Breeding murai batu AG Bird Farm (BF) Bekasi belum genap setahun beroperasi. Tetapi produk anakannya laris-manis. Pesanan terus mengalir tiada henti, sehingga banyak juga yang harus antre alias indent.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

AG BF merupakan inisial dari dua kicaumania yang terlibat langsung dalam penangkaran murai batu ini, yaitu Artiston dan Golis. Om Artiston merupakan penggemar burung yang juga pengusaha di bidang machine, engineering, dan trading.

Om Artison (kanan) dan Om Golis menunjukkan produk murai batu hasil ternaknya.

Lelaki asal Sumatera Barat ini merupakan pemilik CV Besar Bersama. Sudah lama hobi memelihara murai batu, kemudian tertarik menangkarnya karena permintaan pasar yang terus meningkat dan harganya pun relatif stabil.

Karena kesibukan bisnisnya, dia mempercayakan breeding murai batu kepada Om Golis yang sudah berpengalaman dalam beternak murai.

Dari delapan kandang indukan, yang sudah berproduksi baru empat kandang saja. Sampai saat ini produknya memang belum menggunakan ring kode. “Ya, bagaimana mau pasang ring, baru umur lima hari hari saja sudah diambil pemesan,” jelas Om Golis.

Saat ini Om Artiston dan Om Golis terus berburu materi induk jantan dan betina, bahkan sampai ke Medan dan Aceh. Keduanya berburu ke dua daerah itu, karena jenis murai batu medan dan murai batu aceh paling diminati saat ini.

“Saya membelinya di pengepul yang ada di Medan dan Aceh. Bahkan sebagian diperoleh langsung dari kalangan pemikat. Boleh dicek, semua induk jantan AG BF memiliki ekor panjang,” jelas Om Artison.

Burung-burung yang diperoleh langsung dari pemikat biasanya trotolan atau muda hutan. Tidak dijadikan indukan, tetapi sebagian langsung dijual kembali di Bekasi, dan sebagian lagi dirawat dan dijual dalam kondisi siap lomba.

Perkawinan model poligami

Yang menarik dari breeding murai batu AG BF adalah keberanian Om Golis menerapkan model poligami. Induk jantan bisa mengawani dua ekor murai betina. Jika induk betina A sudah mulai bertelur, maka pejantan diangkat untuk dipindahkan ke kandang induk betina B.

“Memang cukup berisiko, sebab perlu proses penjodohan dari awal lagi saat murai jantan dipindah ke kandang betina yang lain,” tutur Om Golis.

Proses penjodohan tidak jauh berbeda dari apa yang dilakukan penangkar murai lainnya. Dalam hal ini, induk betina tetap di kandang masing-masing. Sangkar burung jantan lalu ditempelkan ke kandang betina selama 1-2 hari.

Proses awal penjodohan murai batu jantan dan betina.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Apabila keduanya saling merespon, misalnya murai jantan ngerayu dan betina mulai ngleper-ngleper, maka bisa segera disatukan namun tetap dalam pemantauan.

“Jangan sampai saling menyerang. Apabila sudah aman dan jodoh, biarkan hingga kawin. Tetapi kalau masih saling menyerang, kita jodohkan dengan induk betina lainnya. Untuk mencegah saling serang, kunci utamanya adalah kedua burung sama-sama dalam kondisi birahi, dan salah satunya tidak dalam kondisi mabung,” tambah Om Golis.

Kandang sederhana tapi fungsional

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Pasangan induk murai batu yang sudah siap produksi.

Kandang ternak murai batu yang digunakan AG BF Bekasi terlihat sederhana, tapi fungsional. Apalah artinya kandang mewah jika burung jantan dan betina susah berjodoh, dan tak mau segera berproduksi.

Petak-petak kandang indukan dibangun dalam sebuah ruangan yang terpisah dari rumah Om Artison. Dinding kandang menggunakan tripleks, dan bagian depannya ditutup kawat ram / kassa. Setiap petak kandang memiliki panjang 1,5 meter, lebar 90 cm, dan tinggi 2 meter.

Untuk membuat kandang yang fungsional, kuncinya adalah pemberian pakan, khususnya pakan tambahan / extra fooding (EF) seperti jangkrik dan cacing tanah.

Porsi jangkrik ad libitum alias tak terbatas: sekenyangnya. Begitu pula cacing tanah tidak dibatasi, terutama saat burung siap kawin dan ketika induk sedang merawat anaknya.

Anakan dipanen dari sarang sejak usia dini, sekitar umur 5 – 7 hari. Usia ini sudah aman untuk dipanen. Jika pemesan mau bersabar, Om Golis akan merawat anakan ini ke dalam boks yang dilengkapi lampu penghangat.

Anakan murai batu dipanen saat berumur 5-7 hari.

Namun, seperti dijelaskan pada awal tulisan ini, ada beberapa pelanggan yang mengambil anakan saat baru berumur lima hari. Mereka biasanya sudah berpengalaman merawat dan meloloh anakan murai batu.

Selama masih di dalam boks, anakan diberi adonan voer dicampur jangkrik kecil. Tetapi sebelum dicampur voer, jangkrik dibuang bagian kepala dan kakinya.

“Perawatan anakan dilakukan sampai sudah belajar makan sendiri, biasanya sekitar umur satu bulan,” ujarnya.

Sejak anakan disapih / diangkat dari sarang dan dipindah ke boks, pasangan induk murai batu biasanya akan berproduksi kembali sekitar 1-2 minggu kemudian.

Karena produksinya masih terbatas, sementara pesanan mengalir tiada henti, tidak heran jika produk AG BF laris-manis. Saat ini, harga trotalan dibanderol Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.

“Selain menjual anakan hasil ternak sendiri, AG Bird Farm juga menyediakan murai batu siap lomba,” tandas Om Artison. (d’one)

AG BF juga menyediakan murai batu siap lomba.

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.