Suara kicauan burung terdengar seperti musik yang mengalun merdu di telinga manusia. Bagi para komposer, suara nyanyian ini bisa menginspirasi mereka untuk menciptakan sebuah karya unik. Tapi tahukah Anda, ternyata tidak semua suara kicauan burung bisa didengar manusia.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung pipit zebra / zebra finch memiliki suara kicauan yang sebagian tak bisa didengar manusia.

Dalam jurnal Animal Behaviour yang terbit beberapa waktu lalu, ilmuwan Robert J Dooling dan Nora H menulis: “Ada kekayaan akustik dalam vokalisasi yang tersedia untuk burung. Tetapi, kemungkinan hal itu di luar jangkauan pendengaran manusia.”

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Dooling menjelaskan, penelitian ilmiah yang telah dilakukannya sepenuhnya sangat berfokus pada kicauan burung, terutama yang menyangkut tempo, pitch, kompleksitas, struktur, dan stereotype. Adapun suara kicauan yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia hanya ditemukan pada beberapa spesies burung saja.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Dalam artikel tersebut dijelaskan, zebra finch / pipit zebra termasuk burung penyanyi yang mempunyai sifat sosial. Jantan dan betina saling bekerja sama dalam merawat anak-anaknya. Lagu-lagu yang dinyanyikannya ini bersifat stereotype, atau berdasarkan apa yang pernah didengarkan sebelumnya.

Lagu-lagu pipit zebra umumnya terdiri atas 5-8 suku kata, yang akan diulang beberapa kali sepanjang lagu tersebut dinyanyikan. Setiap suku kata sangat kompleks dan memiliki harmonisasi berbeda-beda. Hasilnya tentu saja suara kicauan yang terdengar sangat unik.

Dibandingkan dengan burung kenari, pipit zebra memiliki timbre suara yang lebih halus. “Kita sudah mengetahui hal ini, karena telah terbiasa melihatnya dalam pertunjukan, yaitu ketika burung pipit zebra dilatih untuk membedakan dua lagu atau suku kata pada lagu dengan mematuk kunci untuk mendapatkan makanan,” kata Dooling.

Burung-burung itu ternyata dapat menanggapi variasi halus dari suku kata yang terdapat pada lagu-lagunya. Suara itulah yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.