Hunting burung kicauan prospek biasanya dilakukan para pemain atau melalui kiermaster (pemandu bakat) di ajang latber, latpres, hingga lomba. Tetapi lain lagi yang dilakukan Om Kukuh Prasetyo Rusady SH MM. Kicaumania yang tergabung dalam Republik Seni Wirosari (RSW) Grobogan itu justru hunting via youtube. Hasilnya tak sia-sia, karena burung tersebut kini menjadi salah satu langganan juara di Blok Tengah.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Itulah cuplikan kisah murai batu Cassanova andalan Om Kukuh RSW. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai ketua KNPI dan sekretaris DPRD Kabupaten Grobogan, Om Kukuh masih meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi burung kicauan.

Dia tak sekadar aktif bermain di lapangan, tetapi juga sebagai organisatoris tangguh di komunitas kicaumania. Selain owner Gantangan RSW di Desa Kudusan, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Om Kukuh RSW saat ini juga dipercaya menjadi wakil ketua BnR Cabang Grobogan.

Ada beberapa burung andalannya yang kerap menjuarai lomba, baik di Grobogan, Semarang, Solo, serta wilayah lain di Jawa Tengah. Burung-burung tersebut dirawat bersama teman-temannya yang tergabung dalam RSW, termasuk murai batu Cassanova.

Murai batu Cassanova: Burung rumahan yang dipantau via youtube, kini jadi andalan Om Kukuh RSW.

“Sekitar dua setengah tahun lalu, saya lihat video murai batu di saluran youtube yang kayaknya memiliki prospek bagus. Burung memang tidak pernah dilombakan alias burung rumahan. Saat itu juga, saya langsung berminat,” tuturnya.

Om Kukuh lalu mencari info tentang pemiliknya, kemudian aktif berkomunikasi. Tetapi si pemilik burung tak mau menjualnya. Selama hampir satu bulan, Om Kukuh terus merayunya, dan berhasil. Burung akhirnya dilepas juga, dengan mahar lumayan tinggi untuk ukuran burung rumahan: Rp 23 juta!

Feeling Om Kukuh RSW terbukti benar. Setelah dirawat intensif, burung ini makin aktif berkicau dengan materi lagu beragam, mulai dari cililin, kenari, hingga burung gereja. Saat digantang, penampilannya pun terlihat ngotot.

“Saya heran, selain mempunyai isian materi sebagaimana murai batu pada umumnya, terkadang muncul juga lagu burung-burung lain khas hutan yang saya sendiri belum pernah mengenalnya. Selain itu, Cassanova punya gaya sujud atau seperti hormat kepada juri,” tambah Om Kukuh.

Om Kukuh RSW (kanan) bersama Om Arif, perawat MB Cassanova.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Prestasi demi prestasi terus diraih MB Cassanova sejak diorbitkan Om Kukuh bersama rekan-rekan RSW. Dua kali burung ini pernah menang hattrick, serta tiga kali double winner. Kalau juara pertama sudah tak terhitung lagi.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Even yang pernah dijuarainya antara lain Latpres Kampoeng Loegue (Purwodadi), Latpres Independen Wirosari (Grobogan), Latpres Wonderia Semarang, even di Balekambang Solo, Kaliori Cup Rembang, dan sebagainya. Dalam Latpres Gantangan BnR Solo Raya di Colomadu (9/4), murai batu Cassanova berhasil meraih double winner.

Sebagian koleksi trofi dan piagam kemenangan murai batu Cassanova.

Berikut ini cuplikan video murai batu Cassanova dalam salah satu kejuaraan yang diikutinya:

Perawatan murai batu Cassanova

Perawatan MB Casanova terbilang mudah. Porsi jangkrik setiap hari hanya tiga ekor pada pagi hari, dan tiga ekor lagi pada sore hari, ditambah sedikit kroto. Kalau mau lomba, porsi jangkrik ditambah menjadi 5/5 plus kroto secukupnya.

MB Cassonva kerap mengeluarkan lagu burung-burung khas hutan.

Yang unik, Cassanova termasuk burung yang malas mandi. Karena itu, Om Arif selaku mekanik andalnya hanya memandikannya seminggu sekali. Yang unik lagi, baik ketika di rumah maupun lomba, sangkarnya tak pernah dikerodong, alias selalu dibiarkan terbuka.

Hanya dengan perawatan sederhana, Cassanova mampu membalasnya dengan rajin memberikan trofi, piagam, dan sejumlah uang kepada majikannya. Tak heran jika banyak pemain lain yang ingin meminang Cassanova.

Om Kukuh (2 dari kiri) bersama kru RSW saat mengantar MB Cassanova meraih double winner dalam even BnR Solo Raya di Colomadu (9/4).

“Sampau saat ini sudah empat kali penawaran terhadap Cassanova, dengan penawaran tertinggi 60 jeti. Tapi saya belum ingin melepasnya, karena memang belum punya burung pelapis yang kualitasnya setara dengan Cassanova,” pungkas Om Kukuh. (neolithikum)

Om Kukuh bersama kru RSW makin eksis di kelas murai batu dan cendet.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.