Om Setio Cipto Hardoyo awalnya hanya aktif mengikuti lomba burung kicauan. Belakangan dia mulai berminat untuk beternak burung. Tahun 2012, dia mendirikan breeding lovebird Hardoyo Bird Farm (HBF) di Perum Korpri Blok AQ No 5, Kedaung Wetan, Neglasari, Tangerang.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Modalnya benar-benar nekat. Tentu bukan sekadar nekat membabi-buta, melainkan juga dilambari niat, kerja keras, ketelatenan, dan terus belajar. “Saya mencoba beternak lovebird dengan membeli satu pasang indukan dari Om Rudi Bird Farm (KLI Tangerang), seharga tiga juta,” tutur Om Hardoyo, atau kerap disapa Om Har.

Om Hardoyo di depan kandang lovebird HBF Tangerang.

Bukan hanya mendapatkan materi indukan, Om Har sekaligus belajar banyak dari Om Rudi mengenai seluk-beluk penangkaran lovebird. Dia juga mulai belajar memperhatikan karakter burung.

Sepasang induk yang dibelinya tersebut kemudian bertelur sebanyak 6 butir. Semuanya menetas dan sudah dipasangi ring dengan kode HBF.

Selanjutnya Om Hardoyo membeli lovebird lutino dan albino, dengan pertimbangan harganya waktu itu lumayan mahal. Jika rajin berproduksi, tentu omzet penjualan pun meningkat drastis.

Hanya beberapa bulan saja, dan masih di tahun 2012, HBF sudah memiliki 26 pasangan induk. Enam pasangan induk ditempatkan dalam kandang battery, selebihnya berada dalam kandang koloni.

Kandang ternak lovebird model battery koleksi HBF Tangerang.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Benar saja, HBF langsung meraup keuntungan cukup fantastis sepanjang tahun 2012. Bahkan pernah menjual tiga ekor lovebird lutino balibu seharga Rp 12 juta, alias Rp 4 juta / ekor.

Tapi pada awal 2013, harga lovebird mulai anjlok akibat lovebird impor membanjiri pasar-pasar lokal di Indonesia. Om Har pun harus menjual sebagian induk lovebird, dengan menyisakan indukan bekas juara saja.

Hingga akhir tahun 2013, harga lovebird kian merosot tajam. Om Hardoyo pun memutuskan beralih beternak murai batu, menggunakan kode ring PKM BF (Pondok Korpri Murai Bird Farm).

Untuk meningkatkan keterampilan dalam beternak murai batu, sejak awal 2014 dia berguru kepada Pakdhe Joko Bird Farm.

“Saya beternak murai batu dengan modal burung-burung eks jawara yang pernah saya miliki. Induk betina saya peroleh dari beberapa rekan penangkar, antara lain Ajay Bird Farm dan DNA Murai Farm. Total indukan waktu itu lima pasangan,” ujar Om Har.

Om Hardoyo bersama anak dan istrinya.

Sejak tahun 2014 hingga 2016, Om Har fokus pada penangkaran murai batu. Berkat pengalaman beternak, termasuk berguru kepada para pakar dan praktisi, dia sudah tidak kendala berarti dalam menangkar murai batu.

Awal tahun 2017, Om Har kembali dipertemukan dengan Om Rudi. Dia menyarankan agar beternak lovebird lagi. Rupaya Om Har kepincut, serta memulai lagi berternak lovebird dengan materi warna dan suara.

Ada beberapa pasang indukan untuk mencetak lovebird biola, serta indukan lovebird parblue, menggunakan ring KLI Tangerang 026 PMK BF.

Lovebird produksi HBF menggunakan ring KLI Tangerang 026 PMK BF.

Suka-duka beternak lovebird dan murai batu

“Suka duka berternak lovebird sangat banyak, apalagi lovebird warna. Dukanya, antara lain, tatkala menjodohkan split biola dan parblue. Induk sudah berjodoh, kemudian bertelur. Harapan kita sudah tinggi. Yang keluar pasti warna bagus. Namun beberapa hari setelah menetas, eh… nggak tahunya mati,” ujarnya.

Tetapi risiko kematian, apalagi dalam beternak, tentu harus disadari semua penangkar. Jadi, Om Har tidak terlalu galau dengan kondisi seperti itu.

“Kalau sukanya lebih banyak lagi. Kita bisa punya banyak teman dari berbagai daerah, dari beragam suku, agama, strata sosial, dan sebagainya. Pokoknya kalau sudah ngobrol mengenai burung, semua satu rasa, apalagi dibarengi ngopi dan ketawa bareng, damai rasanya, he.. he.. he,” ungkap Om Har.

Om Hardoyo (kiri) juga hobi bersepeda.

Pemasaran produk via medsos dan komunitas

Untuk pemasaran produk ternak HBF, Om Hardoyo memanfaatkan media sosial (termasuk FB Setio Cipto Hardoyo) maupun komunitas-komunitas yang diikutinya.

Hasil trotolan murai batu jantan yang sudah mandiri (bisa makan sendiri) bervariasi mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 3,500.000 per ekor.

Harga lovebird juga bervariasi. Misalnya, lovebird suara mulai dari Rp 500.000 per ekor, sedangkan lovebird lovebird biola berada di kisaran Rp 10 juta atau lebih.

