Kelas cendet termasuk salah satu primadona dalam berbagai gelaran lomba, latpres, dan latber burung kicauan di seputaran Pati, Blora, hingga Bojonegoro, dan Tuban. Tak heran jika transaksi cendet-cendet jawara pun marak terjadi dalam setiap even.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Hal tersebut juga terlihat dalam Latber Spesial Langgeng BC di Dukuh Demaan, Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Minggu (10/1). Dalam even ini, H Kadi resmi meminang cendet Hakha andalan Gus Udin. Om Kadi merupakan kicaumania dari Kelurahan Ngroto, Kecamatan Cepu, Blora.

Cendet Hakha memang masih muda, namun cukup fenomenal di seputaran Blora. Karakternya jujur dan tak peduli siapapun lawan yang dihadapinya, termasuk cendet-cendet yang lebih senior.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

“Volume dan powernya juga sangat bagus. Belum lagi materi lagunya yang panjang dan sangat menekan lawan-lawannya. Jika kerjanya maksimal, banyak lawan yang sulit mengimbanginya,” kata Gus Udin.

Melihat prospeknya yang cerah, Gus Udin awalnya menolak ketika Om Kadi ingin meminangnya. Namun melihat kegigihan dan keseriusan Om Kadi, akhirnya Gus Udin luluh juga dan rela melepas cendet Hakha.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Gus Udin (kii) akhirnya melepas cendet Hakha kepada Om Kadi (kanan).

Mengenai nilai maharnya, baik Gus Udin maupun Om Kadi enggan membeberkannya ke publik. “Rahasia kami berdua. Tapi cukuplah untuk membeli sepeda motor baru,” jawab Gus Udin sambil terkekeh.

Begitu berganti majikan, cendet Hakha pun ganti nama menjadi Berandal Awu-Awu. Bahkan burung ini langsung ditampilkan dalam Latber Spesial Langgeng BC, dengan hasil juara 2 Kelas Favorit serta juara 4 Kelas Bintang.

“Memang belum maksimal, tapi saya optimistis Berandal Awu-Awu bisa meraih hasil lebih baik lagi pada even-even berikutnya. Minggu (17/1) nanti akan saya tampilkan dalam even Plaza Cup 4 di Semarang,” tandas Om Kadi. (neolithikum)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.