Apakah Anda pernah memiliki burung yang hanya rajin berkicau alias gacor ketika sangkarnya dikerodong?Sebaliknya, ketika kerodong dibuka, burung malah diam seribu bahasa. Penyebabnya bisa karena kebiasaan buruk dari pemiliknya, burung kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, tetapi bisa juga lantaran mentalnya yang belum bagus. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Banyak kasus di mana burung hanya gacor saat dikerodong.

Sebelum menjelaskan mengenai terapi untuk mengatasi burung yang hanya gacor saat dikerodong, kita kupas dulu beberapa faktor penyebab yang paling dominan.

Kebiasaan buruk dari pemilik

Setiap pemilik burung pasti ingin mendengar kicauan burungnya. Terkadang muncul kebiasaan buruk, meski mungkin tak pernah disengaja, yang akhirnya membuat burung hanya gacor saat dikerodong.

Misalnya, setiap pagi kita mengeluarkan burung dalam kondisi masih dikerodong. Saat itu burung malah rajin berkicau. Karena masih ingin mendengar kicauannya, kita sengaja membiarkan kerodong dalam kondisi tetap tertutup.

Kebiasaan ini, jika dibiarkan terus-menerus, dari hari ke hari, bisa menciptakan kenyamanan tersendiri bagi burung. Artinya, kondisi sangkar yang dikerodong membuatnya tenang dan nyaman, sehingga rajin berkicau. Ketika kerodong dibuka, burung merasa kehilangan rasa aman dan nyaman, sehingga malah sering diam.

Kebiasaan buruk lainnya adalah sengaja membiarkan lampu tetap menyala pada malam hari, sehingga burung akan sering berkicau pada malam hari, meski sangkarnya dikerodong. Selain bisa menyebabkan burung hanya rajin bunyi saat dikerodong, kebiasaan ini akan mendorong burung hanya rajin berkicau pada malam hari, seperti pernah dibahas Om Kicau dalam artikel terdahulu (silakan cek di sini).

Burung belum / sulit beradaptasi dengan lingkungan

Burung baru dibeli perlu dikerodong dan digantang di lokasi sunyi.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

—-

Burung yang belum atau kesulitan beradaptasi dengan lingkungannya merasa lebih nyaman apabila dibiarkan sendiri, terutama ketika sangkar dikerodong, atau digantang di lokasi sunyi. Hal ini sering terjadi pada burung  yang baru dibeli.

Jika kasus ini terjadi pada Anda, mohon jangan terlalu panik. Biarkan saja burung beradaptasi dulu dengan lingkungan barunya. Jika burung sejak pertama dirawat selalu diberi kerodong, maka perawatan selanjutnya adalah kerodong diangkat sedikit demi sedikit setiap harinya.

Begitu berjalan hingga seminggu, kain kerodong sudah dalam posisi terbuka penuh, dan burung sudah lebih dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Burung tidak memiliki mental yang bagus

Kalau penyebabnya bukan dua faktor yang sudah disebutkan sebelumnya, dan burung dalam kondisi sehat / tidak drop, kemungkinan besar ini terkait dengan mental burung yang tidak terlalu bagus. Mental berkaitan dengan sifat genetis, tetapi bisa diperbaiki melalui perawatan dan pelatihan.

Pada manusia, ada orang yang terlahir penakut, pemberani, dan sangat pemberani bahkan cenderung brutal. Pada kasus orang yang penakut, karena ayah atau ibu atau ayah dan ibunya penakut, sedikit demi sedikit bisa ditingkatkan keberaniannya misalnya diikutkan latihan bela diri. Bahkan siraman ruhani secara kontinyu pun dapat membuat seseorang penakut menjadi pemberani.

Mental burung pun juga bisa diasah melalui treatment tertentu. Mental burung yang kurang bagus justru lebih sering dijumpai pada burung-burung tipe fighter (kacer, murai batu, ciblek, dll) dan terkadang pada karakter semi-fighter (cucak hijau, cucak ranting, dll).

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Burung perlu dibiasakan digantang di lokasi cukup ramai.

—-

Terapi mengatasi burung yang hanya gacor saat dikerodong

Berikut ini terapi mengatasi permasalahan burung yang hanya gacor saat dikerodong :

a. Terapi hari ke-1

Kain kerodong bagian bawah diangkat sedikit demi sedikit, agar burung bisa mengintip sedikit pemandangan di luar sangkarnya. Usahakan sangkar digantang bukan pada tempat biasanya, tetapi dipindah ke lokasi baru yang sering dilalui manusia.

