Tiga alternatif untuk burung yang susah jinak

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Menjinakkan burung mestinya sudah tidak lagi menjadi pertanyaan para kicaumania, karena sudah sering dan banyak diulas di berbagai media online termasuk omkicau.com. Faktanya, kok ya masih banyak yang bertanya tentang masalah ini. He.. he.. he.., tapi nggak apa-apa, namanya juga belajar bersama. Om Kicau merasa perlu untuk membuat tulisan ini, terutama untuk menganggapi keluhan beberapa penggemar burung kicauan yang sudah berbulan-bulan merawat burungnya, tetapi masih belum jinak juga.

Burung jinak
Burung jinak tak pernah takut didekati perawat atau pemiliknya.

—-

Sebelumnya, bagi yang belum pernah baca artikel mengenai proses penjinakan burung, silakan buka dulu artikel Cara Menjinakkan Burung, yang bisa menjadi panduan paling komprehensif untuk semua jenis burung. Sebagai pembanding, silakan baca juga panduan menjinakkan burung ala David de Souza.

Sebagai referensi tambahan, Anda juga bisa membuka link di bawah ini, untuk proses penjinakan beberapa jenis burung tertentu :

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

—–

Perlu diketahui, burung yang baru diperoleh dari tangkapan hutan, atau burung bakalan yang baru Anda beli dari pasar, jangan langsung dimandikan atau digantung di tempat ramai. Burung sebaiknya dikarantina dulu di tempat yang tenang, agar bisa beradaptasi selama beberapa hari.

Jadi, begitu burung tiba di rumah, segera masukkan ke sangkar, langsung dikerodong, dan ditempatkan pada lokasi yang tenang, tanpa gangguan baik dari burung piaraan lainnya maupun lalu-lalang manusia. Tenangkan dahulu burung selama beberapa hari, sampai mereka benar-benar tenang dan bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru di sekitar sangkarnya.

Jika burung bakalan langsung dijinakkan dengan cara dimandikan basah kuyup, atau langsung digantang pada lokasi yang ramai, tentu burung menjadi tidak tenang. Dia selalu curiga serta waspada kepada siapapun dan apapun di dekatnya. Gerakan sedikit saja dari kita bisa membuat burung terbang atau melompat tidak karuan di dalam sangkar.

Apabila  burung terus dipaksakan di tempat ramai, bisa dipastikan proses penjinakan akan mengalami kendala besar, gagal, atau butuh waktu sangat lama untuk membuat burung menjadi jinak. Hal inilah yang dikeluhkan beberapa sobat kicaumania, di mana mereka gagal dalam menjinakkan burung, meski sudah dilakukan selama berbulan-bulan.

Masih bisakah burung yang susah dijinakkan untuk didesain menjadi jinak? Tentu saja bisa. Di sini Om Kicau akan memberikan tiga alternatif yang diterapkan bagi para pemilik burung dengan kasus serupa.

1. Mandi dengan cara dipegang

Mandi dengan dipegangi
Mandi dengan cara dipegang

Alternatif pertama adalah memandikan burung dengan cara dipegang, seperti yang biasa dilakukan orangtua zaman dulu dalam menjinakkan burung perkutut atau ayam jago kesayangannya.

Mandi dengan cara dipegang sebenarnya merupakan salah satu metode yang memiliki peluang keberhasilan tinggi daripada mandi dengan cara disemprot hingga basah kuyup.

Hanya saja, alternatif ini hanya boleh dijalankan apabila Anda sudah tahu cara memegang burung secara benar. Jika tidak, sangat dimungkinkan burung mati karena tercekik di bagian leher atau terimpit di bagian dadanya. Karena itu, bagi yang belum pernah memegang burung, jangan ragu untuk meminta bantuan rekan-rekan kicaumania yang lebih menguasai teknik memegang burung.

Untuk memandikan burung dengan cara dipegang, diperlukan baskom berisi air. Pegang burung dengan cara yang benar dan tepat, kemudian masukkan sebagian tubuh burung ke dalam baskom, dengan kepala di atas (kalau di bawah kelelep, he.. he.. he..).

