Pada semua jenis burung, paruh (rostrum) memiliki fungsi yang sangat luas, dan bukan sekadar peranti / alat untuk mengambil pakan. Burung-burung fighter seperti murai batu dan kacer memanfaatkan paruhnya sebagai salah satu senjata dalam menghadapi musuhnya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Struktur paruh pada burung.

Paruh juga menjadi salah satu peranti utama bagi burung saat melakukan preening, atau kegiatan bersih-bersih dan perawatan bulu-bulunya.

Bahkan pada kelompok burung paruh bengkok (parrot) seperti lovebird, cockatiel, nuri, dan kakatua, bentuk paruh dapat dijadikan salah satu tengara dalam mengidentifikasi penyakit yang sedang dialaminya.

Sebagaimana hewan memamah-biak (mamalia), burung juga memiliki dua buah rahang, yaitu rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibula). Adapun lubang hidung (nostril) terletak di antara paruh dan kepalanya.

Pada sebagian besar jenis burung paruh bengkok, struktur lubang hidung yang disebut operculum terdiri atas tulang rawan, sehingga harus dihindari agar jangan sampai kemasukan air maupun biji-bijian.

Paruh burung terdiri atas tulang rahang yang terbuat dari rhampotheca atau keratin. Sebagaimana kuku manusia yang juga terbuat dari keratin, paruh pun bisa terus berkembang. Setiap tahun, paruh burung bisa tumbuh sekitar 1 – 3 inci (2,5 – 7,5 cm).

Beberapa jenis burung akan menggunakan paruhnya sebagai pengganti tangan yang tidak dimilikinya. Paruh yang kokoh dan kuat bisa digunakan sebagai senjata ketika berhadapan dengan musuhnya, atau untuk mengupas kulit buah dan biji-bijian yang keras.

Burung yang sehat atau dalam kondisi normal akan memiliki paruh dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bentuk paruh halus dan simetris.
  • Permukaan paruh tidak mudah terkelupas.
  • Tekstur paruh halus.
  • Paruh tidak memiliki area dengan warna berbeda.
  • Panjang paruh normal (sesuai dengan spesiesnya) dan tidak mengganggu penampilannya.
  • Bentuk paruh atas dan bawah terlihat selaras.

Ketika burung parrot mengalami gangguan penyakit, terkadang terjadi perubahan pada bentuk paruhnya. Nah, dari sinilah kita bisa melakukan identifikasi penyakit pada burung parrot berdasarkan bentuk paruh.

Secara garis besar, ada tiga bentuk paruh yang menandakan burung parrot mengalami penyakit, yakni paruh yang tumbuh berlebihan (overgrown beak), paruh berbentuk seperti gunting (scissor beak), dan paruh yang tumbuh ke dalam (prognathism). Yuk, kita kupas satu-persatu!

Paruh tumbuh berlebihan (overgrown beak)

Burung parrot memiliki paruh yang tumbuh berlebihan.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Paruh yang tumbuh berlebihan / overgrown beak terjadi ketika paruh atas maupun bawah tumbuh terlalu panjang. Biasanya paruh atas tumbuh lebih cepat daripada paruh bawah, sehingga ukurannya pun lebih panjang dalam waktu singkat.

Hal ini umumnya terjadi akibat asupan gizi / nutrisi yang tidak seimbang, kelainan perkembangan, trauma, bahkan bisa juga akibat terinfeksi polyomavirus atau adanya penyakit hati / liver pada burung.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Paruh yang tumbuh memanjang bisa diatasi dengan memangkas bagian yang memanjang tersebut. Pemangkasan ini dapat dilakukan dengan bantuan pisau atau gunting. Bagaimana cara memangkasnya bisa disimak lagi dalam artikel Teknik memotong paruh dan kuku burung.

Paruh gunting (scissor beak)

Lovebird yang memiliki paruh gunting atau menyilang.

Paruh gunting / scissor beak adalah kondisi ketika paruh bagian atas tumbuh menyamping ke satu sisi dari paruh bawah. Hal ini paling sering terjadi pada lovebird, cockatiel, nuri, macaw, dan kakatua.

Bentuk paruh seperti ini umumnya disebabkan beberapa hal, misalnya ketidakseimbangan gizi, kelainan genetik, trauma atau benturan, infeksi virus atau mikrobakteri, serta perawatan yang kurang tepat seperti teknik pelolohan yang salah atau pemakaian suhu yang tidak tepat selama masa inkubasi buatan.

Paruh yang menyilang bisa diatasi dengan memberi tekanan pada paruh ke sisi lain setiap beberapa menit sekali. Namun soal keberhasilannya sangat tergantung dari tingkat keparahan dan umur burung.

Paruh tumbuh ke dalam (prognathism)

Burung paruh bengkok dengan paruh yang tumbuh ke dalam.

Paruh yang tumbuh ke dalam / prognathism terjadi ketika paruh atas berada di bagian dalam dari paruh bawah. Kelainan ini sering dialami burung kakatua.

Penyebabnya hingga kini belum diketahui secara pasti, tapi diduga akibat kelainan genetika, inkubasi yang tak tepat serta teknik pelolohan yang salah.

Mengatasi masalah paruh yang tumbuh ke dalam memang agak sulit dan membutuhkan waktu lebih lama daripada perawatan burung berparuh gunting atau menyilang. Namun jika dilakukan secara rutin, besar kemungkinan paruh bisa kembali normal.

Perawatan agar paruh tetap sehat

Perawatan paruh sangat penting untuk menjamin kondisi dan kesehatan burung secara keseluruhan. Paruh adalah pintu masuk bagi burung dalam mendapatkan nutrisi, dan banyak digunakan untuk memanjat atau bermain.

Untuk meningkatkan kesehatan paruhnya, pastikan burung mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan. Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan dalam perawatan hariannya, yaitu:

  • Secara berkala memeriksa kondisi dan perubahan yang terjadi pada paruhnya.
  • Sediakan mainan untuk digigit / dikunyah. Burung parrot sering menggunakan paruh untuk menggigit kayu / mainan yang disediakan. Tujuannya untuk menjaga kondisi paruhnya serta membuatnya tetap kuat dan tidak tumbuh panjang.
  • Sebaiknya gunakan tenggeran yang bertekstur kasar. Jangan menggunakan tenggeran berbahan plastik yang cenderung halus atau tenggeran yang diampelas.
  • Gunakan sangkar dengan ukuran tepat.
  • Pisahkan burung yang terlalu agresif, karena bisa mengakibatkan trauma pada paruhnya ketika menyerang burung lain.
  • Jangan lupa rutin memberikan multimineral seperti BirdMineral dalam perawatan hariannya.

Demikianlah cara mengidentifikasi penyakit burung parrot dengan mengamati bentuk paruhnya. Dengan melakukan pencegahan dan perawatan sesegera mungkin, maka burung bisa terhindar dari masalah lain yang lebih fatal.

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.