Jadi, sejak hari pertama, kita mulai membiasakan burung dalam suasana ramai. Meski suasana agak ramai, burung masih merasa nyaman dalam sangkarnya, karena hanya bagian bawah kerodong saja yang terbuka. Burung masih bisa berkicau, sambil sesekali mengintip pemandangan di luar sangkar.

b. Terapi hari ke-2

Pada hari kedua, kain kerodong kembali diangkat sedikit, sejajar dengan tenggeran bawah atau wadah makan dan wadah air minum. Burung memang merasa terganggu oleh aktivitas manusia, karena pandangan matanya lebih luas daripada hari pertama, bahkan sudah bisa melihat ke segala arah.

Namun burung masih merasa nyaman, dan punya satu pilihan, yaitu nangkring di tenggeran atas, yang masih tertutup kerodong. Selama itu pula, burung masih akan berbunyi meski tidak segacor biasanya.

c. Terapi hari ke-3 dan ke-4 

Pada hari ketiga dan keempat, kain kerodong kembali dinaikkan, dan kali ini disejajarkan dengan tenggeran atas / tenggeran kedua. Pada awalnya, burung merasa tidak nyaman. Tetapi ia sudah mulai terbiasa dengan lingkungan sekitar yang ramai oleh lalu-lalang atau aktivitas manusia.

Burung bahkan akan membiasakan diri dengan kondisi tersebut, dengan mencoba berbunyi ketika kerodong sangkar makin terbuka. Sesekali dia akan menghindar ke tenggeran atas, jika merasa kurang nyaman, dan akan kembali ke tenggeran bawah maupun ke dasar sangkar, sekiranya suasana dianggapnya nyaman.

d. Terapi hari ke-5 dan ke-6

Pada hari kelima dan keenam, kain kerodong mulai terangkat sampai ke bagian atas sangkarnya. Sada saat ini, biarkan kerodong tetap berada di atas sangkar. Burung akan lebih berusaha membiasakan dengan lingkungan sekitarnya yang makin terlihat jelas, karena kerodong sudah tersingkap di atas sangkarnya.

Pada awalnya, burung tidak mau bersuara sama sekali, atau bersuara namun lirih. Tetapi biarkan dulu, sebab burung akan melakukan proses adaptasi dengan sendirinya. Tugas kita adalah memberikan pakan berprotein tinggi seperti jangkrik dalam jumlah cukup, supaya burung rajin berkicau.

Jika burung sudah beradaptasi dan mau menerima kondisi tersebut, dia akan mulai bunyi dan sering ke dasar sangkar untuk melihat pemandangan di luar. Ini biasanya terjadi pada hari keenam, atau sehari setelah kain kerodong berada di atas sangkarnya.

e. Terapi hari ke-7

Pada hari ketujuh, kain kerodong bisa diangkat dari sangkar dan burung dibiarkan dengan sangkar yang tidak tertutup sama sekali oleh kerodong. Jika berhasil, maka dalam waktu 1 minggu burung akan terbiasa dan mau berbunyi dengan rajin meski tanpa dikerodong.

Untuk selanjutnya, burung dibiasakan dikerodong hanya pada waktu-waktu tertentu saja, misalnya siang hari setelah dijemur dan pada malam hari. Jika burung tidak terbiasa dikerodong pada malam hari, lampu ruangan di mana burung digantang perlu dimatikan.

Hari ke-7 terapi, kerodong dilepas dari sangkarnya.

—-

Perlu diketahui, pasti ada sebagian burung yang tidak mengalami perubahan setelah menjalani terapi di atas. Dalam hal ini, Anda bisa mengulang sekali lagi metode di atas.

Kalau dua kali terapi tidak mempan juga, dapat dipastikan mental bawaan burung ini memang kurang bagus. Solusi yang ditawarkan Om Kicau adalah mendongkrak kadar testosteronnya, melalui pemberian suplemen TestoBirdBooster (TBB).

Selain bisa meningkatkan level kicauan, TBB juga bisa meningkatkan mental burung akibat rendahnya kadar testosteron, sehingga burung mau berkicau meski dalam kondisi tidak dikerodong. Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan pada burung yang hanya gacor jika sangkarnya dikerodong.

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.