Prestasi murai batu Killer memang luar biasa. Hampir setiap pekan, gaco milik H Hendy Carton dari H2R Bekasi ini selalu menjuarai even bergengsi, bahkan di kelas yang paling bergengsi pula. Setelah sukses menjuarai Jatijajar Cup di Jakarta, 6 April lalu, burung ini kembali menjuarai HUT Ke-68 TNI AU di Bandung. Semuanya di kelas bergengsi. Apa sih rahasia perawatan Killer?

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Salah satu kelebihan murai batu Killer, seperti dituturkan Om Yono selaku mekaniknya, adalah materi isiannya yang komplet dan berkualitas. Isian yang paling menonjol adalah suara cucak cungko, dengan tembakan burung rambatan, cililin, lovebird, pelatuk, serta cucak jenggot.

Murai batu Killer memiliki isian dan tembakan komplet.

“Isian itu selalu dibawakannya dengan selingan tembakan-tembakan andalannya. Power atau staminanya juga bagus, volume keras, dan kinerjanya di lapangan pun maksimal,” kata Om Yono.

Hal pertama yang harus disadari adalah kualitas dasar burung ini, atau bisa disebut faktor genetik. Burung dengan kualitas genetik bagus secara individu memiliki volume kencang alias tembus.

Selain itu, burung secara individu juga lebih mudah mendengar, merekam, dan meniru suara burung master. Berbeda dari murai batu yang secara genetis kurang bagus. Selain volumenya pas-pasan, kecerdasannya dalam meniru suara burung lain juga masih kalah.

Tetapi, faktor genetis menjadi tak berarti jika tidak dibarengi dengan perawatan memadai sesuai dengan karakter burung itu sendiri.

Pemberian pakan berkualitas dan multivitamin, aktivitas mandi-jemur, hingga pemasteran merupakan bagian dari faktor perawatan yang sangat menentukan. Perbandingan antara faktor genetik dan perawatan dalam mempengaruhi kualitas burung di lapangan bisa mencapai 30:70 hingga 40:60.

Beberapa tips perawatan murai batu Killer 

Om Yono sangat telaten menangani murai batu Killer.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Untuk itulah, Om Yono sangat memperhatikan konsistensi faktor perawatan, agar mampu mendukung kualitas dasar (genetik) murai batu Killer.

Setiap pagi, setelah buka kerodong, Killer dianginkan sejenak sebelum mandi dan jemur. Saat dianginkan, burung diberi 3 ekor jangkrik. Kroto diberikan sepenuh ukuran wadah pakannya.

Setelah diberi extra fooding (EF) jangkrik, burung dimandikan dan dijemur. Penjemuran bisa sampai 2-3 jam, dan harus sudah diangkat sebelum pukul 11.00.

Usai dijemur, Killer kembali dianginkan, kemudian ditempel dengan burung masteran, yaitu cucak cungko dan pelatuk. Sore hari, burung kembali diberi 3 ekor jangkrik.

Ada beberapa perkecualian di sini. Pertama, khusus hari Senin hingga Rabu, murai batu Killer ditempatkan dalam kandang umbaran sejak pagi sampai sore hari.

“Yang kedua, sehari menjelang lomba, Killer tidak perlu ditempel burung masteran. Dia harus disendirikan dalam ruangan khusus. Bahkan, saat itu (Sabtu), dalam satu rumah tak boleh ada murai batu lainnya,” kata Om Yono.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Sehari jelang lomba, Killer disendirikan dalam ruangan khusus.

Ketiga, pada hari lomba (Minggu), burung diberi jangkrik sekenyangnya (ad libitum). Itu dimulai sejak pagi sebelum berangkat lomba. “Pokoknya kebutuhan jangkrik diberikan tanpa batas,” beber Om Yono.

Tentang masteran cucak cungko

MB Killer (tengah) selalu didampingi cucak cungko (kiri) dan burung pelatuk.

Mengapa cucak cungko selalu menempel murai batu Killer, terutama sejak istirahat pada siang hari? Rupanya, inilah salah satu sebab mengapa Killer memiliki isian komplet.

Burung master yang digunakan Om Yono untuk mendampingi Killer sehari-hari memang cucak cungko istimewa. Disebut istimewa, karena masteran yang satu ini memiliki isian yang sangat lengkap, mulai dari cililin, rambatan, siri-siri, kapas tembak, lovebird, cucak jenggot, dan sebagainya.

“Jadi, cukup diisi cucak cungko saja materi isian Killer sudah lengkap. Cucak cungko inilah yang betugas menjadi master bagi murai batu Killer,” jelas Om Yono lagi.

Berdasarkan pantauannya, tembakan cililin yang dibawakan burung cucak cungko (terkadang disebut cucak cungkok) sangat fasih, mirip seperti aslinya. Begitu juga saat mengeluarkan isian burung rambatan.

“Jadi masterannya cukup pakai burung cucak cungko. Sudah lengkap semua isiannya. Paling hanya tambah burung pelatuk sebagai pendamping Killer,“ tambah Om Yono.

Dengan lagu dan materi isian seperti itulah Killer sering menjuarai berbagai lomba akbar, mulai dari Liga Ronggolawe Jabodetabek, Mr Granat Open, HUT Ke-27 TVRI Jabar Cup di Bandung, Jatijajar Cup, dan yang paling gres HUT Ke-68 TNI AU di Bandung.

Semua gelar juara itu diraihnya di kelas paling bergengsi, alias kelas utama, dengan hadiah paling gede. Tidak heran apabila Killer dikenal sebagai spesialis juara kelas bergengsi. (d’one)

H Hendy Carton: Puas melihat prestasi murai batu Killer.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai burung cucak cungko, silakan lihat beberapa referensi berikut ini:

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.