Mandi malam kini seolah menjadi kebutuhan khusus bagi burung kicauan yang sedang bermasalah. Tidak sedikit penggemar burung yang melakukan terapi mandi malam pada burung kicauan piaraannya, dengan harapan terjadi perubahan signifikan, seperti membantu mengatasi macet bunyi, mengatasi over birahi, atau mengalami kondisi lainnya. Ok, kita akan bahas lebih mendalam masalah ini, terutama menyoal efektivitasnya pada jenis-jenis burung tertentu.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel terdahulu: Manfaat mandi malam bagi burung, kicauan. Kali ini, kita akan menjelaskan lebih rinci mengenai manfaat mandi malam bagi beberapa jenis burung kicauan tertentu.

Seperti diketahui, di seluruh dunia terdapat ribuan spesies burung, di mana Indonesia, India, China, serta Brazil termasuk negara yang memiliki jumlah spesies terbanyak. Dari spesies-spesies burung yang ada, sebagian di antaranya tidak memanfaatkan waktu malam hari untuk tidur.

Burung dari kelompok noktural atau hanya aktif pada malam hari, misalnya burung hantu dan potoo, tentu tidak pernah tidur pada malam hari. Berbeda dari kelompok burung diurnal, yang aktif pada siang hari dan beristirahat pada malam hari.

Tetapi, ada sebagian burung diurnal yang masih aktif pada malam hari. Mereka ini biasanya menggunakan waktunya bukan untuk mencari pakan, melainkan untuk berdendang dan terkadang sering terlihat mandi di sebuah genangan air atau dalam sebuah bak mandi yang disediakan penduduk sekitar.  Misalnya saja burung nightingale, blackbird, burung tuwu, dan sebagainya.

Burung blackbird sering memanfaatkan waktu malam hari untuk mandinya

Dalam dunia kicauan, kita mengenal istilah mandi malam yang biasa diterapkan pada burung peliharaan. Biasanya pemberian mandi malam dikhususkan pada burung-burung yang mengalami penurunan kondisi, baik karena over birahi, kegemukan, kurang rajin bunyi, atau bahkan macet bunyi.

Efektivitasnya tentu beragam, tergantung jenis burung, juga kondisinya saat mandi malam. Mandi malam memang bisa diterapkan pada berbagai jenis burung kicauan, namun kita harus terlebih dahulu mengenali karakter burung tersebut.

Misalnya, burung paruh bengkok seperti lovebird atau parkit tentu sangat rentan jika dimandikan pada malam hari. Selain bisa membuat burung mudah sakit jika sering terkena hawa dingin, mandi malam pada paruh bengkok juga bisa membuat burung mudah stres dan rentan dengan kematian.

Meski demikian, ada beberapa kicaumania yang mengaku sering memandikan lovebird pada malam hari, dan sejauh ini tidak mengalami pengaruh negatif seperti kedinginan dan sakit.

Burung liar yang mandi pada malam hari.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Nah, lain halnya  burung-burung dari keluarga anis / punglor, seperti anis kembang, anis merah, anis macan, dan anis cendana. Mereka memang dikenal senang mandi pada malam hari.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Banyak penggemar anis merah dan anis kembang yang memandikan burungnya pada malam hari, terutama ketika mengalami macet bunyi. Burung bakalan pun kerap mendapat perlakuan seperti itu.

Tujuannya adalah agar esok, setelah diembunkan, burung mau kembali berkicau.  Mandi malam pada anis merah memang biasa diterapkan kalau burung mengalami macet bunyi atau hanya ngeriwik saja.

Bagaimana dengan burung sejenis kacer? Mandi malam biasanya diberikan jika kacer mulai terlihat mengembangkan bulu-bulunya, atau biasa disebut mbagong atau mbalon.

Kondisi ini kerap membuat pemiliknya gusar. Dengan terapi mandi malam, sang pemilik memiliki harapan agar kacernya tidak lagi mbagong, sehingga bisa dibawa kembali ke lapangan.

Hal yang sama biasa dijumpai pada penggemar murai batu yang gaconya ngebatman, atau merentangkan kedua sayapnya jika mendengar atau bertemu burung sejenis.