Salah satu anakan lovebird produksi HBF Tangerang.

Selain hal-hal yang bersifat teknis, keberhasilan dalam penangkaran burung juga ditunjang berbagai masalah non-teknis. Berikut ini saran Om Hardoyo kepada calon penangkar terutama yang berkaitan  dengan masalah non-teknis:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  • Bermainlah dengan teman-teman komunitas, jangan sampai kita malas silaturahmi kepada yang sudah lebih berpengalaman dari pada kita.
  • Awali semuanya dari hobi terlebih dahulu, jangan orientasinya langsung ke bisnis. Kalau orientasinya hanya bisnis semata harus siap bangkrut duluan. Kalau dasarnya hobi, ketika harga ternakan jatuh sampai titik paling rendah kita tidak akan kaget dan hancur.
  • Tekun dan jangan malu untuk bertanya kepada kawan-kawan yang lebih dahulu berternak dari pada kita.
  • Jalin hubungan baik sesama peternak dan jangan saling menjatuhkan.
  • Kejujuran, kalau jual burung A ya bilang A jangan jualnya A tapi bilangnya B.

Nah, mengenai teknis beternak lovebird dan murai batu ala Om Har, silakan klik tautan di bawah ini. (neolithikum)

Tips beternak lovebird ala Om Har  | Tips beternak murai batu ala Om Har

Tips beternak lovebird ala Om Hardoyo

  • Sarana atau kandang harus disiapkan sesuai standar. Lokasi aman dan terbebas dari segala macam gangguan, terutama tikus.
Kandang ternak lovebird HBF Tangerang.
  • Fokus pada jenis lovebird yang diternakkan. Kalau fokus terhadap lovebird warna, kita mesti rajin berburu berbagai varian warna yang banyak dicari konsumen, atau bakal banyak diburu konsumen.
  • Jika mau beternak lovebird suara, rajin-rajinlah berburu lovebird dengan durasi ngekek yang panjang.
Anakan lovebird warna hasil breeding HBF Tangerang.
  • Penjodohan lovebird: Dekatkan jantan dan betina selama 1 hari dalam sangkar berbeda. Jika bunyi bareng, segera masukkan keduanya di sangkar bulat. Biarkan selama 2-3 hari. Apabila rukun-rukun saja, pindahkan keduanya ke kandang ternak.
  • Fahami karakter calon induk: Karakter induk berbeda-beda. Ada induk yang tidak marah saat kita mengecek cek telurnya. Tetapi ada juga induk yang ngambek ketika kita mengecek telur,  misalnya tak mau mengerami lagi.
  • Faham terhadap risiko beternak. Kalau kita ingin beternak lovebird warna, berarti kita harus bisa memprediksi hasil persilangan warna.
  • Misalnya biola vs parblue, anaknya diharapkan biola parblue. Tapi jika meleset, berarti yang keluar biola split parblue atau hijau split parblue. Jika meleset, apakah hasilnya masih dapat dipakai atau tidak, kita mesti faham risiko itu.

  • Pengeraman menggunakan teknik babuan atau tukar telur. Misalnya kita memiliki beberapa pasang induk lovebird non-klep (NK). Jika induk biola bertelur 4 butir, carilah induk NK yang juga bertelur 4 butir, dengan jarak peneluran yang tidak terlalu jauh.
  • Selanjutnya, telur biola diambil dan dipindah kepada induk NK untuk dierami. Adapun telur NK dipindah ke inkubator untuk ditetaskan dengan mesin.

  • Pakan lovebird berupa campuran milet putih dan merah, jewawut, canary seed, haver, dan lain-lain.
  • Sediakan pula egg food (bisa racik sendiri, atau beli yang sudah jadi), obat-obatan, vitamin, mineral, dan suplemen yang mendukung. (neolithikum)

Kembali ke Awal

Tips beternak murai batu ala Om Hardoyo

Trotolan murai batu produksi HBF Tangerang.
  • Sarana atau kandang harus disiapkan sesuai standar. Lokasi aman dan terbebas dari segala macam gangguan, terutama tikus.
  • Penjodohan simpel saja, meski dibutuhkan kesabaran serta waktu yang agak lama. Pertama, dekatkan calon induk jantan dan betina dalam sangkar terpisah selama 1 minggu.
  • Jika sudah saling berdekatan, masukkan murai betina ke kandang ternak yang berukuran 1m x 1m x 2m. Murai jantan juga dimasukkan ke kandang tersebut, namun masih berada dalam sarang kotak.
Panjang ekor salah satu indukan HBF Tangerang.
  • Biarkan selama 2-3 hari atau sampai terlihat murai betina tidur di dekat murai jantan. Kalau terlihat selalu berdekatan, murai jantan dikeluarkan dari sangkarnya pada sore hari.
  • Perhatikan, apakah murai jantan terlihat galak terhadap betinanya atau tidak. Jika kelihatan sangat agresif, semprot dengan air sampai agak basah. Perhatikan kembali selama 1-2 hari.

  • Pakan tambahan berupa jangkrik full tanpa batas, cacing 10 ekor / hari, dan kroto cukup dua kali dalam seminggu.
  • Sediakan pula egg food (bisa racik sendiri, atau beli yang sudah jadi), obat-obatan, vitamin, mineral, dan suplemen yang mendukung. (neolithikum)

Kembali ke Awal

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.