Betet atau moustached parakeet (Psittacula alexandri) merupakan salah satu anggota keluarga burung paruh bengkok (parrot). Sebelum lovebird masuk dan popular di Indonesia, betet menjadi burung parrot yang paling banyak dipelihara penggemar burung di Indonesia, di samping kakatua dan nuri. Kepintaran dalam melakukan berbagai atraksi yang diajarkan kepadanya, serta sifatnya yang cepat jinak, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang memelihara betet. Bagaimana cara merawat dan menangkar betet? Simak penjelasan Om Kicau berikut ini.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Betet merupakan burung asli Indonesia, namun wilayah persebarannya bukan hanya di Indonesia saja. Speesies ini juga dijumpai di India, China, dan beberapa negara di Asia Tenggara lainnya. Tetapi burung ini dilaporkan tak dijumpai di Semenanjung Malaysia dan Sumatera.

Meski dilaporkan tidak dijumpai di Sumatera, sebenarnya ada subspesies / ras endemik di Pulau Simeuleu dan Kepulauan Banyak (Aceh) serta Pulau Nias (Sumatera Utara). Di Kalimantan, burung betet masih sering terlihat di wilayah tenggara, terutama di sepanjang Sungai Barito.

Yang cukup menyedihkan adalah keberadaan betet di Jawa dan Bali yang populasinya terus menyusut, akibat maraknya perburuan di alam liar. Betet di kedua pulau itu kini hanya bisa dijumpai di daerah-daerah terpencil, kecuali koloni besar yang hidup di sekitar Kebun Binatang Ragunan Jakarta.

Peta wilayah persebaran burung betet di seluruh dunia.

Secara global terdapat 8 (delapan)  subspesies / ras burung betet, yaitu :

  • Psittacula alexandri abbotti ; menyebar di Kepulauan Andaman.
  • Psittacula alexandri alexandri ; di Jawa dan Bali, diintroduksi ke wilayah Kalimantan Selatan.
  • Psittacula alexandri cala ; Pulau Simeulue, Aceh.
  • Psittacula alexandri dammermani ; di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.
  • Psittacula alexandri fasciata; kaki gunung Himalaya (mulai Uttar Pradesh utara hingga ke Arunachal Pradesh danAssam, India), lalu ke timur melewati Asia Tenggara hingga China Selatan, diintroduksi ke Singapura, Hongkong, dan beberapa kota di Provinsi Guangdong, China.
  • Psittacula alexandri kangeanensis ; Kepulauan Kangean.
  • Psittacula alexandri major; Kepulauan Banyak, Aceh.
  • Psittacula alexandri perionca ; Pulau Nias, Sumatera Utara.

Salah satu ciri khas butung betet yang membedakannya dari burung paruh bengkok lainnya adalah tanda hitam di sisi wajahnya yang menyerupai kumis. Burung jantan dewasa memiliki paruh berwarna merah terang, sedangkan paruh burung betina berwarna hitam.

Burung betet jantan dewasa (kiri) dan betet betina dewasa.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Pada burung muda, jenis kelamin masih sulit dibedakan, karena penampilan fisiknya hampir sama dan mirip dengan burung betina dewasa. Tetapi beberapa penangkar berpengalaman bisa melakukan sexing pada burung muda dengan melihat bagian cere atau bagian di atas pangkal paruh, di sekitar lubang hidungnya. Burung muda betina memiliki cere melengkung hingga ke dahi, sedangkan burung jantan muda cenderung datar di dahi. Selain itu, burung muda betina juga memiliki wajah berwarna biru.

Termasuk burung yang cerdas

Perawatan harian burung betet relatif mudah. Burung ini menyukai buah dan sayuran. Bahkan banyak pemilik yang hanya memberikan jagung manis saja kepada betet piaraannya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Penangkaran burung betet

Prinsip penangkaran betet tidak jauh berbeda dari lovebird dan parkit. Pilihlah calon induk yang berumur 2 – 3 tahun, sehingga organ reproduksinya benar-benar matang.

Tidak sedikit pula yang memasangkannya sejak masih berusia muda, agar proses penjodohan bisa berjalan lebih cepat. Tetapi risiko kawin muda menjadi sangat besar, dan kurang baik untuk anakan. Solusinya adalah telur-telur yang dihasilkan pada periode peneluran pertama dan kedua jangan ditetaskan dulu. Baru pada periode peneluran yang ketiga, ketika organ reproduksi burung jantan dan berina sudah berkembang makin sempurna, telur-telur sudah bisa ditetaskan atau dierami induknya.

Umur ideal induk jantan dan betina sekitar 2-3 tahun.

Kandang penangkaran bisa menggunakan kandang battery yang sering digunakan untuk menangkar lovebird. Boleh juga menggunakan kandang yang berukuran lebih luas, termasuk kandang aviary. Kotak sarang / gelodok memiliki pintu keluar-masuk berbentuk bundar, dengan diameter disesuaikan dengan ukuran tubuhnya.

Kotak sarang berbentuk gelodok.

Proses penjodohan bisa dianggap selesai dan berhasil, jika burung betina mulai minta makanan kepada burung jantan. Pasangan yang sedang romantis-romantisnya ini bisa langsung dimasukkan ke kandang penangkaran yang sudah dilengkapi dengan gelodok. Bahan untuk bersarangnya antara lain sobekan kertas atau bekas serutan kayu. Dalam waktu tidak lama kemudian, keduanya sudah akan kawin.

Betet betina sedang mengerami telur-telurnya

Induk betina akan bertelur sebanyak 2 –  4 butir, yang akan dierami selama 22 hari atau hampir sama dengan lama pengeraman telur lovebird. Setelah menetas, anakan betet akan menjadi burung yang dewasa pada umur 52 hari,

Jika penangkaran menggunakan kandang aviary yang luas, maka ranting atau tenggeran bisa didekatkan pada gelodoknya, untuk menghindari burung muda terjatuh dari sarang sewaktu keluar dari gelodok. Tambahkan beberapa agar betet muda bisa berlatih melompat dan terbang.

Betet muda bisa saja dibiarkan bersama induknya selama 9 bulan. Tetapi jika menginginkan induk terus berprodukis, maka penyapihan bisa dilakukan pada umur 12 – 14 minggu.

Betet-betet muda siap menghadapi dunia barunya.

Biasanya penggemar betet akan memisahkan anakan dari induknya setelah mampu keluar dari sarang. Hal ini dimaksudkan untuk membuatnya lebih cepat jinak dan mampu menirukan suara-suara di sekitarnya dengan baik.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.