Peserta dan penonton Lomba Burung Berkicau HUT Ke-41 PDI Perjuangan di Lapangan Kedung Banteng, Gondang, Sragen, Minggu (12/1) lalu mendapat suguhan yang berbeda dari biasanya. Mereka tetap bisa menyaksikan burung-burung berlomba. Namun, ada bonus tersendiri, yaitu menikmati lenggak-lenggok sejumlah model cantik, baik di atas panggung khusus maupun tepat di bawah gantangan burung-burung biasa dilombakan. Puluhan fotografer dengan kamera canggih dan lensa panjang pun sibuk menjepret dari berbagai sudut.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Sejumlah model cantik tampil di arena lomba burung.

Ya, gelaran yang diketuai Ikhsan ini memang unik. Lomba burung diselingi lomba fotografi: sesuatu yang jarang terjadi. Hadir pula Ketua DPC PD Perjuangan Sragen, Bambang Samekto, yang sekaligus memberi support penuh terhadap acara tersebut.

Para fotografer berusaha mencari angle terbaik agar menghasilkan foto bagus. Sejumlah model, seorang diantaranya bule, melenggang ke sana-kemari. Mereka tak hirau, meski terus diterpa lampu blitz peserta lomba fotografi, juga di bawah tatapan peserta dan penonton lomba burung (lihat pula foto-foto lainnya dalam Galeri Gambar).

Di luar sesi fotografi, lomba burung kali ini memang berlangsung meriah. Apalagi panitia mengemasnya dengan apik, termasuk menyediakan doorprize istimewa berupa sepeda motor, smartphone, kompor gas, dan sebagainya. Hadiah pun diberikan utuh, tanpa potongan sama sekali.

Meski Lapangan Kedung Banteng berada di “pedalaman” Kabupaten Sragen, banyak kicaumania hadir di sini. Kelas-kelas seperti murai batu, kacer, dan lovebird full gantangan (60). Beberapa calon peserta tidak kebagian tiket.

Burung yang tampil pun umumnya jagoan papan atas. Misalnya kacer Lindu Bumi milik Pak Kanjeng dari Solo, lovebird Elang Biru milik Anto 999 Sragen, murai batu Trabas milik Ricky Donald (Muntilan), murai batu Barongsai milik Nyoman Sumanata, dan sebagainya.

Jenderal Kancil melibas kenari bongsor

Kenari Jendral Kancil tampil memukau.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Namun yang perlu mendapat catatan adalah kemenangan Jendral Kancil, kenari kecil milik Mr Bagus AE-AB / Patar P dari Jogja. Meski posturnya mungil, Jendral Kancil tidak gentar menghadapi puluhan kenari bongsor.

Dengan suara panjangnya, dia terus lantunkan lagu hampir sepanjang lomba dan berhasil melibas semua musuh-musuhnya. Jendral Kancil pun tampil sebagai juara 1. Ini kemenangan beruntun Jendral Kancil dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya juga menjuarai Diplomat Open II di Madiun (5/1).

Penampilan memukau Jendral Kancil rupanya menggoda Wahyu Putra SF dari Ngawi. Dengan mahar Rp 15 juta, burung hasil breeding Patar P ini akhirnya resmi diboyong ke Ngawi.

Di kelas murai batu, terjadi pertarungan sengit antara Barongsai, Trabas, Lady Gaga milik Babahe Chiky (Palur), dan Apa Kabar milik Mr Susilo (Pace SF), terutama di Kelas Agustina Wilujeng. Kelas ini akhirnya dimenangi Barongsai. Lady Gaga dan Trabas menjadi juara 2 dan juara 3.

Tetapi di Kelas Darmawan Minto Basuki, Trabas tampil tak tertandingi. Apa Kabar dan Lady Gaga masing-masing menjadi juara kedua dan ketiga.

Murai batu Trabas kembali menjadi juara.
Murai batu Barongsai bersama sang perawat.

