Sepeninggal Natalia, murai blakcktail  yang melegenda, sepertinya belum ada lagi yang menandingi atau minimal menyamai prestasinya di pentas nasional. Tetapi jika melongok lebih jauh ke pinggiran, sebenarnya ada beberapa murai batu ekor hitam pendatang baru yang memiliki prospek bagus, baik dari Kepulauan Mentawai, Pulau Nias, maupun pulau lainnya. Salah satunya Mercon, MB blakctail dari Mentawai, besutan Om Alex Zipur dari Payakumbuh, Sumatera Barat.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Mercon, murai blacktail asal Mentawai, milik Om Alex Zipur.

Mercon besutan Om Alex Zipur ini mempunyai segudang prestasi, dan kemungkinan besar memiliki kans untuk menggantikan kedigdayaan Natalia kelak.

Bagaimana tidak, meski berada di lokasi yang jauh dari pantauan media, MB Mercon dalam setahun ini sering menjuarai even di Sumatera Barat dan Riau. Bahkan dia kerap memenangi pertarungan di kelas murai batu umum.

Prestasi terbarunya adalah menjadi runner-up Kelas Ebod Joss dalam Lomba Burung Berkicau Hj Eva Nora Cup di Alam Mayang Pekanbaru, Minggu (30/3) lalu. Selain itu, Mercon tampil sebagai juara 4 Kelas Ronggolawe. Kedua kelas ini merupakan kelas umum, artinya semua jenis murai batu bisa ikut serta.

Om Alex Zipur bersama MB Mercon usai berlomba di Hj Nora Eva, Pekanbaru, Minggu (30/3).

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

“Terkadang, Mercon hanya bisa turun bertanding di kelas khusus murai batu ekor hitam, karena tiap event organizer (EO) punya kebijakan berbeda. Beberapa kali Mercon tidak bisa ikut di kelas umum, karena panitia memisahkan kelas ekor hitam dan umum,” kata Om Alex, yang sehari-hari berdinas di Denzipur 2 / PS, Jalan Padangmengatas No 03 Payakumbuh, Sumatera Barat.

Sumatera Barat dan Riau merupakan sumber murai batu berkualitas, selain Medan dan Aceh tentu saja. Selain murai ekor hitam asal Mentawai, banyak juga penggemar murai batu yang mengoleksi murai batu asal Pasaman, Sumatera Barat.

Bagaimana ciri murai batu ekor hitam dari Mentawai? Beberapa waktu lalu, Om Kicau pernah menulis ragam murai batu ekor hitam asal Sumatera, salah satunya dari Kepulaian Mentawai.

Tipikal MB blacktail asal Mentawai hampir sama seperti murai batu nias, di mana seluruh bulu ekornya sama-sama hitam mulus, atau tanpa balak alias noktah putih di bagian dalam / bawah bulu ekor.

Sekarang kita cermati deskripsi murai batu Mercon, seperti dituturkan langsung oleh Om Alex. Gaco ini ternyata juga memiliki ekor hitam yang benar-benar mulus, polos, tanpa balak. Panjang ekornya hanya sekitar 13 cm. Sekadar perbandingan, murai batu nias biasanya memiliki panjang ekor 20-25 cm.

Menurut Om Kicau, panjang ekor pada murai batu, selain bersifat genetis, terkadang juga dipengaruhi pola hidup dan pola makan. Akibatnya, selepas masa mabungnya selesai, ada kemungkinan panjang ekor makin bertambah, atau sedikit berkurang.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Meski ekornya cenderung pendek, kata Om Alex, postur tubuh Mercon relatif lebih besar daripada murai batu pada umumnya. Setiap berlomba, burung ini mampu bersaing  menghadapi murai batu biasa maupun sesama MB blacktail.

“Gaya bertanding Mercon sangat khas, yaitu sujud ke bawah, atau seperti menghormat kepada juri. Hal inilah yang membuat juri sering tidak berpaling memantaunya, mungkin merasa dihormati, he.. he..,” kata Om Alex berseloroh.

Materi isiannya cukup lengkap, antara lain cililin, lovebird, kapas tembak, dan siri-siri kecil. Volume lumayan tembus, sehingga sering membius penonton yang melihatnya.

Mercon juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Sebab sejak awal digantang hingga diturunkan, dia tetap bergaya yang sama, dan selalu mengeluarkan lagu-lagu yang bervariasi, serta diakhiri dengan  tembakan panjang ngeroll dan menyambung.

Mercon tak pernah gentar menghadapi MB mapan lainnya.

 

Perawatan murai blacktail Mercon

Rawatan Mercon terbilang mudah dan tidak rumit. Bahkan hariannya hanya diberi extra fooding (EF) berupa jangkrik, tanpa kroto dan ulat hongong (UH). UH baru diberikan pada hari Jumat dan Sabtu.

A. Perawatan harian

  • Senin – Selasa: Jemur mulai pukul 07.00 – 11.00. Setelan jangkrik 7 – 7.
  • Rabu – Kamis: Setelan jangkrik tetap 7 – 7. Penjemuran juga sama, tetapi burung dimasukkan ke kandang umbaran.
  • Jumat – Minggu: Kembali ke perawatan hari Senin – Selasa.
  • Minggu pagi diberi kroto sebanyak 1/2 sendok teh.

Murai blacktail Mercon setiap hari dimandikan, dengan jadwal mandi selalu sore, dalam karamba, antara pukul 15.00 – 17.00.

B. Perawatan lomba

Rawatan Senin – Kamis sama seperti perawatan harian.

  • Jumat: Siang pukul 12.00 diberi 2-3 ekor UH, setelah itu dikerodong sampai sore. Pukul 16.00, burung mandi.
  • Sabtu: Full kerodong, tanpa mandi. Porsi jangkrik dinaikkan menjadi 9 ekor pagi dan 9 ekor sore, plus 3 ekor UH.
  • Minggu (hari lomba): Pagi diberi 7 ekor jangkrik dan 7ekor. Tiga jam sebelu digantang, burung diberi 3 ekor UH.

Dengan perawatan sederhana inilah, Mercon terus mengukir prestasinya dan relatif stabil. Setiap kali berlomba, burung ini hampir selalu masuk posisi tiga besar.

Beberapa piagam kemenangan murai blacktail Mercon.

Om Alex berharap, kelak MB mercon bisa menggantikan murai batu Natalia yang melegenda. Dia juga berharap agar EO di Sumatera Barat, atau provinsi lain, tidak lagi membedakan ras murai batu, seperti sudah dilakukan sejumlah EO di Jawa.

“Bukankah semuanya sama-sama murai batu? Yang lebih penting lagi, bukankah yang dinilai adalah kualitas suaranya?,” tandas Om Alex.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.