Selain pemakan serangga kecil, sejatinya ada dua pakan utama yang biasa disantap burung kacamata / peci di alam liar. Kedua pakan tersebut adalah buah-buahan dan nektar dari bunga tanaman. Tapi masih banyak sobat plecimania yang kurang memperhatikan asupan buah dan nektar pada pleci piaraannya, terutama akibat kelangkaan bahan atau kesibukan kerja. Padahal pleci sangat menggemari buah-buahan manis dalam perawatan hariannya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Pleci merupakan burung pemakan buah, nektar, dan serangga kecil.

Sebagian besar penggemar burung pleci memberikan buah pisang setiap hari. Pisang memang beragam jenisnya, dengan kadar gula yang berbeda-beda. Secara umum, setiap 100 gram buah pisang memiliki kandungan gula sebanyak 12,23 gram, atau bisa dikatakan buah pisang mengandung 12,13% gula.

Angka ini memang masih jauh dibandingkan dengan kadar gula pada nektar (30%), apalagi dibandingkan dengan madu (82%).

Meski demikian, kadar gula pada pisang termasuk tinggi jika dibandingkan dengan jenis buah yang lain.  Yang paling tinggi adalah delima, anggur, dan kelengkeng. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat tabel kadar gula pada beberapa jenis buah-buahan berikut ini:

Nama buah Kadar gula Nama buah Kadar gula
Raspberry 4,42 gram Jeruk 9,35 gram
Stroberi 4,66 gram Pir 9,80 gram
Blackberry 4,88 gram Plum 9,92 gram
Pepaya 5,90 gram Blueberry 9,96 gram
Semangka 6,20 gram Apel 10,39 gram
Anggur 6,89 gram Pisang 12,23 gram
Melon Cantaloupe 7,86 gram Ceri 12,82 gram
Melon Honeydew 8,12 gram Mangga 14,80 gram
Buah persik 8,39 gram Kelengkeng 15,23 gram
Kiwi 8,99 gram Anggur 16,25 gram
Aprikot 9,24 gram Delima 16,57 gram
Nanas 9,26 gram

NB: kadar gula dihitung per 100 gram buah.

Apabila ada sobat plecimania yang tidak / jarang memberikan nektar kepada momongannya, tentu saja kebutuhan gula -baik glukosa, sukrosa, dan fruktosa- bagi pleci sangat minimalis. Hal ini akan mengurangi tingkat kegacorannya, karena asupan gulanya jauh di bawah kebiasaannya di alam liar.

Untuk itu, diperlukan siasat lain. Beberapa plecimania sering mengoles madu pada buah pisang atau buah lain yang biasa diberikannya kepada pleci. Hal ini bisa dibenarkan, mengingat kadar gula pada madu yang sangat tinggi (82%).

Pemberian nektar pada pleci

Solusi lain adalah memberikan menu tambahan yang kaya gula. Untuk itu, Anda dapat memberikan nektar, yaitu serbuksari bunga baik pada tanaman buah maupun jenis tanaman lainnya. Salah satu tanaman yang bunganya banyak mengandung nektar adalah bunga kembang sepatu.

Hanya saja, cairan nektar alami (dari bunga apapun) bersifat mudah menguap. Jadi, jika Anda memberikan nektar alami kepada burung pleci di rumah, maka begitu mendapatkannya dari tanaman harus diberikan secepatnya.

Ada beberapa alternatif untuk mengatasi hal ini, antara lain:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  • Memberikan serbuk nektar. Nektar ini dikemas dalam bentuk serbuk. Di luar negeri sudah banyak tersedia produk nektar alami dalam bentuk serbuk. Belum diketahui apakah produk ini sudah bisa didapatkan secara luas di pasaran, atau hanya daerah tertentu saja (ada yang tahu informasi ini lebih lengkap?).
  • Memberikan nektar buatan. Sama seperti serbuk nektar, nektar buatan juga memiliki komposisi dan nutrisi yang hampir sama dengan nektar alami. Om Kicau pernah menulis panduan mengenai pembuatan nektar buatan, silakan buka lagi arsipnya di sini.
  • Memberikan buah-buahan manis. Alternatif lain adalah memberikan buah-buahan yang manis, yang memiliki kadar gula cukup tinggi, dan bisa diberikan setiap hari.

