangan atau tidak. Inilah hal utama dalam perawatan pleci khusus lomba. Pleci yang tidak punya kualitas, baik dari segi karakter, volume suara, hingga mental, bisa dipastikan tidak memiliki keunggulan kompetitif di arena lomba. Ia hanya tampil sesuai dengan kapasitas maksimalnya, namun belum mampu mengungguli kemampuan maksimal dari pleci lain yang lebih berkualitas.

Memperoleh burung berkualitas harus diamulai saat membeli pleci. Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam pemilihan pleci berkualitas antara lain volume, kecerdasan, dan yang tidak kalah penting mental dari burung tersebut. Jika Anda berhasil mendapatkan pleci dengan tiga kriteria tersebut, peluang atau prospek memenangi lomba lebih terbuka, setidaknya bisa masuk lima besar, syukur-syukur menjadi the best.

Meski demikian, pleci berkualitas akan menjadi sia-sia, percuma, dan tak berguna, apabila beberapa x-factor lainnya diabaikan begitu saja, terutama perawatan berkesinambungan agar menjadi burung lomba yang bisa diandalkan.

Pleci ombyokan : Harus mencari yang benar benar bermental juara.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Tidak sedikit penggemar pleci atau plecimania yang mencari burung berkualitas dari rekan sesama penggemar pleci, dan tidak mau membelinya di pasaran. Alasannya, mereka sudah faham dan mengerti bagaimana pleci bagus dan benar-benar memiliki kualitas. Dengan demikian, perawatannya pun akan lebih mudah dan tinggal memoles saja untuk dijadikan sebagai burung lomba. Upaya ini bisa dibenarkan, dan boleh juga Anda terapkan.

3. Pengecasan pleci melalui sistem koloni

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Mengingat pleci merupakan burung yang senang berkelompok atau berkoloni, metode pengelompokan bisa diterapkan mulai dari rumah hingga dibawa ke lapangan (sebelum dilombakan). Pengelompokan sebelum lomba ini biasa disebut pengecasan / cas (charges) .

Metode pengecasan itu sendiri bervariasi, berdasarkan pengalaman beberapa sobat plecimania, dan semuanya sudah memiliki bukti prestasi. Sedikitnya ada tiga metode, yang bisa Anda coba satu per satu sampai menemukan mana metode yang terbaik untuk burung Anda. Ketiga metode ini adalah :

  • Pengecasan mulai dari rumah hingga arena lomba
    Dalam metode pengecasan ini, Anda bisa membawa semua pleci yang dimiliki ke lapangan dan tidak dipertemukan dengan pleci lain yang bakal berlomba. Jadi, pleci yang mau Anda lombakan hanya ketemu dengan pleci-pleci di rumah. Usahakan jumlah pleci yang dibawa sebagai pendamping pleci Anda yang akan berlomba minimal tiga ekor. Jadi, mereka akan selalu menjadi sparring partner bagi gaco Anda sebelum digantang di arena lomba.
  • Pengecasan dengan pleci lain yang bakal berlomba
    Metode ini juga banyak dilakukan sobat plecimania di arena lomba. Jadi, beberapa peserta akan berkumpul di salah satu sudut lapangan, kemudian saling mengecas jagoan masing-masing untuk berlatih sebentar. Metode ini sering diterapkan pada cucak hijau, khususnya di Jogja (cek artikelnya di sini).
  • Pengecasan dengan pleci betina
    Metode ini cukup popular di kalangan plecimania, di mana mereka akan mengecas gaconya dengan pleci lain yang berjenis kelamin betina. Pengecasan biasanya dilakukan di rumah, atau sebelum dibawa ke lapangan. Ada juga yang melakukannya di lapangan, beberapa saat sebelum dimulai penggantangan.  Metode pengcasan dengan betina juga biasa diterapkan oleh Om Budi Asarehe dari Madiun, yang artikelnya bisa dibuka lagi di sini.

4. Pengaruh sangkar dan tenggeran

Sangkar dan tenggeran ternyata sangat memiliki peran penting dalam mengubah perilaku dan karakter burung pleci. Selama ini, banyak plecimania yang kurang memperhatikan masalah ini. Mereka sering berkilah: “Bukan sangkarnya yang dinilai, tapi yang dipantau juri adalah burungnya”.

