Kenari Jogja makin diminati –Pamor burung kenari di Blok Tengah, terutama Jogja, Klaten, dan Solo, tak kalah dari murai batu dan lovebird. Hampir setiap even latber, latpres, maupun lomba burung berkicau di tiga kota tersebut, kelas kenari termasuk salah satu primadona.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Ketatnya persaingan di arena lomba membuat kenaru-kenari orbitan di Jogja diminati para pemain dari daerah lain.

Fenomena ini berimbas pada harga kenari jawara yang umumnya bisa melambung tinggi, bahkan sering mencapai angka di atas ratusan juta rupiah.

Pembelinya pun tak hanya para kenari mania di tiga daerah tersebut. Banyak pemain di Jabodetabek, Jawa Barat, bahkan Sumatera dan Kalimantan yang membeli kenari-kenari jawara dari Jogja, Klaten, dan Solo.

Menurut Om Leo salah seorang wartawan senior perburungan, kenari yang berasal dari pemain-pemain Jogja, Klaten, dan Solo rata-rata memiliki kualitas yang baik, sehingga kerap dibeli rekan-rekan pemain dari berbagai daerah. “Saat ini, ketiga kota itu menjadi barometer kenari di Indonesia,” ujar Om Leo.

Om Leo, wartawan senior perburungan.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Prestasi kenari akan mempengaruhi harga jualnya. Di sisi lain, pengorbit kenari yang gaconya seringkali berprestasi juga mendapat kepercayaan sangat tinggi dari calon pembeli. Tak heran jika banyak pemain dari Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan yang sering membeli kenari berprestasi dari pengorbit yang sama.

“Event organizer (EO) yang mengadakan lomba burung di tiga kota tersebut juga mempengaruhi daya jual kenari, karena ada gengsi tersendiri atau sudah punya standar tinggi dalam penilaiannya,” tambah Om Leo.

Kali ini omkicau.com hanya fokus pada kenari Jogja saja, atau kenari-kenari berprestasi hasil besutan para pengorbit di Jogja. Sebagian kenari jawara diorbitkan langsung oleh penangkarnya. Namun ada juga pemain yang membeli kenari bahan atau prospek, kemudian dirawat serta diorbitkan ke arena lomba.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Banyaknya kenari Jogja yang berkualitas membuat persaingan sangat ketat. Hal ini menguntungkan calon pembeli, sebab mereka akan terus memonitor prestasi masing-masing kenari melalui media online dan media sosial.

“Para pemain dari luar Jogja cukup memantau melalui pemberitaan media online dan media sosial. Jika sudah sreg dengan kenari tertentu, calon pembeli akan melakukan lobi harga kepada sang pemilik,” jelas Om Leo.

Baik di lapangan maupun media sosial selalu ada transaksi kenari Jogja. Apalagi banyak pengorbit kenari Jogja yang rajin memposting hasil transaksinya. Salah seorang di antaranya adalah Om Putra Herman (Bolomanuk Jogja).

Meski baru tiga tahun berkecimpung di dunia kenari, Om Herman terbilang sukses sebagai pengorbit. Gaco-gaco orbitannya cukup disegani di seputaran Jogja. Konsekuensinya, dia juga harus rajin mencari kenari-kenari bahan di lapangan, yang nanti akan diorbitkannya lagi dan sebagai stok kalau ada pemain yang ingin meminangnya.

Om Herman sedang menyeting kenari sebelum naik gantang.

“Biasanya para pemain datang ke rumah untuk melihat kenari-kenari yang ada. Pelanggan saya masih sebatas di Pulau Jawa, dan paling banyak saya kirim ke Blok Barat,” ujar Om Herman.

Karena terlatih, kenari Jogja punya mental stabil

Sepengetahuan dia, para pengorbit kenari Jogja hanya menjual burung apabila memang sudah sering juara. Artinya, burung benar-benar sudah terlatih di arena latber, latpres, bahkan lomba. Dengan demikian penampilan dan mental bertandingnya relatif stabil. Ini yang membuat para pembeli merasa senang membeli kenari Jogja.

Soal harga, tentu sangat relatif. Tetapi berdasarkan pengalamannya selama ini, harga kenari orbitannya bisa mencapai 2-4 kali lipat dari harga beli. Dalam dua bulan, Om Herman bisa menjual minimal 5 ekor kenari jawara, dan yang terbanyak adalah jenis kalitan (kenari kecil).

“Kebiasaan saya, sebelum sold out, pembeli saya edukasi dulu menunggu waktu siap dilepas. Terpenting harga yang ditawarkan juga cocok,” tuturnya.

Dengan perawatan yang relatif mudah dan harga yang cukup ekonomis, Om Herman berharap pamor kenari makin menanjak. Makin banyak kenari yang bagus, makin ketat persaingan kenari. Semua itu nantinya juga akan mempengaruhi harga  jualnya.

Om Herman (kiri) saat bertransaksi dengan pembeli.

“Keahlian yang saya miliki ini semoga bisa diteruskan oleh anak-anak saya maupun orang lain. Saya ingin makin banyak orang yang pintar mencetak kenari juara,” tandas Om Herman. (Galuh Candra)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.