Buah-buahan yang tepat untuk pleci

Selama ini, beberapa buah yang diyakini manjur untuk membuat burung pleci menjadi lebih aktif berkicau dan membantu mempercepat buka paruh adalah semangka dan pepaya. Tetapi, kalau semata-mata hanya mengacu pada kadar gula, sebenarnya anggapan itu tidak tepat.

Semangka, seperti terlihat pada tabel di atas, hanya mengandung kadar gula 6,2% saja. Bahkan pepaya lebih rendah lagi: 5,9%. Namun, sekali lagi, perkaranya bukan sekadar kadar gula saja.

Buah semangka dan pepaya sama-sama memiliki kadar air cukup tinggi, dan inilah yang diduga menjadi faktor lain (selain kadar gula) yang membuat burung pleci bisa lebih aktif dan rajin berkicau. Kombinasi kadar gula dan kadar air inilah yang dimiliki nektar, dengan rasio 30 : 70.

Buah-buahan manis dan banyak mengandung air sangat disukai burung pleci.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Manfaat kelengkeng untuk burung pleci

Sekarang kita fokus ke kelengkeng, atau lengkeng, yang memiliki kadar gula 15,23% dan kadar air 83%. Dari data ini terlihat bahwa kelengkeng memiliki kadar air sangat tinggi, dan kadar gula lumayan tinggi (pada tabel di atas berada di urutan ketiga tertinggi setelah delima dan anggur).

Buah kelengkeng juga memiliki manfaat yang sama seperti nektar, yaitu bersifat menenangkan. Karena itu pula, beberapa jenis burung kecil seperti pleci, burung-madu, burung cabe, bahkan cucak hijau pun sangat menyukai dan ketagihan dengan nektar. Dengan alasan itu pula, kelengkeng bisa menjadi salah satu buah alternatif yang bagus untuk pleci.

Selain memberikan efek tenang, kelengkeng juga memiliki beberapa kandungan gizi yang cukup penting, misalnya vitamin B, vitamin C, dan sukrosa. Dengan memberikan buah kelengkeng, Anda tidak perlu lagi menyediakan nektar buatan pada burung pleci setiap hari.

Pleci yang mengkonsumsi kelengkeng akan memiliki energi cukup tinggi (ini pengaruh kadar gula yang tinggi, karena gula merupakan bagian dari karbohidrat), sehingga burung terlihat lebih aktif, lincah, dan lebih rajin berbunyi.

Kandungan nutrisi yang terdapat buah kelengkeng

Berikut beberapa manfaat lain dari buah kelengkeng, baik untuk burung pleci dan juga untuk manusia.

  • Sebagai obat penenang
    Fruktosa adalah salah satu jenis gula dalam buah. Gula ini cukup baik untuk tubuh, karena bisa menjaga kadar gula dalam darah. Kombinasi senyawa yang terdapat dalam buah ini bisa berkhasiat untuk burung yang sedang stres atau dalam kondisi ngedrop,
  • Membantu pencernaan
    Buah ini bermanfaat juga dalam memperbaiki proses penyerapan (absorbsi) pakan, melancarkan pembuangan kotoran, dan bisa mengatasi cacingan.

Yang perlu diingat, jangan fanatik pada satu jenis buah saja. Sehebat apapun kualitas buah kelengkeng, namun jika diberikan terus-menerus tanpa variasi buah lain, tentu hasilnya kurang baik.

Bahkan, sesuai dengan pengalaman penulis, pemberian kelengkeng secara nonstop tanpa dikombinasi dengan jenis buah lain awalnya memang membuat pleci lebih aktif dan rajin bunyi. Tetapi, lama-lama, pleci tidak rajin bunyi seperti pada tahap awal pemberian.

Karena itu, variasi buah-buahan sangat penting. Anda bisa mengganti menu buah setiap 2 hari sekali. Hal itu bisa membuat burung tidak bosan, selalu memperoleh sesuatu yang baru atau berbeda, yang akhirnya akan membuatnya stabil rajin bunyi.

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.