Pakem penjurian kelas cendet dalam berbagai versi

Iklan gratis jual beli burung di sini

Pakem penilaian cendet versi Om Yogi Silobur KM

Om Yogi Silobur KM merupakan mantan ketua umum Kicau Mania (KM). Dia penggagas Sistem Inovasi Lomba Burung Berkicau (Silobur) yang kini banyak diterapkan dalam berbagai latber, latpres, dan lomba di Blok Barat, Blok Tengah, dan Blok Timur.

Om Yogi Prayogi KM
Om Yogi Prayogi KM, owner Silobur, sistem riil terbuka yang makin diminati.

Menurut Om Yogi, pakem atau kriteria penilaian cendet dalam even-even di KM mengedepankan aspek irama lagu, gaya / fisik, volume, dan durasi. Berikut ini intisarinya:

TBB bikin burung ngos jadi joss
  • Irama lagu: Ada keserasian antara variasi lagu dan tonjolan / tembakan. Lagu dibawakan panjang-panjang dengan speed rapat.
  • Gaya / fisik: Burung berdiri tegak, memiliki posisi tarung, duduk tenang saat membawakan lagu di lapangan. Burung tidak banyak salto atau bergerak, serta tidak memiliki cacat fisik.
  • Volume: Suara terdengar tajam, tembus, dengan power bagus.
  • Durasi: Kinerja burung stabil. Sejak awal hingga akhir penilaian, burung bunyi terus / membawakan lagu, tidak banyak ngetem. Durasi kerja minimal 80 % (sama seperti di PBI).

Mengenai cendet buka sayap / melantai sebentar, komentar Om Yogi hampir sama seperti Om Fadjar. Kendati irama lagu, durasi, dan volumenya maksimal, cendet dengan tipikal seperti itu bakal mengalami pengurangan nilai. Tapi soal kehilangan kesempatan memperoleh koncer, itu tergantung dari kondisi lawan-lawannya juga.

Voer jangkrik luar biasa

Bagaimana dengan sistem penilaian di Silobur? Penjelasan khusus untuk penilaian cendet sama seperti pakem di KM. Beberapa hal bisa mengurangi poin penilaian, antara lain:

  • Over-aktif: Burung selalu terbang dalam sangkar. Perilaku ini dapat menyebabkan burung lain terganggu dan si burung itu sendiri cepat kehilangan tenaga. Biasanya hal ini ini terjadi pada burung yang masih muda, sehingga emosi kurang terkontrol (cepat naik) dan labil.
  • Makan / minum saat bertarung:  Kebiasaan makan dan minum saat berlaga bisa mengurangi penilaian, karena burung akan berhenti berkicau. Kebiasaan ini disebabkan burung kecapaian akibat kerja terlalu ngotot.
  • Ngeruji: Biasanya dialami loverbird, kenari, dan sebagainya, karena terlalu emosi atau over birahi atau karakter burung itu sendiri. Perilaku ini kurang baik, karena mengganggu peserta lainnya, suara burung yang ngejeruji cepat gembos karena tenaga dan powernya terkuras.
  • Salto: Kebiasaan ini sering dialami cendet. Cendet yang salto saat berlomba bisa mengurangi penilaian. Selain itu, kicauan burung juga dapat terhenti saat burung melakukan salto. Jika kerap salto, maka burung mendapat penilaian yang kurang baik. Penyebab burung salto antara lain over birahi dan karakter burung itu sendiri.
  • Berkicau di dasar sangkar: Burung yang berkicau di dasar sangkar juga dapat mengurangi penilaian. Karena juri tidak dapat menilai burung secara maksimal. Perilaku ini biasanya terjadi akibat kesalahan selama mengasuh / merawat burung. Burung ditenggarai terlalu manja, atau istilah lain burung ketrekan atau suka mencari pakan di dasar sangkar.
  • Mletik: Burung mletik biasanya akibat kaget atau jatuh mental karena lawannya punya suara lebih keras. Pada awalnya rajin bunyi, kemudian diem cukup lama sehingga mengurang penilaian.

Lihat juga pakem penilaian cendet versi lainnya:

Mr Fadjar Bali | Om Yogi Silobur KM | Om Firman BnR | Om Galang Ade

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Iklan gratis jual beli burung di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

1 Comment

Komentar ditutup.