Gaya bertarung Trabas mungkin tidak sengotot Barongsai. Burung ini sangat tenang di atas tangkringan, sambil ngerol terus, dan hanya sesekali ngeplay. Tetapi lagunya memang sangat istimewa. Senjatanya dikeluarkan panjang-panjang, dengan volume tembus.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Adapun Barongsai memiliki gaya bertarung lebih fight, namun materi lagunya masih kalah dari Trabas. “Kalau penyakit ngelabraknya tidak keluar, Barongsai cukup bagus, setidaknya mampu bersaing di level regional,” begitu seorang penonton yang menyaksikan kelas murai batu dari awal sampai akhir.

Penampilan lovebird Elang Biru milik Anto 999 (Ananta SF Sragen) setelah mabung makin mempesona.  Berkali-kali burung ini mengeluarakan tembakan super-panjang , dan nyaris meraih double winner.

Di Kelas Darmawan Minto Basuki, Elang Biru tampil sebagai juara pertama. Namun di Kelas Agustina Wilujeng, burung ini harus puas menjadi runner-up. Kelas ini dimenangi Gimbul milik Marhen / Hari dari Duta Kapolres Magetan Cup.

Elang biru baru tampil 70%.

”Penampilan Elang Biru baru sekitar tujuh puluh lima persen. Belum full, jadi masih bisa lebih dahsyat lagi,” jelas Om Anto. Elang Biru membutuhkan penjemuran yang kuat. Tapi beberapa hari terakhir turun hujan, sehingga penanmpilannya belum bisa full. “Tapi soal suara panjang, Elang Biru tak pengaruh”.

Pertarungan sengit kelas anis merah

Tiga jawara anis merah juga bertarung dalam HUT Ke-41 PDI Perjuangan, yaitu Brekele milik Wawan BRI (Magetan), Cikerr milik Sonny Lie (Mystic 168 Team Semarang), serta Samudera milik Suprojo WS (juga dari Mystic 168 Team).

Cikerr memenangi Kelas Agustina Wilujeng, diikuti Brekele dan Samudera. Brekele kemudian menjuarai Kelas Darmawan Minto Basuki, diikuti Cikerr dan Samudera.

Wawan BRI bersama putranya dan anis merah Brekele.

Beberapa pengamat mengatakan, penampilan Brekele di sesi pertama sebenarnya layak diganjar juara 1, bukan runner-up. Menanggapi hal ini, Wawan hanya berkomentar singkat, “Tak apalah, besok masih banyak lomba lagi. Ini merupakan penampilan perdana Brekele sejak turun di  WMP Cup Klaten, tanggal (8 Desember 2013)”.

Mengapa Sonny Lie tidak menurunkan Bali Dancer, anis merah yang memiliki nama sama seperti milik Ir Rusli Bogor? Mengapa ia justru menurunkan Cikerr? Ternyata oh ternyata, Cikerr adalah nama baru Bali Dancer.

“Saya kira sebaiknya memang ganti nama saja, biar orang tak lagi bingung  dan menghubung-hubungkan dengan jagoan milik Pak Rusli lagi. Bagi saya, nama apapun akan tetap ngetop kalau memang burungnya berkualitas dan mau nampil bagus,” ujar Sonny melalui pesan BBM.

Sonny akhirnya memutuskan datang juga ke Plaza Cup 2 di Semarang, meski hanya membawa gaco lapis kedua. Adapun beberapa gaco utama, termasuk anis merah Cikerr dan cendet Tusuk Jarum, dikawal krunya. Tusuk Jarum tampil memukau, dan berhasil menjuarai dua kelas cendet.

Cendet Tusuk Jarum borong dua gelar juara 1.

Kacer Lindu Bumi milik Pak Kanjeng, yang dikawal Danang, tampil menawan dan sukses menjadi juara pertama Kelas Darmawan Minto Basuki. Adapun Kelas Bambang Samekto dimenangi Piter milik Mr Cokro dari Mantingan.

Danang  (kaos putih) dan kacer Lindu Bumi.

Secara keseluruhan, lomba berjalan sangat meriah, terlebih karena kehadiran sejumlah model dan para peserta lomba fotografi. (Waca)

Hasil Lomba      l     Galeri Gambar

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2 3