Penny Jaya SF menggelar Latpres Selapanan setiap Minggu Kliwon, yang kali ini jatuh pada tanggal 9 Agustus lalu. Even digelar di gantangan Penny Jaya, Jl Gedong Kuning (depan kantor Kemenhukham) Kotagede, Jogja. Jumlah peserta pun terbilang ramai.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Suasana gantangan Penny Jaya ketika hari masing terang.

Namun karena Latpres Selapanan Penny Jaya SF menerapkan sistem nominasi, waktu penilaian jadi lebih lama. Padahal even digelar mulai sore, pukul 15.00. Akibatnya lomba berakhir sampai malam hari, sekitar pukul 18.30.

Berdasarkan pengalaman itu, H Jaya selaku pembina gantangan Penny Jaya akan mengubah jadwal lomba. “Latpres Selapanan periode berikutnya, yaitu 13 September 2015, akan digelar mulai jam 10 pagi,” ujarnya.

Event organizer (EO) yang baru beberapa bulan diresmikan ini memang mendapat sambutan positif dari kalangan kicaumania Jogja dan sekitarnya. Tidak heran jika even latber setiap Jumat dan Minggu selalu ramai peserta.

Suasana gantangan Penny Jaya selepas maghrib, seperti terlihat Minggu (9/8) lalu.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Di luar even latberan, Penny Jaya juga mengadakan Latpres Selapanan (35 hari sekali), setiap Minggu Kliwon, seperti diselenggarakan Minggu (9/8) lalu. Secara berkala juga digelar even lomba, misalnya Road to Piala Raja di lapangan yang sama, Minggu 23 Agustus 2015, mulai pukul 10.00.

Menurut Om Kabul, salah seorang pengelola gantangan Penny Jaya, Latpres Selapanan dihadiri para kicaumania dari Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Klaten, dan lain-lain.

Sebagian peserta sempat turun dalam gelaran Redy Cup di Pasar Seni Taman Gabusan, Jl Parangtritis Jogja, yang berlangsung pada hari yang sama tetapi dimulai sejak pagi.

Misalnya Hari BJG dari Klaten yang menurunkan lovebird Moratti. Burung ini masuk peringkat tujuh di Redy Cup, kemudian tampil lagi di Selapanan Penny Jaya, dan tampil sebagai runner-up.

BJC Group, juga dari Klaten, menurunkan kenari Lotus dan menjuarai Kelas Standar B. Gaco lainnya, kenari Casper, meraih juara 2 Kelas Kalitan B di bawah Onclink milik Agus / Lucky dari Ipel-Ipel BC.

BJC Klaten unggul bersama kenari Lotus dan Casper.

Godam, kenari langganan juara milik Om Hasan, terbaik di Kelas Standar Bebas A. Lotus memenangi Standar Bebas B. Di Kelas Kalitan A, Khrisna milik KPK meraih juara 1, sementara Kalitan B dimenangi kenari Onclink.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Om Agus (2 dari kiri) dan Om Lucky (2 dari kanan) moncer bersama kenari Onclink.

Pengorbit kacer jawara, Om Gino, kembali menunjukkan prestasinya. Beberapa kacer diturunkannya, meski panitia hanya membuka satu kelas saja. Lindu Aji berada di peringkat pertama, Garu Langit di posisi ketiga, dan Dakota menempati urutan 6.

Kacer Lindu Aji orbitan Om Gino.

Cucak hijau digelar dua kelas. Kelas A dimenangi Maccha milik Om Andy, sedangkan Kelas B dijuarai Kenzo kepunyaan Om Yudi Carisa dari Paingan, Maguwoharjo, Sleman.

Tiga kelas lovebird dijuarai burung-burung berbeda. Srikandi koleksi Kurawa Team terbaik di Kelas A. Ocha milik Om Ryan (Alko BF) memenangi Kelas B, dan Super Alfa kepunyaan Om Anton (Sentul SF) menjuarai Kelas C.

Cendet Konzlet milik Om Hans Djawi juga meraih juara pertama. Adapun Pleci Raja Singa kepunyaan Om Iwan (Karangkajen) harus berbagi juara dengan Turino milik Om Irdham (Bahari SF). Sesi terakhir melombakan kelas ciblek yang dimenangi Mental Slug milik Om Sentir dari Daengan. (Waca)

Om Gino: Tiga kacernya masuk daftar juara.
H Jaya (berdiri, 4 dari kiri) bersama juri dan panitia Penny Jaya SF Jogja.

Hasil Latpres Selapanan Penny Jaya (klik di sini)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2