Memang benar juri hanya menilai suara burung, tetapi perlu dicatat, karakter setiap burung bisa berbeda-beda. Ada pleci yang terbiasa di sangkar bulat, dan begitu ganti sangkar justru bermasalah. Misalnya bertingkah nakal di arena lomba. Demikian pula sebaliknya, ada pleci yang penampilannya tetap stabol meski majikannya berkali-kali mengganti sangkar.

Aneka sangkar pleci: Pilihlah yang paling nyaman untuk pleci Anda.

Untuk tenggeran, perhatikan apakah burung merasa nyaman dengan tenggerannya, atau malah lebih sering berulah naik-turun atau bahkan kerap salto. Jika Anda pernah punya pengalaman seperti ini saat lomba, tidak ada salahnya untuk mengganti tenggeran, kemudian dipantau apakah ada perubahan perilakunya. Jika ada, berarti tenggeran lama memang tak membuatnya nyaman di cengkeraman kaki. Bisa kebesaran atau kekecilan, terlalu kasar atau licin.

5. Nomor urut gantangan

Inilah fenomena lomba burung di Indonesia. Nomor gantangan pun dianggap sangat mempengaruhi kinerja burung. Jika burung sudah dianggap jawara dan memiliki mental bagus, mestinya nomor dan posisi gantangan bukan masalah besar. Tengah atau pinggir bukan masalah.

Namun, jika Anda tetap merasa kurang sreg dan tak yakin dengan kemampuan burung jika digantang di tempat / posisi pinggir, tak ada salahnya untuk saling menukar tempat gantangan dengan teman Anda. Itu pun jika teman Anda mau. Tetapi dalam even besar, tukar posisi gantangan belum tentu diperbolehkan.

Beberapa permasalahan pleci di arena lomba

  1. Pleci tidak siap lomba, atau belum memiliki mental yang cukup
    Untuk mengatasi masalah ini, biasakan sangkar burung selalu berpindah-pindah lokasi saat digantang di rumah. Anda juga perlu sering membawanya jalan-jalan atau berkumpul bersama sesama plecimania di suatu tempat. Setelah burung berani berbunyi di tempat ramai atau lokasi yang baru, maka pleci bisa diajak ke latber, meski masih sebatas lokalan. Jika mentalnya sudah teruji, barulah burung dibawa ke even lomba yang lebih besar.
  2. Burung kerap bertingkah nakal di lomba
    Burung yang sering bertingkah nakal di lapangan, misalnya loncat-loncat, biasanya merasa tidak nyaman dengan sangkar dan / atau tenggerannya. Bisa jadi sangkar terlalu luas, jarak antartenggeran  terlalu tinggi atau berjauhan. Jika masalah pleci nakal diakibatkan sangkar atau tenggerannya, solusi terbaik adalah mencari sangkar yang cocok untuk pleci Anda. Anda juga bisa melihat sangkar dan tenggeran yang biasa digunakan pleci-pleci yang sering juara. Meski bukan jaminan mutlak, karena banyaknya kombinasi x-factor, tidak ada salahnya untuk menggunakan bentuk dan ukuran sangkar dan tenggeran yang digunakan pleci jawara tersebut. Jika nggak ngaruh, berarti faktor lain yang berbicara (perawatan, kualitas burung, dan sebagainya).
  3. Saat berlomba, burung malah makan atau mencari pakan
    Khusus untuk burung yang sering mencari makanan sewaktu lomba, maka sebelum digantang, biasakan mengenyangkan dulu jagoan Anda, terutama dengan memberikan EF seperti ulat hongkong atau serangga lainnya. Jika sudah kenyang, barulah digantang. Jangan lupa selalu membersihkan alas sangkar sebelum digantang, karena bisa menarik perhatian pleci untuk mencari sisa-sisa pakan yang jatuh di dasar sangkar.

Itulah beberapa x-factor agar pleci bisa tampil maksimal di arena lomba.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.