Comunitas Blackthroat Sanger Sidoarjo (Combes) mendominasi kontes Jogja Finches Story (JFS) Part II di Pendopo Taman Kuliner, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (23/4). Even yang hanya melombakan burung kenari, finch, dan lovebird ini berlangsung meriah, diikuti sekitar 400 peserta dari  Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Suasana penjurian dalam Jogja Finches Story Part II di Pendopo Taman Kuliner, Minggu (23/4).

Peserta sebanyak itu mengikuti sembilan kelas, di mana setiap kelas dibagi dalam enam sesi penyisihan, kecuali Kelas BOB. Setiap sesi penyisihan diambil yang terbaik untuk melaju ke babak final. Panitia JFS II memang menggunakan sistem penilaian Papburi.

Peserta dari luar DIY antara lain Combes Sidoarjo, BSMS Surabaya, H024 Semarang, Putra Baron Klaten, Solo Finch Brotherhood, dan KBT Tasikmalaya. Semuanya tampak guyub-rukun dan tertib saat mengikuti lomba.

Combes Sidoarjo berhasil meraih tiga trofi juara pertama, masing-masing melalui Cakrawala milik Kang Es  (Kelas Campuran Impor Bebas dan BOB), serta PHP milik Om Jemmy Gudel (Kelas Campuran Impor Ring).

Cakrawala yang termasuk jenis carduelis berjaya di Kelas Campuran Impor Bebas, disusul Bento orbitan Om Budi / Fajar (Jabung Brother) dan Rossy kepunyaan Om Bimun Jiyin (Bawen 024).

Jagoan Kang Es, Cakrawala, juara di Kelas Campuran Impor Bebas dan BOB.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Namun pada Kelas Carduelis, Cakrawala harus puas masuk enam besar. Kelas ini dijuara Seruling koleksi Om Rio / Satria (Godean Km 4), disusul Sekti milik Om Eko Jakal (Jakal 6.5) dan Cucak Ijo kepunyaan Om Bone Clinkz (Combes Sidoarjo).

Om Jemmy Combes (kanan) juara 1 Kelas Campuran Impor Ring.

Dalam Final Campuran Impor Ring, PHP milik Om Jemmy Gudel (Combes Sidoarjo) mampu mengungguli lawan-lawannya dan tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua dan ketiga ditempati Doremi koleksi Om Putra Baron (Klaten) dan Munif milik Shafa Finch (Candi Gebang).

Combes Sidoarjo boyong tiga trofi juara pertama. Lima gaco lainnya masuk lima besar.

“Combes membawa 25 ekor master impor. Selain tiga kali juara pertama, tim kami juga lima kali masuk lima besar. Beberapa lainnya lolos ke babak final,” ujar Om Darso, ketua Combes Sidoarjo.

Yang lebih membanggakan lagi, Cakrawala tampil sebagai juara Kelas BOB Master Impor yang hanya diikuti gaco-gaco terbaik di setiap kelasnya. Cakrawala memperoleh total poin 34,32. Burung andalan Kang Es ini memang langganan juara, baik dalam kontes Blok Timur maupun Blok Tengah.

Kang Es (kanan) menerima trofi juara BOB dari Om Bodhonk (ketua Panitia JFS II).

Om Darso menambahkan, kemenangan ini sangat disyukuri, apalagi mobil yang membawa Tim Combes dari Sidoarjo ke Jogja sempat mengalami berbagai masalah.

Para juara di Kelas BOB Master Impor.

Tim tetangga, yakni BSMS Surabaya, juga moncer di JFS II melalui Anti Teror milik Om Ryan Mandiri yang menjuarai Kelas Edel Sanger. Juara kedua dan ketiga diraih Matador milik Om Adit (Pak RW SF) dan Anak Kost orbitan Om Budi Jabung (Jabung Brother).

Para personel H024 Semarang (atas) dan BSMS Surabaya ikut meramaikan JFS II.

Hujan deras, beberapa mozambik tak bunyi

Saat berlangsung Final Mozambik, turun hujan deras. Akibatnya, banyak finalis yang tidak bunyi. Tim juri kemudian waktu 5 menit. Para peserta juga diizinkan menggunakan ponsel untuk memancing jagoannya agar berbunyi.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Beberapa peserta pakai ponsel untuk memancing mozambik agar mau bunyi.

Kelas ini akhirnya dimenangi Miniatur milik Om Reefky (KMGK). Sejak awal digantang, burung ini moncer lebih dulu ketimbang lawan-lawannya. Juara kedua dan ketiga diraih Golden Boy koleksi Om Bone Clinkz (Combes Sidoarjo) dan Bagong orbitan Om Abel (H024 Semarang).

H024 Semarang menjuarai Kelas Blackthroat melalui aksi Grandong andalan Om Awangs, mengalahkan Gentho milik Om Budi Jabung (Jabung Brother) dan Yudhistira kepunyaan Om Rinto dari Minomartani, Sleman.

Om Budi (Jabung Brother) moncer di sejumlah kelas.

Selain master impor, Panitia JFS II juga membuka kelas lovebird dan kenari isian. Om Adi (Aiko BF) sukses meloloskan tiga gaconya ke Final Lovebird, termasuk Selena yang tampil sebagai juara pertama, unggul atas Selir milik Om Patar (Jogja).

Om Adi (Aiko BF): Lovebird Selena juara 1.

Final Kenari dijuarai Mata Roda milik Om Adit (Pak RW SF). Posisi runner-up ditempati Mantra Gendam milik Om Agus / Om Parno (HSB Team).

“Terimakasih kepada panitia JFS II yang berkenan membuka kelas lovebird dan kenari. Saya jadi kepingin punya master impor,” tutur Om Adi Aiko

Melihat antusias peserta, bahkan dari berbagai provinsi, muncul harapan agar kontes Jogja Finches Stroy bisa digelar dua kali dalam setahun. “Nanti kami bahas bersama tim panitia,” jelas Om Bodhonk, ketua Panitia JFS 2. (Galuh Candra)

Selanjutnya, baca Hasil Kontes Jogja Finches Story Part II (klik saja).

Sego Tahu tampilkan gaconya di kelas master impor dan lovebird.
Aiko BF loloskan tiga gaconya di Final Lovebird.
Om Adit (Pak RW SF) sukses di kelas kenari isian dan master impor.
Para peserta melihat hasil kontes di papan pengumuman.
Panitia Jogja Finches Story (JFS) Part II sukses menggelar kontes.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.