Cara melatih bicara burung parkit

Sebagaimana burung paruh bengkok (parrot) lainnya, parkit memiliki kecerdasan melebihi burung kicauan lainnya. Ia bukan hanya pandai meniru suara burung lain, tetapi juga bisa dilatih melakukan berbagai atraksi ketangkasan, bahkan menirukan beberapa kata atau anak kalimat yang diucapkan manusia. Apabila tertarik ingin melatih parkit Anda agar bisa berbicara, berikut beberapa kondisi dan persyaratan yang bisa diterapkan dalam pelatihannya.

Melatih Parkit Bicara
Melatih parkit bicara

Burung parkit yang mudah dilatih agar bisa menirukan suara manusia sebaiknya berukuran besar, seperti jenis holland. Kalau parkit lokal, yang posturnya kecil, cenderung memiliki nada tinggi sehingga cukup sulit untuk menirukan suara yang kita ajarkan.

Syarat lainnya, parkit yang akan dilatih harus sudah jinak. Jika belum jinak, tentu tidak bisa dilatih. Jadi silakan dijinakkan dulu, minimal bisa jinak tangan. Panduan penjinakan burung parkit bisa dilihat kembali di sini.

Selain itu, yang tidak kalah penting, pilihlah parkit yang masih muda, karena memiliki sifat ingin tahu lebih besar daripada burung dewasa, dan mudah meniru suara di sekitarnya. Untuk mengetahui berapa umur burung parkit Anda, silakan buka arsipnya di sini.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Pilihlah burung jantan. Meski parkit betina juga memiliki kemampuan untuk bicara atau meniru suara-suara lainnya secara fasih, namun tidak seaktif burung jantan. Parkit betina jarang mengeluarkan suara isiannya Selain itu, parkit betina cenderung memiliki nada tinggi, sehingga akan kesulitan meniru suara yang diajarkan.

Lain halnya dengan parkit jantan yang memiliki kemampuan mengeluarkan seluruh suara isiannya, dengan tujuan menarik perhatian dan mengajak kawin pasangannya

Tahapan dalam melatih bicara burung parkit

Berikut ini salah satu contoh tahapan dalam melatih bicara burung parkit. Anda bisa mengembangkan pula metode ini dengan melakukan beberapa penambahan yang sekiranya diperlukan.

  • Pada tahap awal, burung bisa dilatih dengan satu kata saja. Silakan Anda mengucapkan satu kata. Misal, jika nama parkit Anda adalah Bobo, ucapkan kata Bobo berulang-ulang di depan burung tersebut.
  • Lakukan hal ini setiap hari dengan nada dan intonasi suara yang sama.
  • Sekitar 2 – 4 minggu berikutnya, parkit mungkin sudah mulai mengucapkan kata tersebut, namun masih bercampur suara siulan khasnya. Jadi, jangan terlalu berharap burung bisa mengucapkan Bobo secara jelas, seperti halnya burung beo atau nuri.
  • Jika parkit sudah lancar menirukan suara yang diajarkan, kita kita bisa beralih pada kata baru. Apabila buruntg mampu menirukan pula, berarti untuk seterusnya bisa ditambahkan kata baru.
  • Secara bertahap, burung mulai diperkenalkan dengan 2 kata yang mengandung arti, atau bisa menjadi kalimat pendek. Misalnya “apa kabar”, “selamat pagi”, dan sejenisnya, dengan nada dan ucapan yang selalu sama.
  • Burung parkit yang mulai cerewet saat dilatih, misalnya membalas ucapan kita, biasanya akan langsung menirukan suara yang diajarkan dalam sekali latihan.
Melakukan latihan secara rutin dan tanpa mengubah nada suara bisa mempercepat burung mengikuti apa yang diajarkan
Latihan harus rutin, tanpa mengubah nada suara.

—-

  • Jangan kecewa dengan kata / kalimat pendek yang tidak nyambung alias ngaco, yang keluar dari parkit Anda. Toh mereka tak mengerti apa arti dari kata-kata tersebut, karena mereka menggunakan kalimat yang diajarkan secara acak dan sesuka hatinya.
  • Jika burung sudah memiliki kemampuan menirukan sejumlah kata / kalimat pendek, latihan tetap dapat diteruskan, untuk memperkaya perbendaharaan kata / kalimat pendek. Apabila materi pelatihan sudah dikuasai cukup banyak, parkit akan lebih sering menirukan suara manusia daripada suara siulan atau cerecetan khasnya.

Yang perlu diperhatikan, selama melatih parkit bicara, jangan sekali-sekali bersiul di hadapannya. Sebab kita ingin mengajarinya bicara.

Latihan dilakukan secara individual

Selama memberikan pelatihan, burung sebaiknya tidak disatukan dengan sesama parkit lainnya, misalnya dalam satu kandang. Jadi, pelatihan dilakukan secara individual, agar burung lebih fokus pada kata / kalimat pendek yang sedang diajarkan. Anggap saja mereka sedang bersekolah dan tidak diganggu teman-temannya, he.. he.. he…

Akan lebih baik lagi jika pelatihan dilakukan di ruangan khusus, jauh dari kandang parkit lainnya. Nanti kalau parkit tersebut mulai pintar ngoceh sesuai yang diajarkan, bisa disatukan lagi bersama teman-temannya.

Untuk menambah semangat Anda dalam melatih bicara burung parkit, berikut ini beberapa koleksi video dari youtube mengenai parkit-parkit yang pintar ngoceh setelah diberi metode pelatihan sebagaimana disebutkan di atas.

  • Video parkit yang pintar ngoceh 1

—-

  • Video parkit yang pintar ngoceh 2

—-

  • Video parkit yang pintar ngoceh 3

—-

—-

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

6 Comments

  1. numpang nanya om duto,saya harish di klaten.
    1.Kenapa burung parkit saya telurnya kurang bagus, banyak telur yang kosong dan gak jadi, jika bertelur paling 6 sampai 8 butir tapi yang menetas cuma 2 kadang-kadang 4 butir.
    2.Apa yang menyebabkan kondisi seperti itu?
    3.Bagaimana solusi dan cara mengatasinya?
    mohon om duto atau tim kicaumania bisa memberi penjelasan dan solusinya.

    Terima kasih.

    • parkit lokal yang badannya kecil tapi suaranya lebih tinggi / aga treble om, menurut pengalaman saya sulit sekali bagi parkit lokal bisa meniru suara kita, tetapi bisa saja dilatih namun yang keluar nantinya suara siulan yang mirip dengan kata yang dilatih namun lebih pelan,

Komentar ditutup.