Setelah itu, burung diangkat dan usap-usap tubuhnya secara meraya dengan tangan kita. Pada burung paruh bengkok seperti lovebird, parkit, dan nuri, ritual mandi seperti ini bisa langsung membuat mereka jinak dalam beberapa kali perlakuan.

Tetapi pada cucak hijau, kacer, atau beberapa jenis burung kicauan lainnya, terapi ini pertama kali membuat mereka kaget, juga sedikit stres, sehingga jangan heran kalau pada hari-hari awal intensitas kicauannya bakal berkurang.

Namun jika dilakukan secara rutin, misalnya dua kali sehari, burung mulai menganggap apa yang dialaminya (mandi dengan cara dipegang), sebagai hal biasa. Lama-lama, dia akan mulai berubah sikap dari karakternya yang giras / liar menjadi semi jinak / jinak lalat, kemudian menjadi jinak total.

Yang penting, setelah burung dimandikan dengan cara dipegang, segera berikan pakan kesukaannya agar dia menganggap bahwa proses tersebut tidak menyakitinya, bahkan selalu berakhir dengan pemberian pakan kesukaannya.

2. Berikan pasangan kepada burung susah jinak

Beberapa burung kicauan seperti hwamei, yang memiliki sifat liar atau susah jinak, ternyata bisa ditaklukkan dengan menghadirkan pasangannya, atau burung sejenis yang berbeda jenis kelamin.

Penjinakan ini biasanya dilakukan dengan cara memandikan burung hingga basah kuyup, lalu ditempel dengan burung betina yang sudah jinak. JIka burung betina sudah jinak total, hasilnya malah lebih efektif.

Selama ditempel, burung diberikan terapi penjinakan lain seperti memberikan serangga dari tangan kita. Tapi Anda harus mencontohkan dulu pemberian pakan seperti ini kepada burung betina yang sudah jinak di depan burung jantan yang masih giras. Dengan cara demikian, burung menganggap bahwa apa yang kita lakukan tak akan menyakitinya.

Bisa juga dengan “mempermainkan” burung betina. Misalnya menyuruh burung betina mematuki tangan kita. Ini juga untuk memberi pengertian kepada burung jantan bahwa kita bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi dia.

Dengan melakukan hal tersebut secara rutin, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, burung yang susah jinak akan cepat menjadi jinak.

3. Proses pendekatan melalui kata-kata

ilustrasi saja
ilustrasi saja

Burung memiliki naluri untuk menanggapi perkataan dari manusia, termasuk panggilan dan sapaan. Karena itu, pendekatan melalui kata-kata juga bisa menjadi alternatif lain untuk menjinakkan burung yang susah jinak.

Banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya saat mau memberi pakan, Anda mengucapkan salam atau sakadar say hello. Secara bertahap, Anda bisa meningkatkan pendekatan ini dengan mengucapkan kata-kata lain secara lembut.

Selain saat memberi pakan, momen yang bagus untuk mengucapkan kata-kata kepada burung juga bisa Anda lakukan saat burung mandi, atau ketika Anda membersihkan kandang, dan sebagainya.

Sebenarnya metode ini juga cukup efektif. Terbukti banyak penggemar burung di berbagai negara yang telah menggunakan metode ini sejak dulu. Namun sebagian besar kicaumania di Indonesia belum terbiasa, sehingga menganggapnya sebagai metode aneh.

