Pelestari Burung Indonesia (PBI) merupakan event organizer (EO) tertua dan terbesar di Indonesia. Tetapi organisasi ini kerap dianggap stagnan dalam regenerasi kepengurusan, termasuk juri-juri yang diturunkan dalam lomba. Kritik itulah yang kemudian dijawab PBI dengan menggelar Lomba Lokal Terkendali di halaman Kantor KNPI Sragen, Minggu (10/11) lalu. PBI Sragen selaku penyelenggara memberi kesempatan kepada para juri madya, juri muda, bahkan calon juri dan juri yang belum resmi bergabung dengan PBI, untuk ikut bertugas menilai burung.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Ada regenerasi juri-juri dalam Lomba Lokal Terkendali PBI Sragen.

—-

Lomba yang melibatkan juri-juri muda atau calon juri, sebagai bagian dari regenerasi juri, merupakan salah satu keputusan dalam Munas PBI di Jakarta, Maret lalu. Lomba Lokal Terkendali PBI Sragen merupakan even perdana yang dijalankan PBI terkait dengan konsep regenerasi penjurian tersebut.

Keberanian pengurus baru PBI Sragen, di bawah pimpinan Om Andi Saputra, dalam menggelar lomba yang melibatkan juri muda patut diacungi jempol. Apalagi ini merupakan konsep yang baru pertama diterapkan.

Andi Saputra

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Gelaran PBI di wilayah Solo Raya bahkan sudah vakum cukup lama. Even terakhir adalah Bupati Cup di Sukoharjo, beberapa tahun lalu. PBI Sragen pun sudah lama vakum tidak menggelar lomba. Kini, di bawah pengurusan baru, ada secercah harapan untuk kembali bangkit.

Kepengurusan baru yang dipimpin Om Andi Saputra didominasi para personel baru yang umumnya muda usia. Diharapkan mereka makin trengginas dan kreatif, bukan hanya dalam menggelar lomba, tetapi juga menjalankan fungi pelestarian lainnya seperti breeding burung-burung lokal.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Om Andi Saputra, yang juga owner Rejo Bird Farm di daerah Gondang, Sragen, memiliki kapasitas untuk mengendalikan biduk PBI Sragen ke dermaga yang sebenarnya. Ya sebagai event organizer (EO), sekaligus tetap memikirkan upaya konservasi / breeding burung lokal.

Karena itu, semangat PBI Sragen dalam menggelar Lomba Lokal Terkendali, yang dirangkai dengan peringatan Hari Pahlawan, semoga bukan yang pertama dan terakhir, dan bukan satu-satunya tujuan dari keberadaan organisasi PBI.

“Kami sangat bergembira, karena minat kicaumania di kawasan Solo Raya dan sebagian Jawa Timur masih besar. Mereka memang sudah merindukan gelaran PBI. Kemasan Lomba Lokal Terkendali bisa dikatakan biasa saja, tidak jor-joran hadiah. Tetapi peserta tetap ramai, kendati ada pilihan ke lomba lain pada hari yang sama,” kata Om Andi Saputra.

Mr H Bagiya Rakhmadi SH

Ketua PBI Pusat Mr H Bagiya Rakhmadi SH, yang hadir dalam Lomba Lokal Terkendali. menyatakan sangat respek terhadap semangat baru kepengurusan PBI Sragen. Hal serupa juga dikatakan Samuel, mewakili Pengda PBI Jateng-DIY.

“Pak Bagiya ingin punya program seperti itu, yaitu bagaimana mengemas lomba secara realistis, tapi tetap menarik. Sekarang banyak lomba yang sepertinya berhadiah besar sekali, tapi  faktanya hadiah tidak keluar semua atau dipotong karena peserta tidak sesuai target,” kata Samuel.

Karena itu, ada rencana untuk meluncurkan Program Cinta PBI, di mana semua kemasan lomba PBI diupayakan selalu realistis, dalam arti harus dikeluarkan, berapapun jumlah pesertanya. Manajemen lomba dan penjurian juga harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. (Waca)

Om Andi Saputra (4 dari kiri) bersama Panitia Lomba Lokal Terkendali PBI Sragen.

—-

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.