Burung cendet yang malas berbunyi, atau kurang gacor, juga bisa diterapi dengan mandi malam, namun cukup disemprot saja, jadi tidak perlu basah kuyup. Esok hari setelah diterapi, mereka akan menunjukkan penampilan yang berbeda, yaitu lebih rajin bunyi daripada biasanya.

Pada burung-burung kecil seperti pleci, mandi malam diyakini bisa membuat burung mudah bersuara lebih kencang (ngeplong). Namun tidak semua individu pleci bisa begitu. Ada faktor lain yang bermain di sini, yaitu jenis kelamin (idealnya jantan), usia (idealnya sudah dewasa), dan karakter burung itu sendiri.

Tetapi pada jenis burung jenis lainnya dan jarang aktif pada malam hari, misalnya cucak hijau, cucak biru, cucak ranting, cucak hijau kepala emas, dan cucak hijau mini, terapi mandi malam tak diperlukan, karena kurang efektif untuk mengatasi permasalahan seperti malas bunyi, macet bunyi, dan over birahi. Hal ini mengacu pada kebiasaannya di alam liar.

Terapi mandi malam juga kurang efektif untuk kenari dan aneka burung finch lainnya, serta aneka burung paruh bengkok seperti disinggung di bagian awal. Tiga kelompok burung ini (finch, kenari, paruh bengkok) memiliki kesamaan, yaitu burung pemakan bijian. Dengan asumsi yang sama, maka burung yang makanan utamanya berupa biji-bijian (termasuk gould amadine) tidak membutuhkan terapi mandi malam.

Bagaimana dengan keluarga jalak-jalakan seperti jalak suren dan jalak putih? Terapi mandi malam juga kurang efektif untuk membuatnya rajin bunyi atau untuk mengatasi over birahi. Tetapi terapi ini masih bisa diterapkan pada keluarga jalak-jalakan untuk tujuan lain, yaitu sebagai bagian dari proses penjinakan.

Perhatikan beberapa kondisi sebelum mandi malam

Mandi malam memang bermanfaat bagi beberapa jenis burung kicauan tertentu, meski tidak semua jenis burung bisa diberikan terapi tersebut.

Bagi burung yang bisa menjalani terapi mandi malam, seperti dijelaskan di atas, perlu diperhatikan pula beberapa kondisi sebelum terapi dijalankan. Berikut ini beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum burung mandi malam:

  • Waktu mandi malam sebaiknya antara pukul 19.00 – 20.30.
  • Hindari memandikan burung jika kondisi cuaca sedang turun hujan atau udara terlalu dingin.
  • Mandikan burung dalam ruangan/ kamar, tidak perlu dibawa ke luar ruangan.
  • Untuk hasil maksimal, sebaiknya siapkan cepuk minum yang lebar, lalu berikan air bersih. Setelah itu, burung bisa dimandikan dengan cara menyemprot menggunakan sprayer air, tidak perlu basah kuyup. Kalau terpancing, biasanya burung akan meneruskan mandinya dalam cepuk minum yang sudah disediakan.
  • Kalau ingin menggunakan bak mandi, sebaiknya burung dirangsang dulu untuk mandi dengan cara membasahi bulu sayap dan lehernya dengan menggunakan sprayer, lantas dipindahkan ke dalam bak mandinya.
  • Kalau ingin menggunakan air hangat, pastikan suhu air tidak terlalu panas, tetapi cukup hangat-hangat kuku (sekitar 37 derajat Celcius, atau setara suhu pengeraman telur). Harap diperhatikan, kulit burung berbeda dari kulit kuku manusia yang tebal. Memandikan burung dengan air hangat bisa menyakiti mereka.

Setelah mandi malam, burung bisa diangin-anginkan di dalam ruangan yang terang, lalu diberikan pakan berupa extra fooding (E) seperti jangkrik atau kroto. Setelah bulu kering, burung bisa diberikan kerodong, lalu biarkan beristirahat hingga esok paginya untuk tujuan pengembunan.

Itulah beberapa jenis burung kicauan tertentu yang bisa menjalani terapi mandi malam, dan diharapkan bisa memperoleh hasil yang efektif.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.