MB Bayi Ajaib dan LB Shakira moncer di JP Enterprise Depok

Lomba Burung Berkicau Menuju Piala Panglima TNI Cup di Lapangan JP Enterprise, Jl Raya Cinere, Limo, Depok, Sabtu (4/10), dipenuhi peserta. Even garapan JP Enterprise yang didukung Ebod Jaya ini terdiri atas 22 kelas dan diikuti 750 peserta, atau tiap kelas rata-rata 34 ekor burung.

Lomba JP Enterprise Depok
Suasana lomba Menuju Piala Panglima TNI di lapangan JP Enterprise Depok, Sabtu (4/10).

Meski pada hari yang sama terdapat beberapa even di Jabodetabek, gelaran JP Enterprise terbilang paling ramai. Bahkan kelas murai batu (4 sesi) dan lovebird (4 sesi) nyaris tidak ada gantangan tersisa, semuanya full peserta.

Murai batu Bayi Ajaib menjuarai Kelas Ebod Canary, kelas utama dalam gelaran kali ini. Menempati gantangan nomor 22, murai jawara milik H Tjandroso (Bintaro) ini tampil memukau.

Murai batu Bayi Ajaib
Murai batu Bayi Ajaib juara di kelas paling bergengsi.

Materi lagu-lagunya mampu menutupi lawan-lawan di sekitarnya. Sudah puluhan gelar juara diraih Anak Ajaib sejak di tangan Om Tjandroso, dua tahun lalu. “Terakhir, burung ini menjuarai even Ronggolawe di Bekasi,” ujarnya.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Kru H Tjandroso
Kru H Tjandroso sukses mengawal MB Bayi Ajaib.

Kelas Jatijajar dijuarai murai batu Gobi milik Yadi Suzuki (Cirebon). Burung yang kerap berprestasi di level nasional ini mengungguli murai Arjuna Dipo besutan Kiano / Firman dari Dipo Team.

Murai Batu Arjuna Dipo
Murai Batu Arjuna Dipo.

Meski berada di urutan ketiga, penampilan Arjuna Dipo juga tak kalah menawan. Pekan lalu, burung ini juga moncer dalam Anniversary Garuda Team Kemayoran di Lapangan Banteng Jakarta (28/9).

Dipo Team
Kiano (tengah): Dipo Team makin eksis di kelas murai batu.

Kelas Ebod Vit A dimenangi murai batu Senopati milik Ari (96 Asem). Adapun Kelas B dijuarai Barbarian kepunyaan Dior / Ade dari Green SF.

Sama seperti murai batu, panitia juga membuka empat kelas lovebird. Persaingannya pun ketat, sehingga tak ada peserta yang mampu menjuarai lebih dari satu kelas.

Lovebird Shakira
Lovebird Shakira, ngekeknya bisa sampai 1 menit.

Shakira, lovebird andalan Om Markus (Laskar Kenari) sukses menjuarai Kelas Ebod Vit C. Lovebird jenis black-cheecked yang dibelinya sejak Desember 2013 dari Patar Jogja ini mengungguli Enjoy milik H Mansur (Raja Fauna) dan Al Busoy milik Ahmad dari Al Asoy.

Om Markus
Om Markus orbitkan lovebird Shakira.

“Shakira sudah mengoleksi puluhan gelar juara. Masuk tiga besar sudah lebih dari empat puluh kali. Ngekeknya bisa mencapai satu menit. Sebelum saya take-over, Shakira pernah juara di Papburi Jogja,” kata Om Markus.

Lovebird Enjoy tampil cemerlang pada sesi lain, dan menjuarai Kelas Ebod Vit B, unggul atas Al Busoy yang menjadi juara 2 serta Sexy Woman milik H Azam (Tangerang) yang berada di posisi ketiga.

Dua sesi lovebird lainnya masing-masing dijuarai Vullcanic milik Eka (Jawara BC) dan Marinda kepunyaan Akhlan dari Pondok Cengkar SF.

Kelas kenari terdiri atas tiga sesi, dua di antaranya standar kecil (Jatijajar dan Ebod Vit A). Adapun Kelas Ebod Vit B merupakan sesi kenari standar umum.

Lintas Rel tampil gemilang, dengan menjuarai Kelas Jatijajar dan juara 4 Kelas Ebod Vit A. Salah seorang juri senior mengakui, Lintas Rel punya keunggulan pada materi lagunya yang panjang.

Kenari Lintas Rel
Kenari Lintas Rel.

Sang pemilik, Pujo P dari TDS 22 SF, sudah kebanjiran pinangan. “Prestasi kenari Lintas Rel memang seabrek. Sudah ada yang menawar empat puluh juta. Padahal saya mintanya Yamaha R25, he.. he..,” kata Om Pujo.

Pujo dan kenari Lintas Rel
Om Pujo (kanan) kembali sukses bersama kenari Lintas Rel.

Kenari Goldien milik Oscar Tanu (Jakarta) meraih juara 3 Kelas Jatijajar. Burung ini juga kerap juara di berbagai even, termasuk double winner dalam even Flamboyan Enterprise, serta juara 1 dan 2 di Perdagangan Bintaro.

Oscar Tanu dan kenari Goldien
Oscar Tanu (kiri) andalkan kenari Goldien.

Kelas Ebod Vit A dan B masing-masing dijuarai Raja Bintang milik Adlan dari Comis SF dan Super Struk kepunyaan H Imam Zakaria (Jakarta).

Yakuza menjadi bintang lapangan di kelas cucak hijau. Dari tiga kelas yang dilombakan, burung milik Mitra ADH (Jakarta) ini berhasil menjuarai dua kelas, yaitu Ebod Joss dan Jatijajar.

Satu kelas lagi, Ebod Vit, dimenangi Ijo Lumut. Gaco milik Eko (Bintaro) ini juga tampil sebagai juara 4 di Kelas Ebod Joss.

Pertarungan di dua kelas kacer juga sengit, terutama antara Dewi Persik milik H Mansur dan Satria Piningit milik Prapto PK (Bekasi).

Satria Piningit yang dikawal Opah Jefry tampil sebagai juara 1 di Kelas Ebod Vit, unggul atas Dewi Persik yang berada di urutan kedua. Namun Dewi Persik sukses menjuarai sesi lainnya, yaitu Kelas Jatijajar.

Opah Jefry dan kacer Satria Piningit
Opah Jefry mengawal kacer Satria Piningit.

Satria Piningit merupakan salah satu simpanan Prapto PK yang selama ini dikenal eksis di jalur kacer. Aksinya sulit diredam lawan-lawannya.

Di akhir lomba, panitia JP Enterprise yang digawangi Om Jhonpur membagikan beragam doorprize, mulai dari burung, sangkar burung, hingga seekor kambing sesuai momentum Hari Raya Idul Adha.

Om Jhonpur
Om Jhonpur (kanan) menyerahkan doorprize kambing.

“Terimakasih atas dukungan rekan-rekan kicaumania atas kehadirannya dalam even yang kami gelar ini,” kata Om Jhonpur. (d’one)

Panitia JP Enterprise
Panitia dan juri Lomba JP Enterprise.

Hasil Lomba JP Enterprise Depok (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.