—-

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

16 Comments

  1. Om kalo buat burung yang giras cara pertama top markotop, nyoba sama kacer hutan, dalam beberapa hari dah mulai jinak lalat… cuman kalo sama burung yang dah jinak cara pertama susah :)nyobain kutilang jinak + gacor mandi pake tangan, tangan dipatukin sama di cakar ampe merah2, dimasukin ke air malah ga isa diem.. besoknya kutilangnya jadi galak banget, pegang sangkar aja langsung dipatuk, padahal biasanya kagak hehehe bunyinya juga jadi agak males2, pengenya nyakar + matuk kalo liat orang…

  2. terima ksh saranya om,
    maaf mw nanya lagi ni om,kalo ntar mabungnya udah kelar,maka proses selanjutnya yaitu proses penjinakan.nah jika saya menggunakan metode penjinakan yaitu menggantang di tempat yang ramai tanpa menggunakan metode di atas,apakah memakan waktu yang cukup lama dalam proses penjinakannya om??????dan apakah efektif metode menggantang di tempat yang ramai trsbt????? mengingat bnyak kicau mania lainnya menyarankan metode tersbt. di tambah lgi ilmu saya kurang dalam memandikan burung dengan cra di pegang trsbt

    • kalau burung sudah beradaptasi bisa diberikan penjinakan di tempat ramai om, untuk burung yang baru datang / didapat dari pasar sebaiknya beberapa hari disimpan di tempat sepi dulu untuk adaptasi.

  3. om,mw nanya,,saya pnya murai batu nias dah 3 blan (muda hutan) lgi mabung 2 bulan,cma nyisip aja,liar,dan gak jinak walawn metode di atas udah saya terapan,klw tidak full krodong mabungnya macet,kalw di kerodong ntar jinaknya gk akan pernah suskses,jadi mesti gmana om????????????????????????

    • sebaiknya biar mabungnya tuntas aja dulu om, soalnya salah satu resiko menjinakan burung, burung bisa stress pada awalnya , kalau lagi mabung dikhawatirkan mabungnya akan terganggu. nanti kalau sudah beres baru diberikan metode penjinakan lagi om.

    • tidak cukup sehari dua hari om, untuk alternatif bisa menggunakan sprayer yang disemprotkan pada bulu burung sampai basah atau biarkan mereka hujan-hujanan pada waktu turun hujan rintik-rintik (bukan hujan lebat). hal itu juga bisa mempercepat kondisi jinak mereka.

  4. Om, saya punya Cucak Ijo yang sudah rajin bunyi [dah hampir sebulan dirumah], Giras hanya jika sangkarnya dipegang, apalagi dipindah / diturunkan buat kasi makan, gubrakan ga jelas, bukan cuma loncat2. Bolehkan dimandiin dengan dipegang ? Terima kasih banyak

  5. Kalau mandi dengan dipegang bsa dilakukan pada burung kepodang ga om? soalnya kepodang saya, klo di gantang, dia gak terlalu giras, nah pas ditaroh dibawah buat bersihin kotoran dan ganti pakan/air tangan saya masuk langsung loncat2, klo saya mandikan semprot jga loncat2, sudah basah kuyup baru loncat2nya tenang, tp ga mau diem. Pas dimandiin dipegang, tangan saya dipatok2, trus masukin kandang langsung loncat lg, dikasi jangkrik ga mau nyamber 🙁

    • burung kepodang bisa dimandikan sambil di pegang om, kalau orang-orang tua dahulu di pedesaan di daerah jawa barat, banyak juga yang memandikan burung kepodang/bincarung ini dengan cara seperti memandikan perkutut, hasilnya burung jadi cepat jinak jika rutin dimandikan dengan cara tersebut pagi dan sore selama seminggu

        • burung kepodang memiiki karakter seperti jalak , dalam artian mereka lebih tahan stress dibanding jenis burung seperti anis, murai dan kacer yang kalau dimandiin dengan cara dipegang sangat beresiko apalagi untuk burung yang masih bahan. Kalau ragu bisa memandikan dengan semprot saja om nanti coba dijemurnya di tempat yagn sejajar dengan pandangan ( tidak ketinggian ) digantung di tempat yang ramai lalu lalang , nanti lama kelamaan juga terbiasa dan untuk makanannya selama dijemur diangkat saja dulu jadi nanti tinggal di ajari dengan memberi jangkrik langsung dari tangan

    • untuk murai batu mh /bakalan yang dipelihara kurang dari 1 bulan lebih baik jangan om, kecuali kalo murai tersebut sudah dipelihara sejak lama dan masih juga giras.

Komentar ditutup.