Ngentrok merupakan salah satu kekhasan yang dimiliki burung cucak hijau. Sebagian ijomania beranggapan bahwa gaya tersebut berbanding lurus dengan performa suaranya. Sebenarnya tidak demikian, meski banyak cucak hijau yang mampu mengeluarkan semua lagu isiannya sambil ngentrok, njegrik njabrik. Ngentrok pada hakikatnya merupakan ekspresi kejiwaan (bukan kontroversi hati, lho…) atau kondisi emosional dari burung tersebut. Yuk, kita fahami bersama kondisi ngentrok pada cucak hijau.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Ngentrok bisa muncul kapan dan di mana saja, tergantung kondisi emosi burung.

—-

Ngentrok memang lebih didefinisikan sebagai kondisi emosional burung, terutama cucak hijau, dan tak terlalu terpengaruh oleh kondisi birahi. Jadi, ini berbeda dari gaya tarian yang biasa dilakukan beberapa jenis burung lainnya. Misalnya kacer dengan gaya ngobra dan buka ekornya, murai batu dengan menaikturunkan ekornya yang cantik, serta ciblek dengan lompatan-lompatan seksinya.

Pada cucak hijau, ngentrok identik dengan kondisi emosi yang sangat tinggi, dan ini biasa dipengaruhi faktor pakan dan perawatan yang diberikan kepadanya. Bahkan gaya ngentrok bukan hanya muncul di lapangan. Di rumah pun, dalam kondisi sendiri, cucak hijau juga bisa ngentrok.

Bagi ijomania yang burungnya biasa diberi voer, cucak hijau biasanya akan “berontak” ketika menu yang ada hanya voer saja. Dia pasti menginginkan buah kesukaannya, entah pisang maupun pepaya. Karena tidak bisa ngomong, maka cara memberontaknya ya dengan ngentrok, menunjukkan rasa tidak puas, tidak nyaman, dan sejenisnya.

Dalam kasus lain, cucak hijau yang jarang sekali dijemur, atau penjemuran terlalu singkat, juga sering tiba-tiba ngentrok dan akan mengejar-ngejar pemiliknya dengan beringas. Hal ini dipicu oleh kondisi emosi burung yang labil. Sebagian ijomania menganggap kondisi tersebut sebagai over birahi (OB), meski sebenarnya lebih tepat jika disebut over emosi.

Tidak semua cucak hijau memiliki gaya ngentrok yang disertai gaya ngejambulnya yang khas itu. Beberapa malah bisa tampil lebih optimal dalam lomba, meski tidak ngentrok. Namun bukan berarti ngentrok ini tidak bisa dilatih atau diajarkan pada burung.

Burung cucak hijau secara alami memiliki sifat tersebut, namun untuk memunculkan potensi tersebut, hal ini tergantung dari kondisi dan karakter burung itu sendiri. Kalau karakter, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali mengenali dan memahaminya. Tetapi kalau soal kondisi, itu tergantung dari bagaimana kita mampu menciptakan kondisi tersebut.

Mengkondisikan burung agar ngentrok

Bagaimana mengkondisikan cucak hijau agar tampil dengan gaya ngentrok? Tentu melalui beberapa cara atau perawatan, misalnya mengatur extra fooding (EF) secara tepat. Dalam hal ini, jangkrik dan ulat bambu menjadi kuncinya. Sebab, kedua serangga ini punya  keterkaitan, di mana yang satu bersifat menaikan birahi dan yang satu lagi meredam birahi. Dengan demikian, kondisi birahi akan terkontrol dan stabil.

Beberapa perawatan khusus sebelum lomba juga bisa diberikan jika ingin cucak hijau Anda tampil ngentrok di lapangan. Namun, sekali lagi, hal ini juga sangat tergantung dari karakter burung. Sebab jika dipaksakan, gaya ngentrok justru bisa mengorbankan kualitas suara kicauannya, seperti kurang maksimal atau gagal bongkar lagu-lagu isiannya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Kondisi birahi dan emosi selama lomba harus serasi-terkendali.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

—-

Berikut ini beberapa rawatan sebelum lomba agar cucak hijau mau tampil ngentrok :

  1. H-3: Burung mandi dan jemur seperti hariannya. Namun porsi jangkrik diberikan tiga kali lebih banyak daripada biasanya. Selain itu, berikan 3 ekor ulat hongkong.
  2. H-1: Burung tetap mandi dan jemur. Setelan EF tetap sama. Selesai dijemur, burung langsung full kerodong hingga pagi menjelang lomba.
  3. Hari-H: Burung disiapkan ke lapangan, tanpa mandi dan jemur. Cukup bersihkan kandang dari kotoran dan sisa pakan. Setelah itu, buah diganti dengan yang baru (idealnya apel). Jangan lupa berikan ulat hongkong dan ulat bambu, masing-masing 3 ekor, sebelum burung dibawa ke lapangan.

Pemberian ulat bambu sebelum lomba, berdasarkan pengalaman sebagian pemain, untuk meredam emosi dan birahi cucak hijau selama berlomba.

Karakter dari setiap individu cucak hijau tidak selalu sama. Untuk itu di perlukan keberanian dalam mencari setelan harian dan setelan lomba yang tepat. Panduan di atas sekadar ancar-ancar. Jika kurang panas, porsi bisa dinaikkan. Bila terlalu birahi, porsi bisa diturunkan.

Metode di atas memang cukup efektif dan bisa mengubah penampilan cucak hijau. Tetapi, dalam lomba, cucak hijau yang terlalu emosional dengan gaya ngentoknya terkadang membuat frekuensi berkicaunya berkurang, bahkan bisa juga gagal atau kesulitan saat mengeluarkan lagu-lagu isiannya. Jika hal itu terjadi, maka burung dalam kondisi over birahi , sehingga terlalu emosi dan hanya bergaya ngentrok tanpa banyak berkicau.

Yang paling didamba adalah bagaimana burung tampil dengan gaya ngentrok, namun tetap mampu bongkar semua lagu-lagu isiannya, terus menekan musuh-musuhnya.

Jika Anda tetap belum puas dengan penampilan cucak hijau Anda, bisa jadi memang sudah waktunya Anda menggunakan suplemen TestoBirdBooster/TBB agar burung ngoss jadi joss.

Sebagai referensi tambahan, berikut ini artikel yang terkait dengan cara mengatasi cucak hijau yang gagal bongkar isian dan burung yang over birahi :

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.