Cara merawat murai batu juara memang gampang-gampang susah. Selain tergantung dari kualitas materi burungnya, sang pemilik atau perawat juga harus memahami karakter dari setiap individu murai batu tersebut.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Kali ini Om Awi dari Laskar 212 SF Cinere, Depok, akan berbagi tips tentang cara merawat murai batu hingga moncer di lapangan. Selama ini Om Awi dikenal spesialis pengorbit murai batu juara, sekaligus penyedia murai batu prospek atau unggulan.

Om Awi (Laskar 212 SF Cinere), pengorbit murai batu juara.

Bukan hanya itu, Om Awi juga membuka kios burung di Jalan Raya Pangkalan Jati No 18 (samping Klinik Sahabat Keluarga), Cinere, Depok. Kios yang dibuka sejak enam tahun lalu ini khusus menyediakan murai batu prospek, kendati ada juga lovebird.

Hampir semua murai batu yang  ada di kiosnya merupakan pilihan, burung siap lomba, dengan beragam isian. Durasi kerja dan mentalnya di lapangan juga sudah terseleksi dan di atas rata-rata.

Selain itu, Om Awi juga menyediakan anakan (trotolan) murai batu umur 3-4 bulan hasil ternak sendiri. “Beberapa murai batu eks jawara lomba saya jadikan indukan. Sekarang sudah ada enam pasang induk, dan semuanya sudah menghasilkan anakan,” jelasnya.

Om Awi kiri) bersama rekan-rekan Laskar 212 SF di kios burung miliknya.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Sudah ada puluhan murai batu yang moncer di lapangan berkat tangan dinginnya. Sebagian besar sudah dibeli rekan-rekan pemain, khususnya di Jabodetabek. Misalnya Army, Jibril, Kopral, TR, dan Silet.

Namun masih ada beberapa murai batu jawara yang masih disimpannya, seperti Demit, AK-47, dan Jalu. Ketiganya termasuk burung sarat prestasi. Demit, misalnya, sukses menjuarai even THR Juri-Juri JBI BnR di Rusun BCI Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (11/6).

Cara merawat murai batu AK-47

Karena AK-27 dan Demit saat ini masih aktif dilombakan, Om Awi pun menempatkan keduanya dalam rumah yang berbeda. Hal ini untuk menjaga agar keduanya tidak sering sahut-sahutan ketika berada di rumah yang sama, karena akan menghabiskan energi dan salah satunya bisa ngedrop.

Bahkan, kata Om Awi, cara merawat murai batu AK-48 dan Demit pun tidak sama, karena kedua jawara ini memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda.

Sesuai dengan namanya, murai batu AK-47 memiliki ciri khas tembakan yang tajam dan tembus. Burung non-ring atau hasil tangkapan hutan ini memiliki materi isian yang didominasi suara tembakan cililin.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Tips perawatan murai batu AK-47.

“Kalau sudah nembak, suara tembakan cililin itu bisa dikeluarkannya hingga empat atau lima kali secara nyusun-menyusun. Selain tembakan cililin, AK-48 juga punya materi isian lagu kenari dan cucak jenggot  dengan volume tembus,” jelasnya.

Setiap pagi, begitu kerodongnya dibuka, murai batu AK-47 langsung dimasukkan ke kandang umbaran, sambil diberi jangkrik (5 ekor) dan kroto segar yang menjadi pakan utamanya. AK-47 dibiarkan dalam kandang umbaran hingga 5 jam,sambil dijemur 1-2 jam, tergantung kondisi cuaca dan keadaan burung.

Dari kandang umbaran, AK-47 masuk keramba mandi. Selesai mandi, burung diangin-anginkan sejenak, lalu diberik jangkrik lagu sebanyak 5 ekor. Selanjutnya, burung dikerodong dan diistirahatkan.

Cara merawat murai batu Demit

Tips perawatan murai batu Demit.

Perawatan murai batu Demit sedikit berbeda, karena burung ini sepanjang hari (sejak pagi hingga sore) selalu berada di kandang umbaran sepanjang 3 meter.

Murai batu ring ini memiliki suara tembakan yang didominasi cucak jenggot dan burung gereja tarung. Tapi tembakan cililin tetap menjadi andalannya, bahkan dikeluarkannya secara fasih.

Untuk perawatan kesehariannya, burung rutin dijemur selama 1-2 jam, namun tidak memerlukan mandi rutin seperti AK-47. “Berdasarkan pengalaman, Demit menjadi kurang maksimal di lapangan jika saya mandikan setiap hari. Dengan alasan itulah, Demit hanya dimandikan dua minggu sekali,” tutur Om Awi.

Porsi jangkriknya juga lebih sedikit daripada AK-47, yakni 3 ekor pada pagi hari dan 3 ekor lagi pada sore hari. Pakan utama sama, yakni full kroto segar. Menjelang petang, burung dikerodong full dan disimpan dalam ruangan hingga esok hari.

Itulah pengalaman Om Awi dalam merawat murai batu juara. Melalui pengenalan karakter dan kebiasaan masing-masing burung, gaco-gaco orbitannya selalu tampil stabil di lapangan. (d’one)

[spoiler title= ]
Kata kunci untuk artikel ini:
cara merawat murai batu, mabung, borneo, biar gacor, bakalan, cepat bunyi, trotol, dorong ekor, juara, lomba, nyulam, anakan, medan, aceh, bahan, jinak, ngeplong, birahi, hutan, burung, tidak mati, hutan, musim hujan, kandang umbaran, drop, mental, baik, dewasa, kacer, ekor hitam, putih, panjang, muda, rusak, fighter, kurang, tetap, fit, ganti bulu, gagal, gemuk, giras, galak, gantangan, gembung, ganas, harian, hasil, tangkapan, liar, habis, pancingan, indukan, bongkar isian, jarang, jambi, jawara, jadi, kepala putih, kontes, kalimantan, kanibal, kaki bengkak, katarak, kutuan, nafsu makan, lepas, lahat, lampung, sakit, pertama, malaysia, tuntas, nias, ngurak, ngedrop, ngebatman, ngelowo, over, ombyokan, pasca, pikatan, piyik, patah, petarung, persiapan, pasaman, penangkaran, rontok, rumahan, remaja, ring, berbunyi, berkicau, stres, supaya, mata, sabah, selesai, tua, umur 3 bulan, usia, 4 bulan, 1 tahun, bulan, pemula, 2 bulan, makan voer, belum, video, www.cara, kurus, ngelowo, 1 bulan, 1 minggu, lebih dari 1, satu, perawatan, 5 hari, 5 bulan, 6 bulan, 7 bulan, 7 hari, 8 bulan[/spoiler]

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.