Kalau Tukul Arwana sering bilang wong ndeso rezeki kota, maka Desma yang tinggal di sebuah kampung pedalaman di Manisrenggo, sisi baratlaut Klaten, merasa Wisanggeni adalah kenari ndeso tetapi prestasi “nasional”. Pasalnya gaco andalannya itu sukses menjuarai even Papburi Klaten di halaman kantor Dinas Pertanian Kabupaten, Minggu (22/12). Pesertanya tidak berbeda dari even nasional, karena berasal dari Bandung, Garut, Sidoarjo, Kalimantan, dan tentu saja Blok Tengah (Jateng dan DIY).

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Suasana lomba kenari di gantangan indoor.

—–

Satu hal lagi yang membuatnya gembira, even-even yang digelar Papburi (Paguyuban Penggemar Kenari Indonesia), baik di Solo, Jogja, Cilacap, dan Klaten, selalu menjadi jaminan kualitas kenari yang masuk 10 besar.

Duet Andre Sutanto dan Waqi Wafi sering “belanja” kenari-kenari yang moncer di even ini, khususnya di Papburi Klaten. Dua gaconya, Snow White dan Sekar Jagad, yang punya prestasi di tingkat nasional, juga terlahir dari kawah candradimuka bernama kontes Papburi Klaten.

Setelah melalui babak penyisihan di Kelas Kenari Isian, sebagaimana tradisi Papburi, Wisanggeni masuk ke babak final. “Wah, musuh-musuhnya yangguh semua. Sebagian besar burung papan atas langganan juara, seperti New York (milik Om Likin Solusindo-Klaten), Marcopolo (M Iqbal-Canary Jogja Team), dan Bazoka (Om Pri-Jogja),” kata Desma, yang hari itu datang bersama ayahnya.

Desma (kiri) bersama ayahnya dan kenari Wisanggeni.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

—-

Bahkan Agus Sanjaya yang sering mengirim hasil lomba burung di Samarinda, Kalimantan Timur, untuk omkicau.com, pun datang langsung ke Klaten. “Saya kangen kontes Papburi Klaten,” kata dia, yang hari itu membawa kenari Mustika Sari, dan juga masuk final, bertarung menghadapi Wisanggeni. “Lumayan masuk daftar juara,” kata Om Agus.

Agus Sanjaya, datang dari Kalimantan, karena kangen Papburi Klaten.

—-

Namun, Wisanggeni mampu semua lawan-lawannya. Kondisinya sedang fit, atau setidaknya lebih fit dari lawan-lawannya. Gelar juara pertama pun berhasil diraihnya. Juara 2 dan juara 3 ditempati Marcopolo dan Bazoka. Adapun New York harus puas di urutan ketujuh, dan Mustika Sari di posisi ke-10.

Bekerja sama dengan PCMI Kapeka

Even Papburi Klaten kali ini agak berbeda, karena digelar melalui kerja sama dengan PCMI Kapeka. Tidak heran jika jumlah peserta melimpah. Bahkan, seperti dijelaskan sebelumnya, melihat asal peserta, even ini sudah bisa dikategorikan sebagai even nasional.

Papburi menggunakan lapangan indoor, dengan jumlah peserta 10 setiap babak. Adapun PCMI memakai gantangan outdoor, dengan jumlah peserta 12 setiap babak.

Hujan deras sudah mengguyur Klaten sejak siang hari. Hal ini memang sedikit mengganggu pelaksanaan kontes, khususnya pleci yang menggunakan lapangan outdoor. Kendari sudah memakai tenda, sebagian tempias air hujan yang didorong embusan angin kencang masih saja masuk ke lapangan.

Sebagian peserta yang belum pernah mengikuti kontes Papburi biasanya akan terkagum-kagum dengan tatacara pelaksanaan lomba. Ginnan, peserta asal Garut yang menurunkan kenari dan pleci, melihat hal baru pada kontes di Klaten. “Kesan saya, lombanya lebih teratur, peserta juga tertib. Tetapi nunggu hasil lomba secara keseluruhan agak lama, bahkan sampai Magrib belum selesai total,” ujarnya.

