Sudah belasan tahun Ir HM Arif Nurur Rohim menekuni hobi burung kicauan. Bahkan dia sudah aktif menjadi pemain lomba sejak tahun 2000-an, terutama di wilayah Bekasi. Saat itu Om Arif masih mukim di daerah Cibitung, Bekasi.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Setahun terakhir ini, Om Arif pindah ke Jogja untuk meneruskan bisnis keluarganya di bidang kontraktor dan general supplier. Di Kota Pelajar itu pula, dia membangun penangkaran murai batu trah jawara dengan mengibarkan bendera Aster Bird Farm (BF).

Om Arif di depan kandang breeding murai batu Aster BF Jogja.

“Jumlah kandangnya masih terbatas, baru 14 petak. Sebagian besar induk merupakan murai batu milik saya yang pernah menjadi juara di Jabodetabek dulu,” ujar Om Arif kepada omkicau.com.

Selain murai batu, dia juga menangkar cucakrowo, kacer, dan lovebird yang dulu juga pernah menjadi mainannya di arena lomba. Saat ini ada 10 petak kandang cucakrowo, dua kandang ternak kacer, serta satu kandang koloni untuk lovebrd.

Om Arif mengakui, beternak murai batu trah jawara tidak semudah yang diperkirakannya. Apalagi dia memulainya sebagai breeder pemula. Berbagai kendala kerap dihadapinya, namun tidak mematahkan semangatnya untuk belajar dan terus mencoba.

Kini, sebagian besar kendala sudah berhasil diatasinya. “Sejak awal saya memang hanya fokus beternak murai batu trah juara, dengan memanfaatkan beberapa burung eks jawara lomba, agar bisa mencetak anakan-anakan berkualitas,” tuturnya.

Beberapa induk jantan yang digunakannya antara lain Macho Man, Hollow Man, Iron Man, dan Janur Kuning. Semuanya pernah moncer di tangannya. Selain itu, Om Arif juga membeli beberapa murai batu jawara dari rekan-rekannya, antara lain Robin Hood milik  Kuncoro.

Adapun induk betina yang digunakan berasal dari seleksi ketat, dan harus berasal dari keturunan juara pula. Om Arif mendapatkan sejumlah murai betina dari rekan-rekannya, antara lain ring Agus Gamping (Jogja), Arco BF (Serang), Sofyan (Bekasi), dan beberapa penangkar unggulan lainnya.

Kandang ternak murai batu Aster BF itu dibangun di rumahnya, kawasan Kotagede, Jogja. Setiap petak kandang memiliki ukuran panjang 2 meter, lebar 1,7 meter, dan tinggi 2,5 meter.

Dinding kandang terbuat dari batako, namun sebagian dinding depan terbuat dari kawat ram. Atap menggunakan genteng. Petak-petak kandang ini tertata rapi secara berjejer.

Setiap petak kandang dilengkapi kotak sarang, wadah pakan, bak mandi yang airnya selalu bersi, serta tanaman dalam pot untuk menjaga kesejukan udara di dalamnya.

Bagian dalam kandang indukan murai batu.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Pakan utama berupa jangkrik yang disediakan dalam bak plastik. Jangkrik diberikan sebanyak-banyaknya agar pasangan induk bisa makan sesuka dan sekenyangnya. Apalag kalau induk sedang bawa anakan.

Anakan murai dipanen pada umur 8-10 hari. Berdasarkan pengalaman Om Arif, pemanenan pada umur ini sangat efektif. “Saya pernah telat memanen, yaitu pada umur 13 hari. Ternyata induknya ngambek. Sampai tiga bulan nggak mau bertelur di sarang, malah bertelur di bawah sampai pecah,” kenangnya.

Begitu dipanen, anakan murai ditempatkan dalam boks khusus, dilengkapi lampu penghangat, lengkap dengan kerodong yang ditutup pada malam hari.

Anakan murai batu umur 1 bulan.

Kondisi anakan yang masih ringkih harus selalu dijaga. Perawat secara berkala melolohkan makanan ke mulut anakan, sampai burung belajar makan sendiri. Pada umum 2-3 minggu dilakukan pemasangan ring dengan kode ASTR BF-PBI.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Trotolan murai batu umur 2 bulan.

“Bahan lolohan harus berkualitas. Saya lebih mengandalkan pada produk pakan khusus anakan. Meski harganya lebih mahal, namun kualitas gizi terjamin, sehingga pertumbuhan burung lebih bagus dan lebih cerdas menangkap suara isian burung masteran,” jelas Om Arif.

Setelah berumur 1 bulan, trotolan murai ditempatkan dalam ruangan khusus yang dihuni burung-burung masteran seperti cililin,  cucak cungkok,  cucak jenggot, sogok ontong, lovebird, kenari, dan lain-lain.

Ruang pemasteran untuk trotolan murai batu.

Meski produksinya masih terbatas, Aster BF secara rutin mampu menjual beberapa ekor anakan murai batu, terutama kepada kolega dekatnya. Harga trotolan dibanderol mulai dar Rp 4 juta hingga Rp 7,5 juta per ekor, tergantung kualias induknya.

“Sebenarnya, peminatnya cukup banyak, terutama dari kalangan pemain lapangan. Tapi karena produksi masih terbatas, ya sebagian besar harus rela menunggu giliran,” tandasnya.

Sertifikat penghargaan dari PBI Pusat.

Atas keberhasilannya dalam menangkar murai batu, cucakrowo, dan kacer, beberapa waktu lalu Om Arif menerima penghargaan dari Pelestari Burung Indonesia (PBI) Pusat yang diserahkan dan ditandatangani langsung oleh H Bagiya Rakhmadi SH, ketua umum PBI Pusat. (d’one)

Selain murai batu, Om Arif juga beternak cucakrowo, kacer, dan lovebird.
Breeding lovebird Aster BF di kandang koloni.

ASTER BF JOGJA

Alamat lengkap dan nomor kontak, klik di sini.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.