Final Kelas Kenari Standar B memang baru dilakukan menjelang pukul 18.00, sehingga proses administrasi baru selesai setelah pukul 18.30.

Final Kenari Standar B dimulai pukul 18.00.

—-

Dalam kontes kali ini, panitia membuka kelas baru, yaitu Ring Papburi Klaten, yang terdiri atas Ring Isian dan Standar Isian. Ini merupakan upaya untuk lebih menghargai burung-burung hasil penangkaran, dan bukan sekadar membeli burung impor.

Kelas Isian Ring Papburi Klaten dimenangi Loreng milik Rony Dewa-Dewi (Klaten), disusul Kemuning Jr milik Yayan (Galery Kenari Surabaya). Adapun Kelas Standar Ring Papburi Klaten dimenangi Rossy milik Febri (Klaten), diikuti Mas Bro milik Filla 035 (Klaten) dan Lintang milik Wimpie (Surabaya).

Di Kelas Semi Isian, juara 1 diraih Kheza milik Komo (Dhika Canary Boyolali), disusul Balad milik M Topik (Canary Jogja Team). Kelas Semi Isian merupakan “nama pengganti” Kelas Reguler yang ada sebelumnya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Kelas Kalitan dimenangi Cakarot, besutan M Iqbal dari Canary Jogja Team. Juara 2 dan juara 3 diraih Ceng Ceng Pho milik Waluyo (Klaten) dan Raja Pasir milik Depta, juga dari Klaten.

Komo (Dhika Canary) dan Ginnan Garut.

—-

Selain kenari, jenis burung yang dilombakan dalam Papburi Klaten hari itu adalah lovebird (2 kelas), pleci (3 kelas), dan satu kelas campuran impor.

Kelas Lovebird masih cukup ramai. Di Kelas A, Dieng milik Ryan (Jogja), AK 47 milik Giyono (Ampel), serta Luwes JR 002 milik Benny (Luwes BC Solo) berada di urutan teratas. Kelas B dijuarai Ilusen milik Stanley (Luwes BC), diikuti Predator milik Rief (Ngosit Jogja), dan Dieng.

Lovebird Ilusen milik Stanley koncer A di Kelas B.

—-

Tiga kelas pleci yang digelar secara terpisah di lapangan outdoor dipercayakan sepenuhnya kepada PCMI Kapeka. Lomba juga berlangsung meriah. Dengan organisasi yang rapi, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten / kota, PCMI kerap menjadi mitra sejumlah event organizer (EO) untuk mengelola kelas pleci.

Kontes pleci di lapangan outdoor terganggu hujan.

—-

Hujan turun sejak siang, memaksa pemain berteduh.

—-

Selain lebih profesional, roda organisasi yang tertata rapi memudahkan PCMI di chapter tertentu ketika mengundang rekan-rekannya dari chapter lain. Ini juga terbukti efektif ketika Papburi Klaten merangkul PCMI Kapeka. Sebelumnya, Papburi Solo juga melakukan hal serupa.

Belasan chapter dari luar daerah pun berdatangan ke Klaten, menandakan soliditas serta persaudaraan antar- plecimania yang luar biasa. Bahkan Ketua PCMI Pusat Mr Istono dan penasihat Mr Macarius pun menyempatkan diri datang ke Papburi Klaten.

Dalam kesempatan itu, Om Istono mengabarkan kalau kini PCMI sudah memiliki AD/ART yang disahkan Notaris. “Jadi, sekarang PCMI sudah menjadi organisasi resmi dan terdaftar di pemerintah, sehingga kita akan lebih serius lagi mengurus PCMI secara organisatoris, menyusun dan membuat pakem lomba, serta tak kalah penting adalah memastikan kelestarian pleci di alam liar,” tandas Om Istono. (Waca)

Mr Mac dan Istono menunjukkan AD/ART PCMI.

—-

Panitia Papburi Klaten: Konsisten menjadikan even ini kawah candradimuka kenari.

—-

Hasil Lomba Papburi Klaten bisa dilihat di sini.

—-

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2